Cuple Work 250 x 306







 

Traveling GRATIS ke Macau 2

Usai makan siang, dengan berjalan kaki kami menuju Grand Lisboa Hotel & Casino , sebuah gedung yang bentuknya sangat unik dan tampak paling berbeda diantara bangunan tinggi lainnya di pusat kota Macau.



Meski nggak nginep di sana, tapi kami menjelajah areal lobi hotel super mewah ini cukup lama. Dan kami juga ngga mensia-siakan pula kesempatan ini untuk melongok fasilitas toiletnya yang ternyata…. sangat mewah! Semua fasilitas toiletnya menggunakan sensor otomatis, mulai dari air di wastafel yang keluar secara langsung begitu tangan kita didekatkan di moncong kran, atau sabun cair yang otomatis terpompa begitu tangan kita mendekat, hingga pintu masuk ke toilet yang bisa terbuka sendiri tanpa pake didorong atau ditarik…

City of Dreams & Hard Rock Hotel

City Of Dreams & Hard Rock Hotel - Macau

Selesai menjelajah Grand Lisboa Hotel & Casino , kami bermaksud untuk menumpang shuttle bus gratis yang disediakan hotel untuk menuju Terminal Ferry Macau , untuk mengantar keluarga Ibu Faryda membeli tiket ferry menuju Hong Kong untuk keberangkatan esok harinya. Namun, lantaran di dalam rombongan kami terdapat dua ABG yang masih di bawah umur, maka kami tidak diizinkan melintasi kasino yang merupakan pintu masuk pemberangkatan shuttle bus menuju Macau Ferry Terminal .

Akhirnya, kami pun mengambil alternatif dengan menumpang bus kota dari halte di seberang areal Hotel Grand Lisboa & Casino. Nah, di sini pun terjadi ‘kekacauan komunikasi’. Ketika saya bertanya informasi tentang bus menuju Macau Ferry Terminal di konter informasi yang pada saat itu dijaga oleh seorang bapak tua (yang nggak mengerti bahasa Inggris), dia menyebutkan bus nomor 23. Namun ketika kami cek di papan petunjuk bus yang ada di halte, ternyata bus nomor 23 tidak berhenti di Macau Ferry Terminal, melainkan di A-Ma Temple.

Kemudian saya memutuskan bertanya lagi ke petugas yang lain, kali ini saya menggunakan istilah dalam bahasa setempat (yang barusan saya inget ternyata saya simpan catatannya di memori blackberry saya). Dalam bahasa setempat, Macau Ferry Terminal disebut dengan Gang Ao Ma Tou. Ternyata untuk menuju tempat itu kita bisa menumpang bus no. 3 (bukan nomor 23) dengan tiket 3.20 MOP dan durasi perjalanan sekitar 15 menit saja.

Singkat cerita, kami sudah selesai mengantar keluarga Ibu Faryda untuk membeli tiket ferry Macau – Hong Kong. Nah, selanjutnya dari halaman parkir Ferry Terminal Macau ini, kita bisa memanfaatkan fasilitas shuttle bus gratis yang disediakan oleh berbagai perusahaan casino di Macau. Karena tujuan kami adalah hendak menuju The Venetian, City of Dream dan Hard Rock Hotel yang terletak di daerah Taipa; maka kami memilih untuk menumpang shuttle bus gratis dari City of Dream. Lumayan kan, mengirit sekitar 4.20 MOP tiket bus/orangnya, hahahaha…

Perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit sebelum kami tiba di halaman depan dari City Of Dream , sebuah casino, dan mall paling gress yang baru beroperasi di Macau. Mall ini terhubung langsung dengan Hard Rock Hotel yang juga merupakan tempat hiburan terbaru di Macau.

Selanjutnya, kami tinggal menyeberang jalan untuk menuju The Venetian – salah satu icon baru paling terkenal di Macau. Pusat judi kelas atas, mall, hotel dan restoran ini memang mengcopy habis kota terapung Venesia yang ada di Italia sono. Secara detil sih, saya sudah menceritakan hebohnya The Venetian dalam ebook berjudul TravelHemat Macau – Hong Kong – Shenzhen yang bisa didapatkan di situs TravelHemat.com ini.

Beruntungnya saat itu kami bisa menyaksikan atraksi dansa secara live yang diperagakan oleh tiga pasang penari asal Italia, yang menurut saya tampil sangat sempurna dan tanpa cacat. Kereeen abizz pokoknya.



Menghabiskan waktu sambil berkeliling mengagumi keindahan area The Venetian yang memiliki arsitektur ciamik dan super detail tersebut, kami juga sempat duduk-duduk santai di lantai pelataran depan The Venetian sambil menunggu matahari terbenam untuk melihat ‘nyala cahaya pertama’ dari gedung-gedung tinggi yang ada di sekitar The Venetian yang memang tampak sangat indah karena dihiasi beraneka lampu warna-warni saat senja turun.

Nyoman & Arianti di The Venetian

Pak Nyoman & Anaknya - Arianti, berpose di San Marco Square The Venetian

Yang istimewa lagi, kami juga mendapat ‘pertunjukan gratis’ di area halaman The Venetian, berupa pemotretan pre-wedding yang dilakukan setidaknya oleh 3 pasang calon pengantin. Herannya, ketiga calon mempelai wanita yang sedang melangsungkan pre-wedding photo session di sana, semuanya mengenakan pakaian warna ungu! Kita bertujuh sempat bertanya-tanya sendiri, apakah memang warna ungu saat ini lagi ngetrend ya sebagai kostum pernikahan???

Agung Basuki – May 2010

TravelHemat.com

St. Paul Cathedral Macau

+++++

Menangkan 5 suvenir cantik dari MACAU untuk 5 orang pemenang yang menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan kuis di bawah ini.

+++++

Pertanyaan Kuis:

1. Berapa orangkah jumlah rombongan dari TravelHemat.com yang berangkat ke Macau?

2. Apakah nama gedung hotel mewah & casino di pusat kota Macau yang tampak paling berbeda dengan gedung-gedung lainnya di sana?

3. Makanan apakah yang konon disebut-sebut sebagai ‘kue penuh dosa’?

4. Apakah nama objek wisata di Macau yang namanya diambil dari nama sebuah kota di Italia?

Kirimkan jawaban Anda via email ke travelhemat@yahoo.com beserta data diri:

Nama Lengkap: _________________

Alamat Rumah: _________________

Kota: _________________

Kode Pos: _________________

No. HP: _________________

Jawaban Kuis ditunggu sampai 15 Juni 2010 .

Pengumuman pemenang kuis akan diumumkan di situs TravelHemat.com pada 20 Juni 2010 .

Hadiah untuk pemenang akan dikirim ke alamat masing-masing menggunakan jasa kurir professional .



<<< Kembali ke Traveling GRATIS ke Macau 1

Nama Pemenang Kuis Berhadiah Suvenir Khas Macau bisa dilihat di sini!