Cuple Work 250 x 306



 

Praha dan Dresden

Oleh Junardi Sarmili

Bersama keluarga, Pak Junardi Sarmili melakukan perjalanan ke beberapa kota dan negara di Eropa Timur, mengikuti rute yang ada di ebook TravelHemat Eropa 2, mengunjungi Jerman, Austria, Hongaria dan Republik Ceko. Inilah oleh-oleh kisah perjalanan beliau yang dilakukan pertengahan – akhir Juli 2013 lalu.

Praha Yang Romantis

Saat tiba di Praha suasananya sydah jauh berbeda. Lebih bersih dan moderen. Letak hotel Chopin tepat diseberang Praha Havlani nadrazi, sangat stategis. Setelah check-in, kami bergegas menuju ke kota tua. Gerbang tua nan kuno di depan Charles Bridge membuat saya tertegun saat pertama kali melihatnya. Wuih cantiknya.

charles bridge praha photo CharlesBridgePraha.jpg

Charles Bridge yang merupakan pusat perhatian wisatawan terkesan sangat tua dan kokoh melintas sungai Vlatava, menghubungkan antara Old Town dan New Town dengan Castle District dan Lesser Town. Saat malam tiba suasana romantik semakin memuncak, tapi tetap Praha belum bisa melebihi kecantikan kota Budapest. Cukup lama kami berada di jembatan menikmati berbagai “hiburan” yang ada di sana sebelum balik ke hotel.

Tram 22 yang juga dikenal sebagai pickpocket tram membawa kami tiba di Prague Castle keesokan harinya. Kompleks istana itu sangat luas dimana St. Vitus Cathedral yang berdiri tahun 926 itu berada, dan Royal Palace tak jauh dari situ. Deretan rumah mungil yang pernah ditempati para pembantu istana pada abad 16 bisa kita lihat dan masuki di Golden Lane, demikian pula Powder Tower, laboratorium abad 17. Menuruni puncak bukit kita akan tiba di Kampa Park melepas lelah sekalian makan siang sambil menikmati panorama Charles Bridge dan sungai Vlatava dari teras depan kompleks restoran Hergetova Cihelna. Makanannya enak. Unforgettable view and moment.

Selepas jembatan Charles untuk menuju ke Old Town Square bisa bikin kita bingung karena banyak jalanan kecil. Untuk mudahnya ikutin saja arus besar orang-orang yang berjalan dan kita akan tiba di lapangan luas menyaksikan pertunjukkan Astronomical Clock yang berdentang tiap jam mulai jam 8 pagi s/d 8 malam. Jam ini dibuat pada abad 14 dan menjadi simbol kota Praha. Di sekitar jam dan di sekeliling lapangan banyak restoran dan toko-toko. Kalau kebetulan disana anda sudah lapar dan kangen makanan Asia, datanglah ke restoran Korea terkenal Koba, makanannya mantap benar, coba japchaenya. Di dinding restoran banyak tandatangan para tamu yang pernah makan di sana, termasuk para selebritis Korea seperti Big Bang, Suju, K Pop dan beberapa artis dari Indonesia. Patokan jalan ke sana: saat anda berdiri menghadap Astronomical Clock, jalanlah lurus ke sebelah kanan anda melewati lapangan, pada belokan pertama ke kiri akan terlihat restoran Koba. Harganya reasonable.

Lukisan 101 Meter!

dresden photo Dresden.jpg

Hampir menjelang jam 8 malam saat kami tiba di Berlin Main Station. Kereta dari Praha menuju Dresden terlambat 1 jam lebih sehingga baru bisa sampai Dresden selepas siang hari. Stasiun Dresden ngak seberapa besar tapi bersih lengkap dengan deretan loker untuk menyimpan koper, restoran, bank, dan tourist information. Kalau waktu terbatas, ikutlah sightseeing tour hop on hop off yang akan stop di 22 tempat menarik, salah satunya gedung pabrik mobil VW. Gedung besar transparan dari kaca itu dibangun sangat mahal dan dari luar tampak deretan mobil baru/rakitan yang disusun bertingkat-tingkat. Lama perjalanan bus seputaran 1,5 jam. Naiklah dari stopan ke 8 Dr Kult Ring/Almarkt Galerie, lima menit jalan kaki dari stasiun, dan berhenti di stopan ke 6 Almarkt/Frauenkirche, dari sini baru kita berjalan kaki menyusuri kota tuanya. Dari arah jembatan, sebelum Frauenkierche, kita bisa melihat  lukisan sepanjang 101 meter di dinding tembok  yang tersusun dari 25.000 keping porselen, itulah Furstenzug (Procession of Princes). Menarik. Rencana ikut cruise menyusuri sungai Elbe terpaksa batal karena butuh tambahan waktu 90 menit lagi.

Photobucket

Ke Halaman Berikutnya >>

<< Ke Halaman Sebelumnya

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php