Cuple Work 250 x 306



 

Kristal Terbesar di Dunia

Oleh Junardi Sarmili

Bersama keluarga, Pak Junardi Sarmili melakukan perjalanan ke beberapa kota dan negara di Eropa Timur, mengikuti rute yang ada di ebook TravelHemat Eropa 2, mengunjungi Jerman, Austria, Hongaria dan Republik Ceko. Inilah oleh-oleh kisah perjalanan beliau yang dilakukan pertengahan – akhir Juli 2013 lalu.

Menyaksikan Kristal Terbesar di Dunia

Meninggalkan kota Munich, kami tiba di stasiun Innsbruck. Penasaran untuk melihat langsung seperti apa Crystal Worlds atau Swarovski Kristallwelten itu. Lima belas menit kemudian bus yang berangkat dari sebelah Innsbruck Hauptbahnhof telah membawa kami tiba di sana. Antrian tidak ada saat kami tiba, sehinggakami bisa langsung masuk ke dalam dan disambut potongan kristal terbesar di dunia plus dinding kaca berukuran besar dengan kandungan 12 ton kristal!

crystalworld inssbruck photo CrystalWorldInnsbruck.jpg

Rasakan pula bagaimana situasinya bila anda dibungkus di sebuah kapsul kristal raksasa dalam kristal Dome. Artis multimedia talented asal Vienna Andre Heller melengkapi tempat ini dengan berbagai atraksi theatrical 3 dimensi sehingga pantas menjadi pertunjukan kelas dunia. Sekalipun anda bukanlah pecinta kristal seperti juga saya, anda tidak akan rugi menyempatkan diri datang ke sini.

Kunjungan ke Innsbruck tidak lengkap tanpa melihat Golden Roof yang dibangun awal abad 15 oleh Emperor Maximillian sebagai perayaan perkawinan ke 2 nya dengan Bianca Maria Sforza. Isteri pertamanya Mary of Burgundy meninggal karena kecelakaan.

golden roof inssbruck photo GoldenRoofInssbruck.jpg

Kalau diperhatikan relief-relief yang ada di bangunan tersebut tampak kedua isteri sang raja. Beberapa bangunan menarik lain di kota tua ini adalah City Tower, Hofburg, dan Hofkirche. Ada sebuah restoran tua usia 150 tahun Ottoburg tak jauh dari Golden Roof, terkenal dengan makanan lokal asal Tyrol seperti Wiener Schnitzel dan Tafelspitz.

Singgah di kota Mozart

Kota cantik ini saya katakan luar biasa beruntung mempunyai bagian kota tua, mengalir Salzach River,   musik klasik, dan bertengger benteng kuno yang melindungi kota. Inilah Salzburg, kota kelahiran Mozart. Sayang kami tidak menginap di sini, hanya lewat saja, rencananya pun hanya 5 jam tapi molor sampai 8 jam sehingga saat tiba di Wien hari sudah malam. Icon kota Hohensalzburg sudah tampak dari kejauhan, dan paling cantik dilihat dari Mirabel Garden yang saat itu penuh dengan bunga warna-warni. Wonderful. Benteng ini dapat dicapai dengan mudah naik funikular.

mirabel garden salzburg photo BerposediMirabelGardenSalzburg.jpg

Ada juga kuburan kuno tapi cantik di St. Peter’s Church yang layak disambangi. Banyak anggota keluarga kerajaan dan orang terkenal zaman dahulu dimakamkan di sini, termasuk Nannerl Mozart, kakak perempuan Mozart. Coba cari yang mana makamnya?

Di lingkungan kuburan ini ada menara yang di bagian paling atas terdapat chapel tempat ibadah tersembungi yang dibangun ratusan tahun lalu. Ongkos naik 1 Euro/orang, sedang masuk ke kuburannya free. Rumah tempat lahir Geburtshaus dan tempat tinggal Wohnhaus Mozart berada dalam lokasi yang berbeda tapi bisa dengan mudah dicari.

Kota Museum

Wien atau Vienna kami datang. Kota kosmopolitan ini sudah lama menjadi incaran kunjungan dan baru hari ini tercapai. Pagi-pagi sekali kami sudah ada di Schonbrunn, tidak masuk ke dalam hanya mengamati dari luar saja, takut bosan hehehe… dan juga kesannya tidak seistimewa istana Versailles di Perancis. Selepas Schonbrunn, acara jalan kaki dimulai dari lingkaran dalam kota tuathe Ring” dimulai dari Staatsoper, sebelumnya mampir dulu di Albertina untuk beli bird eye view Wien map, dipastikan anda akan lebih mudah keliling kota. Kota ini penuh dengan museum-museum terkenal, kalau anda penikmat museum, rasanya perlu seminggu baru habis. Kami melewatinya saja, berjalan santai di Karntnerstrasse terus sampai ke Stephensdom, Hofburg Place, Spanische Reitschule. Bergaya dan foto-foto di Donner Fountain dan Plague Column, dan mengakhirinya dengan keliling naik tram memutari the Ring dari arah luar selama 30 menit. Lengkaplah sudah.

Photobucket

Pastry memang populer di negara2 Eropa sehingga punya nilai tertentu dan kadang kebanggaan  bagi orang lokal. Di Austria bisa dijumpai biskuit Manner, wafer lapis coklat yang dibuat oleh Josef Manner ratusan tahun lalu, gak tanggung-tanggung ya usianya. Sampai-sampai ada topi, kaus, gelas, tas, pin, dll berlogo Manner dengan warna khas warna orange pink muda. Jerman pun gak mau kalah, mereka punya biskuit wafer seperti Manner, yakni Hanuta. Menurut saya Hanuta lebih enak dari Manner. Sedang Hungaria atau Ceko saya gak tahu apa, mungkin pak Agung tahu tuh. Jadi keduanya boleh buat oleh-oleh dibawa pulang.

Sebelum meninggalkan Wien, malam harinya kami sempat mampir ke Prater. Sebetulnya iseng mau tahu aja, ternyata adalah taman hiburan yang sudah agak kuno dengan beberapa restoran di dalamnya. Tiket masuknya gratis, kecuali bila mau main di salah satu wahana ya harus bayar.

<< Ke halaman sebelumnya

Ke halaman selanjutnya >>

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php