Cuple Work 250 x 306







 

Jadi Tur Leader Dadakan di Eropa

By Harpina Diansari

(Direktur Biro Perjalanan di Pekan Baru)

Di Royal Palace Den Haag

Berpose di Depan Royal Palace - Den Haag - Belanda



Saya memiliki sebuah agen perjalanan di Pekan Baru, Riau sejak tahun 2004. Jasa yang kami tawarkan mulai dari penjualan ticketing domestic, international, haji & umroh, Star Cruise, rent car, golfing, umroh, tour inbound, tour outbond, pengurusan visa, passport dan dokumen lainnya.

Benar adanya kenyataan yang mengatakan: Allah itu Maha Adil. Di balik kesempurnaan yang kita miliki, pasti ada kekurangan. Begitu juga yang terjadi pada diri saya. Selama ini perusahaan yang selalu saya pimpin sebagai direktur merangkap tour leader , hampir setiap bulannya ada permintaan tur ke berbagai Negara Asia , mulai Singapore, Malaysia, Thailand , China (Beijing, Shanghai, Hongkong, Shenzen, Macau, Kunming, Guangzhou, dan lain-lain) sudah sering saya kunjungi, bahkan 1 bulan bisa mencapai 4-5 kali keberangkatan ke Bangkok dan Negara asia tenggara lainnya. Untuk Eropa , jarang sekali… Saya hanya pernah membawa group ke London , Turki dan Stutgart - Jerman . Artinya.. tidak semua Negara pernah saya kunjungi seperti banyaknya negara dan kota yang telah Mas Agung jejaki).



Nah kali ini cerita saya bermula, dari rencana salah satu kantor pemerintah kota di mana saya tinggal. Mereka punya rencana memberangkatkan 20 orang rombongan untuk mengikuti event Tong-Tong Fair yang tiap 1 tahun sekali diadakan di Den Haag - Belanda .

Singkat cerita, mereka juga pingin ke negara-negara Rropa lainnya selain Belanda mumpung berada di Negara Schengen . Di lain sisi saya sangat senang sekali menerima job tersebut. Namun, saya juga merasa canggung dan takut jika ada terjadi masalah di sana, karena saya murni belum pernah menginjakkan kaki ke Belanda .

Nah, untung saya punya hobi browsing internet. Saya ketemu deh dengan website TravelHemat.com - nya Mas Agung.. Disini saya mulai menjajaki satu persatu obyek wisata khususnya Eropa yang ditawarkan Mas Agung lewat serial e-book Travel Hemat .

Terus terang banyak banget manfaat ebook tersebut bagi saya pribadi dan travel saya. Saya print semua ebook tersebut dan saya baca serta pelajari setiap detail berikut semua petunjuk di dalam e-book, khususnya yang serial TravelHemat Eropa 1 dan TravelHemat Paris yang ditulis Mas Agung.

Saking seriusnya…. mulai sebelum berangkat sampai dalam perjalanan di pesawat, bahkan sampai tiba di Belanda saya selalu membaca, tahap demi tahap semua info yang ada dalam ebook tersebut. Terus terang, group saya ini memang sudah dihandle oleh salah satu agen perjalanan di Eropa yang menjadi partner saya selama di Belanda, Belgia dan Prancis sesuai request saya dengan mereka. Semua fasilitas mulai hotel , bus, makan dan tour sudah diatur oleh mereka.

Tapi maklum, namanya Eropa kan tidak sama dengan di Indonesia atau Asia Tenggara. Setiap harinya kalo kita tour di Indonesia atau Asia Tenggara, selalu ada guide yang menemani kita sepanjang perjalanan. Beda dengan di Eropa, tour guide bekerja hanya 1 atau 2 hari saja, itupun hanya 2-3 jam per harinya, bukan full day 8 jam. Selebihnya tour arrangement dilakukan sendiri oleh tour leader bersama driver. Ini karena upah seorang tur guide perharinya bisa mahal sekali di Eropa (sekitar Euro 150/hari!! ). Itu pun mereka berkerja biasanya hanya max. 3 jam. Alhasil saya sebagai pemimpin rombongan dituntut untuk bisa menguasai setiap medan itinerary yang akan kita kunjungi nanti.

Di Musee du Louvre Paris

Di Depan Musee du Louvre - Paris - Perancis



Lewat serial e-book yang Mas Agung tulis, saya pelajari setiap detail obyek wisata yang akan saya kunjungi, seperti : Dam Square , National Munument, Madame Tussaud di Amsterdam, Volendam serta Madurodam, Binnenhof, Pantai Scheveningen, City Hall, Royal Palace (di Den Haag). Yang gak kalah serunya adalah tatkala melewati areal seronok di Amsterdam.. he..he..he ke Amsterdam Red Light District . Yang ini paling seru diantara objek wisata seru lainnya…. susah deh menceritakan dengan kata-kata…. Apalagi ternyata anggota group saya pada ’menghilangkan diri’ di area ini mungkin karena rasa penasaran kalee, ha…..ha….ha…

Melalui e-book yang say abaca dari TravelHemat.com , saya ada bekal pengetahuan beberapa obyek wisata yang bisa saya ceritakan dengan group mengenai obyek wisata disana, karena murni gak ada lokal tur guide yang menemani. Berbekal e-book mas Agung, saya yang ceritakan sendiri dan menerangkan ke peserta beragam obyek wisata yang kami kunjungi sehingga kayaknya sata sudah sering aja ke Belanda. Padahal, ini benar-benar baru pengalaman pertama saya, hehehe…. cuma berbekal keberanian dan kemauan mencari pengetahuan banyak dari membaca e-book TravelHemat -nya mas Agung. Hehhehehe……

Nah episode yang Belanda, saya akhiri dulu. Nanti kita sambung episode yang ke Brussels di Belgia dan Paris di Prancis , bersama sahabat baik saya di sana.

Catatan:

Udah tahu kan enaknya jadi tur leader??? Bisa traveling GRATIS ke berbagai negara, terus dibayar lagiii… Nah, Temukan Rahasia HEBAT Cara Menjadi Tour Leader + Mendapatkan Pendapatan Besar dari profesi Tur Leader, DI SINI!

TourLeaderGuide.com - bannerpromo468x90pixel

Baca Bagian ke 2 dari tulisan ini >>>