Cuple Work 250 x 306



 

Perjalanan di Berlin

Oleh Junardi Sarmili

Bersama keluarga, Pak Junardi Sarmili melakukan perjalanan ke beberapa kota dan negara di Eropa Timur, mengikuti rute yang ada di ebook TravelHemat Eropa 2, mengunjungi Jerman, Austria, Hongaria dan Republik Ceko. Inilah oleh-oleh kisah perjalanan beliau yang dilakukan pertengahan – akhir Juli 2013 lalu.

Berlin nan Metropolis

Berlin sendiri kotanya sangat luas dan metropolis. Tak mungkin disusuri dengan jalan kaki. Pilihan yang paling baik adalah ikut sightseeing hop-on hop-off melewati 20 tempat wisata sejarah dan belanja. Lengkap. Mau belanja di Ku’damnKaDeWe, Friedrichstrasse, Galeries Lafayette, Quartier 206, Alexanderplatz, Sony Center Mall, dll atau melihat sisa reruntuhan Berlin Wall, Bradenburg Tor, CheckPoint Charlie, Reichstag, Berlin Dom, dll semua dilewati bus HOHO ini.

Mungkin ada satu tempat yang rada aneh, Holocaust Memorial, dekat Bradenburg Tor, tempat seluas 2 hektar berisi deretan balok semen berbagai ukuran berjumlah 2751 balok! Tapi jangan coba2 naik ke atas balok tersebut ya karena ada beberapa petugas yang mengawasi anda.

holocaust memorials berlin photo HolocaustMemorialsBerlin.jpg

Stasiun kereta Berlin sangat moderen, futuristik, dan transparan oleh banyak kaca dan rangka besi. Semua ada di sini: bank, money changer, restoran, supermarket, loker koper, dan lain sebagainya. Kelengkapan dan kemegahan stasiun ini rasanya hanya bisa dikalahkan oleh stasiun kereta Kyoto di Jepang.

Sebelum meninggalkan kota ini, cobalah makanan para Berliner yakni Bratwurst Curry 36, ada banyak bratwurst tapi pilih saja yang ini. Saat jam pulang kantor kita bisa menyaksikan para Berliner berdiri menyantap sosis tersebut didepan gerai Curry 36. Sosis yang sudah digoreng itu dipotong-potong kemudian dibumbui bubuk curry ditambah saus tomat dan siap disantap. Bicara soal sosis, kalau anda sedang ada di KaDeWe, datanglah ke lantai 6 nya dan saksikanlah banyak sekali jenis2 sosis Jerman. Satu yang nyentrik, ada sosis berwarna hitam yang ternyata dibuat dari smoked liver. Lantai 6 ini layaknya istana makanan saking banyaknya variasi makanan: biskuit, coklat, keju, teh, roti2 dan kue kering maupun basah, selai, wine, rempah2, dllnya. Saking luasnya saya sampai sempat kesasar dan kesulitan mencari jalan keluar hehehe…

Photobucket

Lantai 7 nya ada Le Buffet, restoran dengan banyak pilihan menu, termasuk Asia, ala restoran Rosenberger di Wien. Anda pilih mau makan apa, baik yang sudah siap saji atau belum, lalu bawa ke kasir untuk dihargai baru kemudian cari meja dan makan. Praktis ya. Seperti restoran gaya Marche di Jakarta itulah. Must see!

Keluar dari KaDeWe sudah tampak U-Bahn Wittenbergplatz yang akan mengantar kami pulang ke hotel sehabis berbelanja. Stasiun tua yang dibangun tahun 1902 ini masih mempertahankan bentuk aslinya dan tampak berbeda dengan stasiun lain yang lebih moderen. Kalau diperhatikan logo Wittenbergplatz di dalam stasiun mirip atau persis sama dengan logo underground kota London. Setelah mencari tahu, ternyata memang stasiun ini donasi dari pemerintah kota London saat peringatan ulang tahun ke 50 Wittenbergplatz.

brandenburg tor berlin photo BrandenburgTor-Berlin.jpg

Perjalanan dari stasiun ini mengakhiri perjalanan kami ke Eropa Timur selama 15 hari. Menjelang tengah hari dari Berlin Hauptbahnhof kami menuju Frankfurt Airport dengan waktu tempuh 4,5 jam dan menyisakan 4 jam di airport untuk urusan tax-refund dll.

Namun kenyataannya saat tiba di airport, penerbangan pesawat Etihad EY 008 dibatalkan. Kami pun diinapkan semalam di Sheraton Bandara Hotel Frankfurt menunggu penerbangan keesokan harinya, Minggu jam 13.55 dengan Cathay Pacific via Hongkong sebelum akhirnya tiba di Jakarta Senin siang jam 13.05. Home Sweet Home.

Semoga sharing ini bermanfaat!

<< Ke halaman Sebelumnya

<< Ke Halaman Pertama

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php