Cuple Work 250 x 306



 

Tertipu Sopir Taksi di Istanbul

Kali ini adalah kisah tidak menyenangkan yang dialami oleh Ibu Sandra (bukan nama sebenarnya), salah seorang member TravelHemat.com yang barusan melakukan perjalanan ke Istanbul (Turki) di mana beliau dan seorang teman wanitanya kena tipu saat menumpang taksi. Ikuti kisahnya di bawah ini:

Hotel murah Turki photo turkihotels.jpg

Waktu itu hari masih sore dan kebetulan sedang hujan cukup deras di Istanbul. Biasanya kami menumpang subway untuk berjalan-jalan di pusat kota Istanbul, namun disebabkan cuaca yang kurang mendukung dan juga kami membawa cukup banyak barang belanjaan (biasa… ibu-ibu suka kalap kalau last minute shopping, heheheh…) serta kami harus kembali ke hotel dengan cepat untuk mengambil bagasi sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara, akhirnya kami memilih menggunakan taksi.

Perjalanan dengan taksi menuju hotel berkisar cuma 15 menit saja dan ketika tiba di hotel, argometer taksi menunjukkan angka 37 TL. Dalam hati saya agak ngedumel juga ternyata kami harus merogoh kocek cukup mahal untuk naik taksi di Istanbul.

THS07 - TravelWallet Small photo THS07Small.jpg

Travel Wallet - tersedia TERBATAS hanya di www.TravelHematShop.com

Sambil turun dari taksi dan mengemasi barang belanjaan, saya menyodorkan uang pecahan 50 TL kepada sopir yang duduk di bangku depan. Namun sang sopir mengatakan bahwa pembayaran kami kurang.

“37 Lira, Madame..”, ujar sang sopir sambil menunjukkan uang pecahan 5 TL di tangannya.

Saya pun terkejut, bagaimana mungkin uang 50 TL saya “berubah” menjadi 5 TL? Saya yakin sekali tadi memberikan uang pecahan 50 TL dan bukannya 5 TL. Saya coba cek di dompet saya sekali lagi untuk memastikan bahwa saya memang membayar dengan pecahan uang kertas 50 TL dan BUKAN 5 TL. Karena seingat saya di dompet saya hanya tersisa beberapa lembar uang kertas pecahan 100 TL, 50 TL dan 20 TL. Sama sekali tidak ada pecahan 5TL. Saya dan teman saya sempat bengong dan saling berpandangan seperti orang bodoh. Sejenak muncul keraguan dalam diri saya apakah memang saya tadi salah lihat dan memberikan uang 5TL dan bukannya 50 TL.

“I already gave you 50 Lira,” saya mencoba ngotot. Tapi sang sopir bersikeras dan berbicara dengan nada tinggi yang mengintimidasi bahwa saya memberinya uang 5 TL.

Seketika saya teringat pada peringatan mengenai tindak penipuan oleh sopir taksi yang kerap terjadi di Istanbul yang saya baca dari ebook TravelHemat Turki. OMG… betapa ceroboh dan teledornya saya… padahal saya sudah membaca ebook tersebut berkali-kali dan sudah berusaha waspada selama perjalanan di Turki ini. Dan memang sepanjang perjalanan yang kami lalui, semuanya berjalan lancar dan aman. Eeh ngga disangka sama sekali, justru di akhir perjalanan, kami mengalami peristiwa ini.

Turki 300 white

Karena teman saya merasa agak takut dengan suara sang sopir yang membentak-bentak, dan juga karena keterbatasan waktu yang kami miliki untuk segera melanjutkan perjalanan ke bandara, akhirnya teman saya mengeluarkan lagi uang pecahan 50 TL dari dompetnya dan membayarkan ke sopir taksinya.

Sang sopir memberi kami uang kembalian 15 TL (1 pecahan 10TL dan 1 pecahan 5 TL yang tadi dipegangnya).

Kami pun turun dari taksi dengan penuh penyesalan, mengapa kok kami seteledor itu. Kejadiannya pun terjadi dengan sangat cepat, tatkala saya TIDAK MENGINDAHKAN apa yang sudah diperingatkan di dalam ebook TravelHemat Turki lantaran sibuk mengemasi barang bawaan ketika hendak turun dari taksi.

Manfaat Asuransi Perjalanan photo bannermanfaatasuransiperjalanan.jpg

Warna uang kertas pecahan 5TL dan 50TL jika dilihat sepintas memang hampir sama, yakni coklat muda. Karena itu hal ini mudah sekali menjadi kamuflase pelaku kriminal, termasuk yang barusan kami alami. Menurut perkiraan saya, sopir taksi tersebut dengan cepat mengganti uang pecahan 50 TL yang saya sodorkan dengan uang pecahan 5TL ketika saya sedang sibuk berkemas.

Sejak peristiwa itu, ketika menumpang taksi atau melakukan pembayaran di mana pun yang menggunakan uang tunai, saya SELALU memperhatikan pecahan uang yang saya bayarkan dan tidak melakukan tindakan lain apapun hingga transaksi selesai dilakukan.

Benar-benar sebuah pelajaran yang sangat berharga. Yang lebih saya sesali lagi, saya kelupaan memotret nomor lambung taksi tersebut. Niatan saya sih foto taksi tersebut mau saya sebarkan melalui media sosial supaya jangan ada orang lain yang menjadi korban dari sopir taksi tersebut.

Catatan:

Jika ada teman-teman yang pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke luar negeri, jangan ragu untuk membagikannya kepada orang lain. Silakan emailkan pengalaman Anda kepada kami di support[@t]TravelHemat.com agar bisa kami bantu untuk merangkaikannya menjadi tulisan yang bisa dibaca dan bermanfaat untuk banyak orang.

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php