Cuple Work 250 x 306



 

Perjalanan ke Jepang Awal Musim Semi

Oleh Junardi Sarmili & Reny

Saya dan isteri telah kembali dari perjalanan penuh kesan di Japan dengan panduan ebook TravelHemat Jepang, terimakasih ya pak.

Berikut ini saya ingin berbagi catatan perjalanan yang mungkin akan bermanfaat.

Japan Rail Pass ternyata sangat bermanfaat, selain untuk shinkansen ternyata bisa dipakai untuk naik train di central Tokyo yang dilayani JR lines. Jadi kita tidak perlu lagi membeli Tokyo Metro Card. Begitu juga di Kyoto, obyek-obyek wisata yang akan dikunjungi bisa diakses dengan mudah pakai bus, sehingga tidak perlu membeli Kyoto Sightseeing Card, cukup dengan unlimited Bus Card seharga 500 Yen/hari saja. Lumayan bisa menghemat hehehe…

Tapi di Hakone kita perlu membeli Hakone day pass supaya bisa naik bus/ropeway/boat/railway secara gratis, sedangkan di Hiroshima memang dijual tiket jenis day pass juga, tapi rasanya kurang bermanfaat. Lebih baik bayar 150 Yen per kali naik bus/tram, kecuali kalau kita akan turun naik bus/tram lebih dari 6x sehari hehehe, maka tiket day pass itu baru akan bermanfaat maksimal.


Hotel-hotel yang direkomendasikan pak Agung lokasinya sangat strategis, dekat dengan stasiun kereta terutama di Hakone, Kyoto, dan Hiroshima yang hanya berjarak 200-500 meter saja.

Hiroshima Dome Cherry Blossoms photo HiroshimaDome.jpg

Rata-rata kamar hotel di Jepang sempit-sempit, ranjang double bed-nya kecil, untung saja kami berdua “body size” nya kecil jadi bisa muat. Kecuali untuk Hotel Granvia Hiroshima ukuran kamar dan ranjangnya lebih manusiawi dan harganya juga lebih murah dibanding hotel-hotel di kota lainnya… Layanan hotel di Jepang sangat baik dan rata-rata petugasnya menguasai bahasa Inggris. Dudukan closetnya dilengkapi penghangat, bahkan ada yang bisa menyanyi lho,  dan kalau selesai mandi air panas kaca kamar mandi gak pernah buram hehehe… Orang Jepang memang amat detail dan fantastis ya!

Ada 3 makanan favorit yang paling laris di Jepang yang harus dicoba: SUSHI, RAMEN, dan TEMPURA. Kalau saya pribadi ada 1 lagi yang mau ditambahin: UNAGI. Restoran sushi memang banyak di mana-mana, tapi yang paling fresh dan murah ada di Tsukiji Fish Market (Tokyo), pusat grosir ikan dan seafood terbesar di dunia, tepatnya di Daiwa Sushi. Tapi jangan kaget antriannya bisa 1-2 jam.

Lelang Ikan di Tsukiji Market
Sebelum sarapan pagi sushi di Daiwa Sushi, saya rela bangun pagi-pagi jam 4 untuk menyaksikan ‘tuna auction’ di Tsukiji Fish Market. Train dan subway belum beroperasi pada jam tersebut sehingga saya dan istri harus rela naik taksi. Tiba jam 04.10 di Tsukiji Market, saya lihat antrean pengunjung sudah mengular. Gila! Saya pikir jam berapa orang-orang itu datang? Beberapa petugas tampak berjalan sambil mengangkat papan di atas kepala mereka yang tertulis bahwa sudah tidak ada tempat lagi untuk menyaksikan lelang karena dibatasi 120 orang saja/hari. Padahal jumlah pengunjung terus berdatangan banyak sekali. Celaka deh! Masak saya harus pulang sia-sia karena ini kesempatan terakhir saya di Tokyo berhubung sore harinya saya sudah harus ke Hakone.

Saya lihat banyak pengunjung yang kecewa, mencoba berargumen dengan petugas sambil marah-marah, tapi akhirnya diusir pulang juga. Gawat saya pikir.


Saya coba cari akal supaya bisa masuk, diam-diam saya menyelinap di dalam antrean paling buntut tanpa setahu petugas, bodoh amat pikir saya paling diomelin dan disuruh pergi resikonya hehehe… Petugas kemudian mulai menghitung jumlah pengunjung secara manual, dari depan terus ke belakang di mana saya berdiri. Sampai di tempat saya dia berhenti sejenak seolah ragu. Mungkin pikirnya, kok jumlahnya nambah hahaha… Saya hanya berdiri diam aja, saat itu dingin sekali suhu 12 C sampai  harus pakai sarung tangan. Petugasnya setengah bingung balik lagi ke depan mengulang hitungannya pelan-pelan terus sampai ke saya. Akhirnya dia mengangguk tanda setuju, bahwa saya adalah orang ke 120! OMG, thanks.

Cover TH Jepang 400 White photo CoverTravelHematJepang800white-2.jpg

Ada 2 gelombang acara pelelangan ikan yakni jam 05.30 dan 06.30, saya kebagian yang jam 05.30. Memasuki wilayah lelang kesibukan dan kegaduhan terlihat di mana mana. Ratusan tuna beku digeletakan di lantai, besarnya sungguh luar biasa, bahkan ada yang seukuran manusia. Ekornya dipotong sampai terlihat daging tuna yang berwarna merah, itulah cara mereka untuk mengetes tingkat kesegaran ikan. Bila daging ikan di ekor fresh berarti daging selebihnya dijamin fresh juga. Baru tahu saya hehehe… Lelang dimulai dengan membunyikan lonceng, petugasnya berteriak keras menawarkan ikan sehingga suasana ramai dan gaduh. Pengalaman yang sangat berharga buat saya.

Lelang Tuna di Tsukiji Market photo LelangIkanTunadiTsukijimarket.jpg

Makan Telur Panjang Umur di Hakone

Sorenya saya dan isteri telah tiba di Hakone. Di Odawara Station, kami berganti train menuju Hakone Yumoto station. Sebelumnya jangan lupa beli Hakone 2 days free pass supaya bisa gratis transportasi selama di Hakone. Di tempat hot spring ini, coba ber “onzen” ria. Dijamin badan segar sambil membandingkan “size” dengan yang lain hehehe…

Namun ada hal menarik yang mesti dicoba di sini, yakni makan BLACK EGG, telur ayam yang direbus di pusat panas bumi yang setelah matang warnanya jadi hitam karena terkena paparan sulfur. Khasiatnya? Tertulis: EAT ONE GET 7 YEARS LONGEVITY. Hahaha.. saya makan 5 telor tuh, tapi makan putih telornya 5, kuningnya 1 aja takut kolesterol. Rasanya? Cobain deh sendiri hahaha… yang pasti usia saya nambah 35 tahun!!

Menyaksikan Sakura Mekar di Kyoto

Bila pak Agung menasihati kalau diberi waktu ke Jepang 3 hari saja, pergilah ke Kyoto, saya amat sangat setuju. Kota ini amat cantik dan berbudaya! Saya sudah pernah ke sini dulu ikut rombongan tur jadi tidak merasakan aura kota yang sebenarnya. Carilah kesempatan bertemu Geiko & Maiko di Hanamikoji, telusuri sudut-sudut kota dengan panduan profesional guide saat malam tiba dalam program night walk tour in Gion, Anda pasti tidak akan menyesal.

Lanjutkan perjalanan anda menyusuri jalan-jalan sempit di pusat “night life” Kyoto yang penuh dengan restoran dan bar di Pontocho, sebelum duduk santai di bawah pohon sakura di pinggir sungai Kamo yang bersebelahan dengan Pontocho. Wah pengalaman yang luar biasa lho hahaha…

Saat musim bunga sakura (cherry blossoms), Kyoto memang luar biasa. Ada pohon sakura besar berusia ratusan tahun di Maruyama Park yang bisa dilihat gratis. Sangat cantik! Ikut serta kebiasan orang lokal ber “hanami” duduk-duduk di bawah pohon sakura sambil makan dan minum sake.

Bila perut masih belum terasa kenyang, keluar dari Maruyama Park, tepat  di depan Yasaka Shrine sebelah kanan, ada resto tempura yang ueeeenak luar biasa. Tempuranya sih sama dengan tempura lain di Jepang tapi yang istimewa GOHANNYA itu lho, nasinya pulen putih rada lengket yang bikin resto ini berbeda dengan yang lain, dihidangkan dengan kerak nasi yang sedikit hangus, bisa ditaburi ikan teri jepang di atasnya, wah nendang banget deh rasanya…. Nama restonya HACHIDAIME. Carinya gampang, lihat saja antrean panjang di depan resto. Ya itu dia tempatnya. Kami harus rela antre 1,5 jam untuk bisa makan disana, gila banget! But, it’s worth it, must try! Berasnya ternyata dijual 400 Yen/200 gram dibungkus dengan kain cantik hehehe….

Sehabis dari sana, kami menuju Philosopher Pathway naik bus, tujuannya menyaksikan bunga sakura yang paling cantik di Kyoto.

Turunlah di halte Gakukuji Temple, dan lanjutkan berjalan kaki menyusuri kanal tempat philosophy professor Nishida Kitaro melakukam meditasinya dahulu, dan sepanjang 3 kilometer kita akan tiba di Nanzenji Temple. Sepanjang jalan di pinggir kanal pohon sakura tumbuh bermekaran, sangat indah dan penuh makna. Kami menghabiskan waktu setengah hari di sini, sebelum kembali naik bus ke Kyoto Station.

Kyoto Station sendiri bangunannya sangat futuristik, jauh lebih modern dari Tokyo station, dipenuhi sejumlah restoran dan shopping center. Datanglah ke lantai 10nya, tempat makan khusus ramen yang luasnya satu lantai penuh, dan dijamin Anda akan bingung mau pilih yang mana hahaha…. tapi favorit kami adalah Hakata Ikkhousa Ramen. Lantai 11 nya juga penuh restoran tapi bukan ramen, termasuk ada satu resto tempura yang terkenal di mana banyak tokoh-tokoh pesohor dunia termasuk Bill Clinton, pernah makan di sini. Paket tempura termurahnya sekitar 3700 Yen. Mahal ya.

Hiroshima & Miyajima

Miyajima Torii photo MiyajimaTorii.jpg

Selepas 3 malam di Kyoto, kami berangkat ke Hiroshima. Sebelumnya mampir dulu melihat ratusan tori besar berjejer sepanjang jalan di Fushimi-Inari, 20 menit perjalanan train dari Kyoto station. Tempat orang Jepang memohon kesuksesan dalam berusaha. Unik dan cantik.

Setiba Hiroshima, di kepala kami hanya ada 2 hal. Mengunjungi Atomic Bomb Dome plus museum dan ke Miyajima yang terkenal dengan torii gate terapungnya. Seperti saran di ebook TravelHemat Jepang, mengunjungi Hiroshima termasuk ke Miyajima bisa dilakukan dalam 1 hari saja. Ternyata memang benar itu bisa dilakukan lho tanpa harus terburu-buru. Pagi-pagi kami berangkat ke Miyajima, siangnya ke Atomic Bomb Dome, dan malamnya bisa jalan2 di Handori Arcade dan makan malamnya khas Hiroshima: Okonomiyaki di Okonomimura. Makanan ini bentuknya seperti martabak yang terbuat dari mi atau udon di dalamnya dengan topping beragam jenis seafood, dan di atasnya diolesin saus khusus, dimasak dan disajikan langsung di depan mata kita. Enak? Mana ada makanan Jepang yang gak enak hehehehe…

Pak Agung, demikian akhir perjalanan kami sesuai rute 7 hari dari ebook TravelHemat Jepang . Kami puas, tertidur pulas di pesawat, dan tiba-tiba sudah di tanah air lagi. Kok cepat sekali ya waktu berlalu?

Salam,
Junardi Sarmili & Reny

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php