Cuple Work 250 x 306



 

Wisata Hemat Siam Reap Phnom Penh (3)

Petualangan di Negeri Angkor (3)

by Junardi Sarmili & Reny

Rezim Pol Pot yang berkuasa tahun 1975-1979 membuat semakin hari semakin banyak orang yang ditangkap dan menjalani penyiksaan di penjara S21. Akibatnya penjara penuh sesak dan perlu tempat baru. Dari sinilah kisah sengsara jilid 2 bangsa ini berlanjut sehingga membuat Choeung Ek Memorial/Killing Field tercatat dalam sejarah dunia. Terjadilah migrasi dari Tuol Sleng ke Choeung Ek.

Menjelang malam dengan tangan terborgol kebelakang dan mata tertutup mereka diangkut kedalam truk2 dengan janji untuk menempati rumah tinggal baru. Sebagian korban malah menganggapnya sebagai pengharapan dan hidup baru. Yang terjadi adalah sebaliknya, setelah diturunkan mereka didudukkan berlutut didepan lobang besar dan pembantaianpun terjadi di lahan luas bekas kuburan Cina ini. Karena harga peluru mahal pembantaian dilakukan dengan alat2 seperti linggis, kampak, besi, dll langsung mengarah ke daerah kepala dan leher. Untuk menghilangkan suara jeritan korban, lagu2 revolusi diputar keras2, dan eksekusi sudah selesai sebelum matahari terbit.

TravelHemat Cambodia photo PohonunikdiRoyalPalace.jpg

Kisah selanjutnya tidak akan diteruskan, silakan berkunjung sendiri ya hehehe…tersedia audio dan film dokumenter yang bisa disaksikan di sana. Seluruh rangkaian perjalanan ini bisa dilakukan dengan menyewa tuk-tuk atau taksi, supirnya akan menunggu sebelum nanti membawa kita ke tujuan lainnya.

Oleh-Oleh Khas Kambodia

Dalam perjalanan balik ke Phnom Penh, sepanjang jalan terlihat durian di mana mana, ternyata musim durian baru dimulai di sini. Aha. Tidak ada hal baru memang dengan durian, ya hijau berduri itu, tapi semakin diamati saya heran kenapa ada sebagian durian yang dicat merah, yang lain tidak. Mampirlah kami dan ternyata durian bercat merah itu adalah durian lokal asal Kampot Province. Durian Kampot. Ingatan saya langsung melayang ke Kampot Pepper yang amat terkenal di kalangan foodies/chef. Jadi selain pepper, Kampot yang letaknya 150 km dari Phnom Penh ini juga penghasil durian. Wow. Baru tahu.

Rasa duriannya ternyata tidak mengecewakan, dagingnya berwarna kuning mentega dan berbiji kecil, terasa menyatu dengan mulut saat dikunyah. Bagi saya ini sudah ok, tapi menurut isteri saya masih kurang karena tidak terlalu harum hehehe…saya tidak berani melawan argumen ahlinya durian, yang jelas 1 durian itu saja telah membuat perut kenyang.

TravelHemat Siam Reap photo akarpohonratusantahun.jpg

Kampot pepper harus menjadi oleh2 para traveler untuk dibawa pulang. Selama ini kami hanya tahu black pepper dan white pepper, sekarang ada red pepper dari Kampot yang punya aroma fruit. Kampot Pepper punya aroma khas, pedasnya tidak menyengat mulut, jadi jangan sampai tidak membawanya ikut pulang kalau memang anda pernah ke Cambodia hehehe….

Saking populernya banyak yang mengakui sebagai Kampot Pepper, jadi harus hati2 agar tidak mendapatkan produk aspal. Kampot Pepper asli memiliki logo GI (Geographycal Indication), nomor batch dan tanggal kadaluarsa. GI adalah sertifikasi yang diberikan kepada produk khas daerah tertentu yang memiliki kualitas terbaik, diolah secara tradisional dan bebas penggunaan peptisida dan zat kimia berbahaya. Kampot Pepper original bisa dibeli di Tara Angkor Hotel, Siem Reap, berupa paket cindemata seberat 50 gram seharga 5.5 USD.

Organic Palm Sugar adalah gula semut berwarna coklat yang juga boleh dibawa pulang, rasanya enak, manisnya tidak terlalu menggigit. Banyak tersedia di supermarket di Lucky Mall Plaza, Phnom Penh. Harganya 5 USD/500 gram. Kalau memang nanti anda berada di mall ini, cobalah naik ke lantai paling atas, carilah toko gadget K-Top, disana dijual iPhone/iPad atau Samsung garansi internasional dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan Indonesia atau Singapore. Sebagai pembanding, iPad mini 64 MB di Jakarta harganya 8 juta, di sana dibandrol 645 USD.

Cover TH Vietnam

Keunikan lain negara yang bisa digolongkan “miskin” ini ada di jalan rayanya. Kami seolah merasa tidak berada di Phnom Penh kalau melihat begitu banyak kendaraan mewah yang berseliweran di sana sini. Ada banyak Lexus dan Land Cruiser keluaran terbaru, demikian juga Mercedes, Audi, Ferrari, dan merek2 lain yang tidak saya kenal. Hebat. Kami juga melihat maket rencana pembangunan kasino baru yang bentuk gedungnya mirip persis atau jiplakan Marina Bay Sands Singapore yang akan dibangun di daerah Diamond Island Phnom Penh. Wah koq niru ya?

Begitulah akhir perjalanan di Cambodia. Pagi2 jam 6 dengan free shuttle bus kami sudah meninggalkan Naga World Hotel menuju bandara tanpa sempat breakfast. Dalam perjalanan ke bandara, ingatan saya kembali terbang ke Choeung Ek/Killing Field. Saya bilang ke isteri, 30 tahun lebih yang lalu setiap orang yang sudah masuk ke sana tidak ada satupun yang bisa kembali! Kemaren kita telah berada Choeung Ek, sekarang kita bisa keluar dari sana utuh, betapa kejamnya perang dan nyamannya menjadi manusia merdeka.

<< Ke Bagian 2

<< Ke Bagian 1

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php