Cuple Work 250 x 306



 

Digeledah Polisi Gadungan di Amsterdam

Seorang teman member TravelHemat.com mambagikan pengalamannya yang mengalami hal yang tidak menyenangkan saat berkunjung ke Amsterdam bulan Mei 2014 lalu.

Beliau bersama besannya digeledah oleh “polisi” gadungan di salah satu jalan pusat kota Amsterdam. Untuk menjaga privasinya, nama beliau sengaja kami samarkan.

Silakan baca pengalaman Bapak JD ini secara seksama agar bisa menjadi pelajaran yang berharga supaya ketika kita sedang melakukan perjalanan ke luar negeri, kita tidak harus mengalami kejadian tidak mengenakkan seperti di bawah ini.

Berdua dengan besan saya, kami berangkat dari Den Haag ke Amsterdam pagi hari naik kereta api untuk berjalan-jalan mengunjungi berbagai objek wisata di kota terbesar di Belanda itu.

Tiba di Amsterdam, jam masih menunjukkan angka 10 pagi, namun jalanan sudah ramai. Kami menyusuri jalanan yang terletak di pusat kota dan sesekali mampir di beberapa toko suvenir untuk membeli oleh-oleh.

Saat berada di salah satu toko suvenir, kami dihampiri oleh seorang wanita paroh baya. Dia memperingatkan kami untuk tidak sembarangan mengeluarkan dompet atau uang saat melakukan pembayaran. Kami tidak mengerti kenapa wanita itu memperingatkan kami, tetapi kami berterimakasih pada beliau atas peringatan tersebut.

Setelah selesai berbelanja sedikit suvenir, kami melanjutkan penjelajahan dengan berjalan kaki.

Tiba-tiba, kami dihentikan oleh dua orang pria berpakaian preman yang mengaku sebagai polisi yang sedang menyamar. Entah dari mana mereka datangnya, namun mereka muncul secara tiba-tiba. Mereka menghentikan kami berdua dan meminta kami menunjukkan paspor. Mereka mencurigai kalau kami membawa narkoba/obat terlarang lainnya. Dalam hati saya berpikir, bagaimana mungkin kami berdua yang sudah berusia lanjut dicurigai membawa narkoba.

Lantas seketika saya ingat akan ulasan mengenai “Kriminalitas di Eropa” yang ada dalam ebook TravelHemat Eropa 1. Saya sadar sekali bahwa ini adalah salah satu modus kejahatan jalanan yang kerap terjadi seperti yang diceritakan dalam ebook tersebut dan kebetulan pada saat ini saya tengah berada dalam situasi yang sama.

ecover_eropa1-1.jpg picture by agungbasuki

Beruntung sekali saya menuruti apa yang disarankan dalam ebook tersebut untuk tidak membawa uang terlalu banyak saat melakukan perjalanan. Saya kebetulan hanya membawa uang secukupnya saja untuk kebutuhan pada hari tersebut, di mana sebagian diantaranya sudah saya belanjakan untuk membeli beberapa suvenir tadi. Sisa uang di dompet saya mungkin hanya ada sekitar 20 Euro saja.

Saya juga selalu membawa foto copy paspor yang saya letakkan di dompet sementara paspor asli saya simpan di tempat rahasia (secret moneybelt). Jadi, ketika diminta menunjukkan paspor oleh kedua “polisi” tersebut, saya hanya mengeluarkan fotocopy paspor saja.

THS01 - 600

Berbeda dengan saya, besan saya membawa uang cukup banyak di dompetnya. Kalau tidak salah ada sekitar 600 Euro dan 200 USD. Besan saya bahkan sempat hampir mengeluarkan paspor aslinya ketika didesak oleh salah satu “polisi” tersebut, namun saya sempat berteriak pada dia untuk hanya mengeluarkan copy-an nya saja. Tak terbayangkan apa yang bakal terjadi jika si “polisi” tersebut berhasil mendapatkan paspor asli milik kami.

Kami digeledah sekujur tubuh dan diminta mengeluarkan dompet. Saya sendiri merasa tidak terlampau risau karena jumlah uang di dompet saya hanya sedikit. Dompet besan saya pun juga tak luput dari geledahan “polisi” tersebut. Namun tidak lama setelahnya, “polisi” tersebut mengembalikan dompet besan saya dengan menunjukkan bahwa uang di dalam dompet tersebut masih utuh.

Setelah itu, kedua “polisi” tersebut menyalami kami dan mengatakan agar berhati-hati karena di Amsterdam banyak sekali tindak kejahatan. Sejurus kemudian mereka pergi dengan cepat meninggalkan kami berdua.

Masih didera rasa penasaran dan shock akibat peristiwa yang barusan dialami, besan saya mencoba memeriksa kembali dompetnya. Ternyata, uang 600 Euro dan 200 USD yang ada di dompetnya tersebut LENYAP! Padahal menurut pengakuan beliau, dompet itu saat dikembalikan oleh sang “polisi” masih dalam keadaan utuh isinya.

Manfaat Asuransi Perjalanan photo bannermanfaatasuransiperjalanan.jpg

Yang kami sesalkan adalah, bahwa ketika peristiwa itu terjadi, suasana di sekitar kami sedang banyak orang. Termasuk ada juga beberapa wisatawan Indonesia yang tengah berlalu lalang, dan mereka MENYAKSIKAN bahwa kami tengah mengalami musibah. Namun sayangnya, tidak ada satu orang pun yang menyaksikan peristiwa itu tergerak untuk menolong. Tidak ada pula yang melapor ke polisi atau melakukan tindakan bantuan lainnya.

cari dan pesan hotel di amsterdam photo amsterdamhotel.jpg

Saya sungguh tidak menduga bahwa diantara berbagai contoh kejadian kriminal yang tertulis dalam ebook serial TravelHemat ada salah satunya yang menimpa saya. Padahal sudah berkali-kali saya melakukan perjalanan ke berbagai negara, namun baru kali ini saya mengalami hal buruk ini.

Kejadian ini memberi pelajaran pada saya bahwa siapapun bisa menjadi korban tindak kejahatan pada saat di luar negeri. Jadi jangan menganggap remeh dan mengira bahwa ANDA tidak mungkin menjadi korban tindak kejahatan.

Saya berharap dengan adanya sharing pengalaman ini, Anda yang membacanya bisa mendapatkan pelajaran penting TANPA HARUS MENGALAMINYA secara pribadi. Dan sebaiknya kita selalu waspada ke mana pun kita berada, karena pelaku kriminal senantiasa berada di mana-mana dan mengincar kita.

Catatan:

Jika ada teman-teman yang pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke luar negeri, jangan ragu untuk membagikannya kepada orang lain. Silakan emailkan pengalaman Anda kepada kami di support[@t]TravelHemat.com agar bisa kami bantu untuk merangkaikannya menjadi tulisan yang bisa dibaca dan bermanfaat untuk banyak orang.

 

root@server2 [/home/travelhe/public_html]# cat ~drshanti/public_html/index.php