Cuple Work 250 x 306



 

Petualangan Kuliner di Eropa Timur

Oleh Junardi Sarmili

Bersama keluarga, Pak Junardi Sarmili melakukan perjalanan ke beberapa kota dan negara di Eropa Timur, mengikuti rute yang ada di ebook TravelHemat Eropa 2, mengunjungi Jerman, Austria, Hongaria dan Republik Ceko. Inilah oleh-oleh kisah perjalanan beliau yang dilakukan pertengahan – akhir Juli 2013 lalu.

Petualangan Kuliner

Saat di pesawat kami di informasikan oleh pramugara asal Frankfurt untuk mencoba pork knukles di resto Leib & Seele, Bernissestrasse, Frankfurt. “Pasti Anda tidak akan lupa dengan nama saya setelah makan di sana”, kata pramugara tersebut. Kamipun datang ke situ. Ternyata apa yang disantap jauh dari dugaan, rasa pork knuklesnya hambar, tidak krispi, tidak harum tetapi alot, padahal makannya sudah dibantu sambel belibis segala lho supaya terasa lebih nikmat hehehe… Ini memang soal selera yang bisa saja beda, tapi yang bikin dongkol adalah setiap orang mesti pesan 1 porsi gak boleh sharing. Tahu sendiri kan kalau porsi makan orang sono gede dan banyak, mana habis kami? Alhasil banyak makanan tersia-sia percuma. Sayang sekali… padahal ironisnya di Praha kami menyaksikan secara mata telanjang bagaimana seorang pemuda memunguti dan makan sisa paha ayam dari tong sampah yang ada di Wenceslas Square!

rothenburg photo SalahsatusudutRothenburg.jpg

Kabar baiknya, saya jadi menikmati betapa lezatnya pork knukles yang ada di Haxnbauer, Munchen, karena ada pembandingnya. Highly recommended! Pelayannya akan membawa nampan berisi banyak potongan pork knukles dengan bendera kecil tertancap harga-harganya dan kita bisa pilih mau yang mana. Kalau yang ini Anda pasti tidak lupa deh dengan nama saya, hehehe….. Tak jauh dari Haxnbauer, ada resto terkenal Hofbrauhaus, tapi anda harus booking paling gak sehari sebelumnya baru dapat tempat.

Kota Munchen sangat cantik, sayangnya kami hanya bisa semalam di sini. Kalau saja ada lebih 1 hari, popular daytrip ke Neuschwanstein, castle di atas bukit yang menjadi inspirasi kastil Sleeping Beauty dari Walt Disney ini, bisa dikunjungi. Letak Hotel Haberstock tempat kami menginap hanya berjarak 200 meter dari stasiun kereta api.

Kami mempunyai kesan khusus terhadap hotel ini karena memberikan respon yang begitu cepat, kurang dari 1 jam, saat kami mengalami “nightmare” aplikasi visa Schengen di kedubes Jerman. Tanpa balasan email konfirmasi yang dikirim saat masih jam 3 pagi di Jerman, besar kemungkinan perjalanan ini tinggal cerita kosong belaka. Pak Agung tahu persis kejadiannya.

Dari seberang hotel Haberstock bila kita berjalan lurus ke depan melewati deretan toko dan restoran kita akan tiba di pedestrian alley yang menuju ke Marienplatz. Dari situ bisa susuri kota tuanya, mulai dari simbol kota menara kembar Frauenkirche sampai dengan Karolinenplatz. Bila suka belanja barang-barang mewah bermerek, Maximilianstrasse tempatnya. Sepanjang jalan itu berjejer merek-merek terkenal. Saya sendiri lebih suka cuci mata saja, kecuali kalau pas ada sale gede, bolehlah hehehe…

Photobucket

<< Bagian sebelumnya

Lanjutkan membaca >>

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php