Cuple Work 250 x 306



 

Kecopetan di Kereta Api Salzburg – Budapest

Peristiwa pencopetan di atas kendaraan umum mungkin sudah banyak yang maklum dan menganggapnya bukan sesuatu yang menghebohkan. Namun bagaimana jika diri kita sendiri yang mengalaminya saat di luar negeri? Apa yang harus dilakukan jika hal itu menimpa kita? Ikuti penuturan Ibu Yanita (bukan nama sebenarnya) yang menjadi korban pencopetan saat melakukan perjalanan berkereta api dari Salzburg (Austria) ke Budapest (Hongaria).

Photobucket

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Eropa, baik bersama teman-teman sekantor ataupun bersama saudara. Pernah juga saya melakukan perjalanan ke Eropa seorang diri, menjelajah 9 negara dalam kurun waktu 20 harian.

Peristiwa yang paling tidak mengenakkan terjadi tatkala saya tengah melakukan perjalanan seorang diri tersebut, ketika sedang menumpang kereta api dari Salzburg ke Budapest. Sepanjang perjalanan saya berusaha untuk tetap terjaga dan mendekap erat tas ransel di pangkuan, karena saya sadar bahwa ketika bepergian seorang diri, sedikitpun kita tidak boleh lengah, karena ada banyak penjahat yang mengincar kita di mana pun, tak terkecuali di kereta api.

hotel murah eropa photo Hotelmuraheropa.jpg

Saat tiba di stasiun Budapest Keleti yang merupakan perhentian terakhir dari kereta yang saya tumpangi, para penumpang berkemas-kemas untuk turun dari kereta. Saya juga bergegas berdiri dari tempat duduk untuk mengambil bagasi dari kompartemen atas bangku sementara tas ransel saya gantungkan di salah satu bahu.

Serta merta wanita muda yang duduk di seberang saya dengan baik hati membantu menurunkan tas dari kompartemen tersebut dan setelahnya kami terlibat percakapan ringan seraya antri untuk berjalan keluar dari gerbong kereta.

Pada saat yang bersamaan, saya merasa punggung saya didorong oleh seseorang. Rupanya ada penumpang di belakang saya yang tengah berusaha mengambil tasnya dari kompartemen bangkunya dan karena tampaknya tasnya besar dan berat, dia terhuyung-huyung hampir jatuh.

Wanita yang barusan menolong saya menurunkan tas tersebut meneruskan percakapannya dengan saya sampai kami turun dari gerbong kereta dan berpisah.

Ketika saya berniat memindahkan ransel saya ke posisi depan (posisi yang saya tahu paling aman agar terhindar dari pencopetan), saya terperanjat mengetahui bahwa salah satu sisi ransel saya tersebut sudah robek.

Manfaat Asuransi Perjalanan photo bannermanfaatasuransiperjalanan.jpg

Segera saya mencari tempat untuk memeriksa isi ransel saya tersebut. Dan yang saya takutkan pun terjadi. Saya sudah menjadi korban pencopetan! Barang-barang yang hilang adalah smartphone dan dompet berisi KTP dan uang tunai sekitar 500 euro-an.

Seketika itu saya merasa lemas dan baru sadar bahwa wanita muda yang tadi menolong saya menurunkan tas, dan penumpang di belakang saya yang menurunkan tasnya yang berat dan hampir jatuh tersebut, BISA JADI adalah komplotan penjahat yang menjadi pelaku dari pencopetan ini.

Dalam kondisi galau berat dan sakit hati, yang saya pikirkan pertama kali adalah menghubungi TravelHemat untuk berkonsultasi mengenai apa yang harus saya lakukan saat mengalami kejadian seperti ini.

Saya bergegas mencari warnet yang ada di stasiun dan berkirim email menceritakan kejadian yang saya alami.

Pihak TravelHemat menjawab dengan cepat email saya tersebut dan memberitahu saya bahwa peristiwa kehilangan yang saya alami tersebut bisa mendapatkan penggantian dari asuransi perjalanan.

Dalam salah satu persyaratan aplikasi Visa Schengen memang ada persyaratan untuk memiliki asuransi perjalanan. Awalnya saya merasa bahwa asuransi perjalanan adalah salah satu pos biaya yang mengada-ada. Baru ketika saya mengalami hal ini, saya mengerti bahwa asuransi perjalanan sangat bermanfaat.

THS07 - TravelWallet Small photo THS07Small.jpg

Travel Wallet - tersedia TERBATAS hanya di www.TravelHematShop.com

Dengan panduan via email dari tim TravelHemat yang selalu membalas email yang saya kirimkan dengan cepat, saya pun melaporkan kejadian ini ke kantor polisi setempat untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan resmi dari pihak kepolisian. Untuk pelaporan ke kepolisian ini harus dilakukan tidak lebih dari 24 jam setelah kejadian ya agar nantinya proses klaim asuransi perjalanan bisa berlaku.

Dan ketika tiba kembali di Indonesia, dengan bantuan tim TravelHemat, saya pun dibantu untuk mengurus klaim kehilangan saya tersebut ke pihak asuransi.

Catatan:

Jika Anda pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke luar negeri, jangan ragu untuk membagikannya kepada orang lain. Silakan emailkan pengalaman Anda kepada kami di support[@t]TravelHemat.com agar bisa kami bantu untuk merangkaikannya menjadi tulisan yang bisa dibaca dan bermanfaat untuk banyak orang.

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php