Cuple Work 250 x 306



 

Perjalanan Seru ke Eropa Timur

Oleh Junardi Sarmili

Bersama keluarga, Pak Junardi Sarmili melakukan perjalanan ke beberapa kota dan negara di Eropa Timur, mengikuti rute yang ada di ebook TravelHemat Eropa 2, mengunjungi Jerman, Austria, Hongaria dan Republik Ceko. Inilah oleh-oleh kisah perjalanan beliau yang dilakukan pertengahan – akhir Juli 2013 lalu.

Saya sedang di Cafe Sacher, Hotel Sacher, Wien, Austria saat kisah ini mulai ditulis. Pasti tahu ya apa yang sedang kami lakukan. Kami menikmati Sachertorte cake! Kue lapis coklat original ini betul mantap, rasanya berbeda dengan sachertorte cake kepunyaan cafe Tomaselli di Salzburg. Aromanya harum, tidak terlalu manis, lapisan dark coklatnya terasa lembut di mulut dan meleleh saat dikunyah, cocok sekali disantap dengan segelas coklat rhumMelange, kopi dengan whipped cream, sebetulnya lebih popular di sini tapi saya lebih suka coklat rhum nya. Dan bagaimana seorang young apprentice cook Franz Sacher 180 tahun lalu menciptakan cake ini diceritakan dalam daftar menu cafe.

Coffeehouses menjamur di sini karena inilah kebudayaan penduduk setempat. Tidak tanggung-tanggung usianya bisa ratusan tahun, Cafe Tomaselli di pusat kota tua Salzburg adalah salah satunya. Berdiri tahun 1700an dan bertahan hingga kini. Setelah mengitari kota Saztburg kami mampir di sini melepas lelah, kafe 2 lantai ini penuh sesak terutama di teras depan atas maupun bawah, maklum musim panas. Dari teras kita bisa menyaksikan orang yang berlalu lalang.

cafe tomaselli salzburg photo CafeTomaselliSalzburg.jpg

Augustinerkeler dan Demel’s, 2 tempat kedai kopi di Wien yang di rekomendasikan pak Agung, urung dikunjungi karena keburu kenyang dengan sachertorte-nya Hotel Sacher. Letak ke 3 kafe ini memang tidak terlalu jauh satu dengan lainnya.

Manhattan of Europe

Frankfurt adalah awal dan titik akhir perjalanan kami. Manhattannya Eropa ini bermandikan cahaya lampu saat malam dilihat dari Main Tower. Datangi MyZeil, pusat belanjanya, kita akan kagum dengan gaya arsitektur gedung yang keren dan modern, khas Jerman, sangat bagus! Dari balik gedung berkaca itu bisa terlihat puncak gereja di kota tuanya. Memang kota tua Romer tidak seistimewa kota tua yang lain, tapi menarik. Letaknya tidak jauh dari Hotel Leonardo, tempat kami menginap selama di Frankfurt, dapat dicapai dengan berjalan kaki secara santai. Di depan hotel ada restoran Malaysia “Selera” yang menyediakan rendang dan kuetiaw goreng dengan harga yang reasonable. Rasanya? Boleh dicoba. Frankfurt juga merupakan salah satu penghasil produk minuman beralkohol terbaik di Jerman, yakni Eiswein, rasanya manis aroma buah. Bisa diperoleh dengan harga lebih murah di Duty Free Frankfurt Airport.

myzeil frankfurt photo MyZeilFrankfurt.jpg

Day Trip ke Rothenburg

Day trip ke Rothenburg ternyata memang yahud. Kota tua abad pertengahan ini unik. Ada toko-toko yang khusus menjual pernak pernik Natal, komplit mau apapun ada, salah satunya yang dikunjungi di depan tokonya terparkir mobil merah Santa Claus lengkap dengan kado Natal di atas mobil. Masuk ke dalam toko, kita serasa berkeliling dalam istana dengan nuansa Natal. Tidak salah bila dalam artikelnya pak Agung mengatakan Rothenburg ini Kota Natal sepanjang tahun. Setelah berkeliling kota, ada taman hijau penuh rerimbunan pohon-pohon besar di mana kita bisa beristirahat, anginnya bertiup sepoi-sepoi bisa bikin kita tertidur di bangku-bangku taman yang banyak tersedia di sana.

Jangan lupa mencobai lokal pastry nya yang populer, Schneeballen atau bola salju, bentuk kuenya bulat berlapis gula. Keunikan lain, ada Kriminalmuseum tentang hukuman terhadap pelaku kriminal di abad pertengahan dulu.

Photobucket

Lanjutkan ke bagian 2

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php