Cuple Work 250 x 306



 

Menemukan Hidden Garden di Venezia

Ziarah Eropa Tanpa Ikut Tur

By Lucia Caravano

Terima kasih banyak yaaa Pak Agung TravelHemat atas supportnya…

Sepulang dari Ziarah plus petualangan di 4 negara Eropa, banyak yang terkaget-kaget dan ngatain saya “gila”.. hehehe… karena saya melakukan traveling ini hanya sendirian dan tidak bergabung dengan biro travel manapun… Tapi terbukti bahwa dengan persiapan yang matang, tidak mustahil kok melakukan perjalanan mandiri yang jelas jauuuuh lebih hematMost rewarding pula buat hidup saya…

Mas Agung melalui www.travelhemat.com sangat membantu dalam persiapan saya. Review mengenai penginapan yang murah-nyaman-aman, tempat-tempat yang menarik yang sering luput dikunjungi oleh tour-group karena tidak komersial, makanan khas yang harus dicoba, dan banyak lagi tips yang membuat perjalanan saya serruu abiiiisss…

Yang lucu, karena membaca tips tersebut, saya jadi tergelitik juga untuk menemukan hal-hal unik yang jarang diperhatikan orang/turis. Contohnya ketika menemukan Prasasti Kota/Negara Venezia di cepitan lorong daerah San Marco. Kata teman saya yang tinggal di Roma, prasasti itu sebenarnya bersejarah. Dia juga heran mengapa benda bersejarah ini tertutup sampah/barang rongsokan di cepitan toko-toko/cafe… Fotonya ada di bawah ini.

Photobucket

Di dekat San Marco, ketika mau makan siang, saya melihat ada beberapa orang duduk-duduk di sebuah gerbang tersembunyi di belakang kios-kios cindera mata. Lantaran penasaran, saya lalu masuk aja ke sana. Nggak tahunya… tempat tersebut adalah sebuah taman sunyi yang indaaahh… hanya sekitar 10 orang yang duduk-duduk di dalam taman itu sambil makan siang…

hidden garden venezia

Destinasi pertama sebenarnya adalah Lourdes - Perancis. Selain melakukan ibadah dalam berziarah ke Gua Bunda Maria, saya dan teman saya yang bermukim di Girona, Spanyol janjian ketemu di Lourdes. Nah, di Lourdes ini, saya “menemukan” bangunan unik yang tadinya lewat dari perhatian: Basilika di bawah tanah! Dari permukaan, yang tampak hanya padang rumput yang indah.. tetapi nggak tahunya di bawahnya adalah bangunan gereja yang cukup megah dan luaaas… sistem akustiknya ruarr-biaassaa….!

basilika bawah tanah lourdes

Lalu ketika di Roma, saya cukup beruntung karena kenalan saya yang sudah menikah dengan orang Italy punya waktu untuk menemani saya menyusuri gang-gang kecil di Roma. Kami banyak mengunjungi gereja-gereja ‘kecil’ yang indah dan merupakan makam para orang suci dalam agama Katolik. Tapi yang paling berkesan adalah ketika teman saya ini mengajak ke suatu tempat yang mendaki bukit di sepanjang sungai Tiber. Kalau dari Coloseum arahnya ke barat daya.

Di ujung bukit ini ada sumber air kuno yang dilindungi oleh pemerintahan kota Roma, lalu melewati bangunan megah Kedutaan Besar Republik Malta dan kami mendaki jalan pintas tak beraspal yang terbuat dari bebatuan yang disusun rapi seperti paving. Pemandangan sungai Tiber dari balik tembok saat menjelang senja sangat indah. Ternyata jalan kecil itu juga jalan kuno yang sudah ada sejak jaman Romawi, dan sengaja oleh pihak Kedutaan tetap dibuka untuk umum.

Kemudian, sampailah kami di depan sebuah taman yang menakjubkan… The Garden of Orange.. Terletak tepat di sebelah gereja Santa Sabina. Saya sudah pengen berlari masuk taman dan menikmati sunset, tapi teman saya ini malah mengajak saya berjalan terus. Dari kejauhan saya melihat ada antrian panjang, sekitar 30 orang, di depan sebuah pintu kayu besar. Bangunan itu ternyata juga masih milik Republik Malta. Saya heran orang-orang ini sedang ngantri apa? Eh nggak tahunya… mereka ngantri NGINTIP LUBANG KUNCI di pintu gerbang itu. Dan ternyata, dari lubang kunci itu kita bisa melihat lurus ke kubah Basilika Santo Petrus nun jauh di sana yang berkilauan terkena sinar matahari senja… Wuaaahhh… bener-bener “breathtaking view”… dari sebuah lubang kunci! Karena saking kecilnya lubang kunci tersebut, kita tidak bisa motret…

Sebagai obat kecewa, kami berlari lagi kembali ke Garden of Orange.. hahaha… karena 20 menit lagi taman itu mau ditutup. Ternyata Kubah Basilika Santo Petrus di Vatikan juga tampak indah dari tempat ini…

Yang menarik dari kebun jeruk ini adalah bahwa pohon-pohon jeruk di tempat ini tidak pernah berhenti berbuah sepanjang tahun… Beberapa pengunjung berusaha memetik dan memakan buahnya.. blluehhh… pahit kecut gak karuan… hahahaa… untung saya gak ngicipin karna dicegah teman saya yg sudah pernah kena kecutnya.. haha…

garden of orange

Ketika sampai di Den Haag - Belanda, saya sedikit kecewa karena kotanya kecil banget, tapi juga padat banget. Untungnya teman sekamar di Stayokay Hostel mengajak saya ke pantai Scheveningen, 20 menit dari pusat kota Den Haag naik tram nomer 1. Kalau pakai ukuran keindahan pantai, ini sih bukan apa-apa dibandingkan pantai di Indonesia… Pantainya ngebosenin abiis.. Nah, biar gak bete kedinginan (suhu udara saat itu masih 10Celcius dan berangin kencang serta gerimis pula), kami ketawa-ketiwi menikmati pameran karya seni patung perunggu yang tengah dipertunjukkan di sepanjang pantai… unik-unik dan menarik lho..

art exhibition scheveningen

Masih banyak lagi hal unik yang saya temukan sepanjang perjalanan dari Perancis, Italy, Switzerland, dan Belanda.. dan semuanya jadi sangat berkesan dan rasanya tidak akan saya dapatkan apabila saya ikutan dalam rombongan tur.

Tips tambahan dari saya: HAPALKAN P-I-N kartu Visa/Mastercard anda!!!
Banyak turis Indonesia, Malaysia, Singapore, dan Taiwan yang mengeluh bingung, karena tidak pernah ngapalin PIN credit-card mereka.. sama seperti saya juga.. Saat bertransaksi dengan akrtu kredit, banyak mesin credit card yang minta PIN. Apalagi kalau mau nitipin bagasi di loker otomatis yang tidak terima koin… semuanya harus dibayar dengan kartu kredit yang menggunakan pin. Untung saya bawa kartu debit saya yang ada logo Visa-nya yang saya hafal benar PINnya.

Demikian sharing saya… Moga aja bermanfaat…

Oya, satu lagi: Untuk keliling Eropa, transportasi yang paling saya rekomendasikan adalah menggunakan kereta api memakai TIKET EURAIL yang bisa dibeli dari travelhemat.com juga yaa…. Sangat reliable!!!

Baca juga Panduan Detil Perjalanan Hemat nan Independen ke berbagai negara di Eropa di:

Prancis 300 whiteSpanyol 300 white Turki 300 white

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php