Francisca: Pemenang Jalan2 GRATIS ke KL (3)
Hanya Beli E-Book Rp 100 Ribuan, Ke KL GRATIS (3)
By Francisca
Sandal, Botol & Banner Ikutan Antri SkyBridge
Hari Ke 3 – Lapar Mata Berbuah Belanja
Untuk ke sana KLCC kami tidak bisa naik monorail yang stasiunnya dekat hotel, tapi harus naik kereta lain (saya lupa namanya apa, karena kebanyakan untuk di ingat2.. he he ) kami harus berjalan agak jauh, seperti kemarin waktu mau mencari gereja.
Kami tiba di KLCC sekitar jam 7 an, ternyata sudah banyak yang antri, padahal loket buka jam 8.30, ternyata dari hasil dengar sana dengar sini, pengantri pertama sudah antri sejak pukul 5 pagi.. wow mereka ber-25, dan antri untuk naik jembatan jam 2 siang… Saya jadi tambah penasaran, seberapa bagusnya sih jembatan itu??? Menurut suami saya, ini cara pemasaran yang baik, yaitu membuat orang penasaran.. gratis dan terbatas.. Demi antri, maka saya mengantrikan sandal saya, bannernya pak Agung, botol minumnya Bu Eva dan lain-lain.
Sejalan dengan bertambahanya waktu, pengantri juga bertambah banyak, padahal loket belum juga buka, dan mengenai jam bukanya loket, informasinya simpang siur, ada yang bilang jam 8, jam 9.. selanjutnya mengenai berapa karcis yang boleh diperoleh setiap orang yang antri, ada yang mengatakan lima, ada yang hanya dua… sehingga kami memutuskan untuk antri berempat.. biar aman..
Selama antri ternayat ada bule yang putus asa, karena mereka (berdua) datangnya pada saat antrian sudah padat sekali, merea mengantri di daerah depan, padahal seharusnya di belakang. Oleh petugas mereka disuruh antri di barisan belakang, tapi yang wanita tidak mau, dan mengetakan sesuatu ke suaminya, kira2 sih dia mengatakan kalau kita antri di belakang, ya pasti nggak kebagian karcis, mending di sini aja, ada kemungkinan nyerobot… he he.. Siapa bliang bule selalu taat aturan/ displin.. Namun akhirnya mereka antri ke belakang karena dipaksa oleh petugas..
Jam 8.30 loket dibuka, dan kami dapat giliran naik ke jembatan pada jam 9.15… wah happy banget, sebelum naik jembatan, kami diajak nonton mengenai pembuatan menara kembar tersebut, dengan menggunakan kaca mata 3D.. setelah itu kami, sekitar 20 orang, naik lift.. dan tibalah kami di jembatan tersebut… akhirnya..
Di atas jembatan, kami ( berdelapan) berfoto dengan membawa banner TravelHemat.com yang dibawa oleh Pak Agung jauh-jauh dari Surabaya. Setelah berfoto2 dan menyebarang jembatan.. kami dipanggil karena waktunya habis… yahhhh.. antri 2 jam untuk 10 menit J.
Dari KLCC, kami ke KL Sentral, menikmati makan pagi setengah siang (brunch). Makanannya sangat khas Malaysia, ada lemang, ketupat sayur, ayam goreng, telur setengah matang kesukaan saya, roti bakar, teh tarik.. yummy…..
Dari KL Sentral kami ke Batu Caves.. Tempat ini adalah tempat suci umat Hindu..untuk menuju ke kuil ada 272 anak tangga yang harus dinaiki.. awal mulanya saya sama sekali tidak berniat untuk naik ke atas… Tapi karena motivasi dari pak Agung.. ( thanks pak Agung, that’s what friend are for!!!), saya dan pak Lukman berhasil menaiki 272 tangga… eh ternyata sesampainya di atas, masih ada tangga lain…
Pemandangan di atas sangat indah, saya tidak menemukan kata2 untuk menyatakannya pokoknya indah.. sejuk.. dan nampaknya tempat ini dipakai sebagai upacara untuk mempersembahkan bayi, ada banyak foto2 bayi yang kepalanya digundul dan dilabur semacam bedak berwarna kekuning2an, dan pada saat itu ada beberapa bayi yang sedang mengikuti upacara entah apa namanya.
Di depan Batu Caves, ada patung besar berwarna emas, sebetulnya saya berniat membeli miniatur dari patung tersebut, karena di dalam gua saya lihat banyak dijual. Namun karena sebleum naik saya melihat ada satu toko yang cukup besar maka saya berniat membeli di toko tersebut seusai ’pendakian’ ke kuil. Namun ternyata, di toko tersebut tidak ada patung yang saya cari.. terpaksa batal deh beli suvenir khas Batu Caves..
Di sekitar Batu Caves, banyak orang berjualan, antara lain kelapa muda. Wah cocok sekali.. udarannya sangat panas, minum air kelapa, segar.. Harga satu kelapa muda 3 ringgit.
Selain kelapa muda banyak yang berjualan kue2 warna warni., bernmacam2 kacang… sebetulnya saya pingin beli, tetapi pengalaman saya biasanya saya hanya lapar mata.. Namun akhirnya saya beli juga , snack seperti mie, campur berbagai macam kacang, yang ternyata enak.. Menyesal deh cuma beli sedikit.
Dari Batu Caves kami naik taxi kembali ke KL. Rencana awal sih mau pulang ke hotel, tapi karena mendengar pak Tomi cerita, bahwa kemarin beliau ke SOGO KL dan ada sale, wah saya jadi tergoda.. Jadi dari Batu Caves kami langsung ke SOGO KL (dekat dengan hotel). Di sana kami janjian untuk ketemu lagi di bagian depan SOGO jam 14:30.
Ternyata benar apa yang dibilang Pak Tomi. Banyak sale, tas baju.. terutama tas Bonia, baju Bonia, dan lain-lain… Wah, saya jadi mata keranjang… Terpaksa (hehehe….. ‘terpaksa’) saya beli lagi tas Bonia. Suami saya ketularan juga, beli baju, kaos Bonia.. dan sepatu Bonia… Hehehehe…. belanja juga akhirnya…. Harganya cukup miring, diskonnya sampai 70%..
Setelah selesai belanja… kami berencana pulang ke hotel naik taxi untuk selanjutnya mengambil barang dan melanjutkannya ke KL Central. Ternyata jalan ditutup, kalau tidak salah ada balap sepeda.. Batallah ke KL sentral naik taxi, karena taxi nggak bisa lewat.. Jadi kami terpaksa naik monorail, hahaha….. Naik turun tangga lagi…
Setelah naik monorail melalui 2 stasiun, pak Tomi baru sadar kalau HP dan chargernya ketinggalan di hotel.. terpaksa mereka balik ke hotel…
Di KL Sentral, kami tidak dapat langsung naik bus, karena tempat yang tersedia hanya tinggal 4 seat, jadi kami harus menunggu bis yang berikutnya.. yang menyebabkan capek di KL adalah udaranya puanas dan lembab..
Nah di airport kami sedikit menemui kesulitan karena pentunjuknya kurang jelas… cek in counternya untuk ke Jakarta ternyata terletak di bagian domestic.. Oya bandara di KL ada dua, LCCT (low cost carrier terminal) yang melayani penerbangan domestik dan international hanya khusus AirAsia, dan KLIA ( Kuala Lumpur International Airport), untuk penerbangan internasional selain AirAsia..
Di LCCT tidak tersedia garbarata, jadi kalau hujan, mereka sudah siap dengan payung2 warna merah (warna khas AirAsia) yang cukup banyak. Hal ini juga yang menyebabkan AirAsia bisa menekan biaya sehingga tiketnya bisa murah.

Payung Gratis… Payung Gratis…
Di airport, pak Agung, bu Eva, pak Herie dan pak Suganda makan fish and chip, sedangkan saya dan suami minum susu coklat. Wah memang enak tuh susu coklatnya..
Setelah selesai makan, kami masuk ke dalam. Di tiket, ruang tunggu kami adalah nomer 5 , sedangkan pak Agung di nomer 11 (karena Pak Agung melanjutkan perjalanan ke Singapura). Wah saya pikir ini terpisah seperti di pada umumnya bandara lainnya Ternyata, ruang tunggu penumpang di LCCT jadi satu gedung, hanya pintu keluarnya aja yang beda, mirip seperti bandara Juanda Surabaya jaman dulu.
Di bandara ada toko manisan , nah saya menyesal banget nggak beli banyak, saya cuma beli satu ons. Dan ternyata, manisannya enak banget..
Jam 7 pesawat kami boarding untuk kembali ke tanah air…. Good bye KL, good bye teman2..miss u so much.. muaacchh muaacchh…

Wajah-Wajah Lelah Menunggu Penerbangan Pulang ke Tanah Air
Kesan2 Selama Perjalanan:
Ini adalah traveling kami yang TERHEMAT… kalau tidak termasuk belanja ini itu, jadi hanya untuk transportasi dan makan…kami berdua hanya menghabiskan sekitar 300- 400 ringgit….
TravelHemat.com benar2 menyediakan hadiah yang sip….
TravelHemat.com benar2 merupakan panduan yang sip untuk traveler yang ingin travelling tanpa harus menguras isi kantong..
Usul: kalau menunggu hadiah dari pak Agung untuk bisa jalan-jalan bareng lagi ke LN, kayaknya sih masih lama…. Bagaimana kalau pak Agung mengadakan tour tapi yang unik2 pak.
Sukses TravelHemat.com.. Jalan-jalan hemat dan makan-makan hemat…





