Cuple Work 250 x 306



 

Wisata Hemat Siam Reap Phnom Penh

Petualangan di Negeri Angkor

oleh Junardi Sarmili & Reny

Seperti yang sudah2, ebook travelhemat kembali menginspirasi kami untuk menyaksikan UNESCO Heritage Angkor Wat di Siem Reap dan menelusuri ibukota Cambodia Phnom Penh.

Bertolak dari Jakarta pada tanggal 22/5/13 menuju Siem Reap via Singapore dan Danang, kami tiba menjelang malam di Siem Reap, pintu masuk ke Angkor Wat. Dari bandara ke Tara Angkor Hotel di pusat kota, ada 3 pilihan transportasi: tuk-tuk 7 USD, taksi 10-12 USD, atau boncengan sepeda motor 3-4 USD, tidak jauh dari pintu keluar bandara.

Tara Angkor Hotel yang direkomendasikan pak Agung ternyata baru saja menerima award pilihan traveler 2013 dari Tripadvisor, awardnya terpampang di meja resepsionis. Cozy, bersih, good service dengan harga kamar yang kurang dari 60 USD/malam membuat hotel bintang 4 ini pantas menerima penghargaan.

Intisari kunjungan ke Siem Reap untuk melihat langsung peninggalan sejarah abad 12 Angkor Wat. Komplek candi sangat luas sehingga perlu paling tidak 3 hari kunjungan baru selesai. Sebelum masuk kita harus antri sendiri untuk membeli tiket, tidak dapat diwakili pemandu wisata, karena akan dipotret dan foto kita terpampang di kartu pas masuknya. Selain foto, di tiket ada gambar Angkor Wat dan tanggal kunjungan, jadi bagus juga untuk kenang2an. Setiap kali masuk komplek candi, kartu pas harus ditunjukan, jadi lebih baik masukkan kartu pass ke plastik dan gantung di leher seperti tanda pengenal. Pemandu wisata sangat diperlukan apalagi untuk kunjungan kilat sehari seperti yang kami lakukan, fee nya 25 USD/hari, rata2 fasih berbahasa Inggris.

Cover TH Vietnam

Kunjungan ke Angkor Wat

Pagi2 sekali kami sudah menuju pintu gerbang komplek Angkor Thom yang megah untuk menulusuri candi Bayon dan Baphuon. Berbeda dengan candi Borobudur yang berupa stupa2, maka Bayon terdiri dari patung2 batu besar dengan gambar wajah, dalam sudut2 tertentu tampak saling bersentuhan hidung dengan hidung patung lainnya. Selama hampir 1 jam kami berada disana, kemudian dilanjutkan ke Terrace of the Elephant, dan Terrace of the Leper King, yang dulunya merupakan panggung pertunjukan.

TravelHemat Kambodia photo CandiberbentukwajahdiAngkorWat.jpg

Cuaca sangat panas suhu mencapai 38 C, sehingga disarankan untuk mengenakan topi lebar, kacamata, sunblok, dan tentu saja air minum. Penduduk lokal melengkapi dirinya dengan kain berbentuk ’syal’ yang mengandung es dan dikalungkan ke leher untuk menurun panas tubuh. Nyaman, bentuknya modis, boleh dicoba. Kalau nginep di Tara Angkor Hotel, bisa dibeli disana seharga 4-5 USD.

Sebelum makan siang, kami menyambangi candi Ta Prohm, candi favorit yang terkenal dengan batang dan akar pohon raksasa yang “melilit” bangunan candi. Sebelumnya memang saya telah pernah melihat gambarnya, tapi begitu melihat langsung bagaimana akar pohon kapok yang usianya lebih dari 300 tahun itu mengular raksasa diantara bangunan candi, terasa suasana magis dan mistiknya, luar biasa! Must see before you die.

Di daerah sekitar candi Ta Prohm banyak terdapat restoran tempat melepas lelah dan makan siang. Sepanjang jalan banyak dijual mangga Khmer yang berwarna kuning harganya 1-2 USD/3 buah tergantung ukurannya. Boleh dicoba, rasa mangganya manis dan harum. Apalagi bila disertai minum buah kelapa, dijamin tenggorakan akan terasa dingin sejuk dan nyaman saat cuaca panas seperti itu.

Angkor Wat terdiri dari 5 puncak menara yang fenomenal. Ambillah kesempatan mendaki salah satu puncak menara melalui tangga yang sangat curam dan tinggi untuk melihat pemandangan kebawah dari atas candi. Indah.

Menurut pak Agung berada di dalam area candi ini, waktu terasa bagaikan berlari. Setuju. Apalagi jika Anda mengamati dengan teliti ukiran dan pahatan relief2 yang ada sepanjang hampir 250 meter dinding candi. Setelah wafatnya Raja Suryavarman II yang membangun Angkor Wat pada abad 11-12, pembuatan relief-relief tersebut terhenti, sehingga kita bisa melihat ada bagian dinding yang belum tuntas pengerjaannya. Kalau Anda peminat sejarah maka perlu waktu 3 jam lebih untuk bisa selesai menelusuri seluruh bangunan candi ini.

Menjelang sore kunjungan berakhir. Kaki terasa nyut2an setelah berjalan hampir seharian. Karena itu dianjurkan anda merasakan bagaimana nikmatnya Khmer massage di Frangipangi Spa, Hup Guan Street, Siem Reap. Selama satu setengah jam dalam ruangan temaram diiringi alunan musik lembut Khmer dan aromaterapi bunga jasmin, tangan2 terampil itu akan memijat seluruh badan dengan gentle. Dijamin anda akan terlelap lelap nikmat, gairah meningkat, dan bugar kembali. Supaya tidak kecewa, sebaiknya anda melakukan reservasi sebelumnya, dan jangan datang lewat jam 9 malam karena tempat ini akan tutup. Tempat ini cukup popular di kalangan supir tuk-tuk, umumnya mereka tahu, dengan ongkos 2 USD anda akan diantar sampai di sana. Must try before you die!


Petualangan di Negeri Angkor (Bagian 2)

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php