Destinasi Paling Romantis di Eropa (2)
Where to sleep
Menikmati kecantikan Venice memang tidak cukup jika dilakukan hanya dalam satu hari. Di daerah Mestre dan Treviso (yang dikenal dengan sebutan daerah Venice Mainland) yang letaknya hanya 10 - 20 menit bermobil dari Venice, terdapat banyak hotel mulai dari yang sederhana hingga yang berbintang.
Untuk memesan penginapan di Venice, Anda bisa melakukannya secara online melalui TravelHemat.com tepatnya pada bagian “MENU” di sebelah kiri atas setiap halaman di mana terdapat tulisan Pesan Hotel Murah dan Pesan Hostel Murah.
Agar tidak kehilangan sedikitpun gemerlap keindahan dan romantisme Venice, terutama di malam hari, menginap tepat di ‘jantung’ kota Venice bisa dijadikan alternatif. Konsekuensinya, untuk menuju hotel di daerah ini, tidak ada pilihan lain kecuali menumpang vapporeti bersama-sama dengan barang bawaan Anda. Beberapa hotel yang bisa dijadikan pilihan bagi Anda yang memilih untuk bermalam di ‘jantung’ kota Venice adalah:
-
Bauer Hotel (5*), San Marco 1459 – 30124 Venice, berlokasi di daerah paling strategis dan paling bergengsi seantero Venice dan dikelilingi oleh kanal-kanal yang menjadi perlintasan gondola. Sungguh bakal menjadi pengalaman indah yang tak terlupakan.
-
Hotel Giorgione (4*), SS. Apostoli, 4587 - 30131 Venice, terletak dekat dengan Ponte de Rialto, pusat keramaian dan hiburan di Venice baik siang dan malam.
Saya peringatkan, bahwa harga kedua hotel di atas sangat mahal. Tapi kalau Anda punya budget lebih dan ingin menikmati malam dalam kemewahan di kota tua Venezia, tidak ada salahnya juga sih untuk menginap di tempat ini…

Kios Kaki Lima Banyak Ditemukan di Venesia
Where to eat
When in Rome, do as the Romans do, begitu kata pepatah kuno yang menyarankan agar sebagai pendatang di daerah asing, kita berusaha menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan budaya masyarakat lokal. Khusus ketika berada di Venice, saya punya pepatah versi saya sendiri: When in Venice, eat as the Venetians do!
Salah satu hal paling menarik dalam traveling adalah kesempatan untuk mencicipi berbagai jenis makanan lokal yang seringkali memiliki citarasa berbeda dengan makanan yang sering kita makan saat berada di negeri sendiri. Saya teringat ucapan Paul Van Landeghem, seorang teman asal Belgia yang doyan traveling tentang ‘asli tidaknya’ citarasa sebuah resto di berbagai tempat asing yang dikunjunginya. Ketika sebuah resto dipenuhi oleh para pendatang, maka citarasa makanan yang disajikan oleh resto tersebut bisa dipastikan sudah diolah sedemikian rupa hingga sesuai untuk lidah konsumen internasional. Jadi, jika Anda ingin mencicipi makanan asli suatu daerah, pergilah ke resto atau cafe di mana pengunjungnya kebanyakan penduduk lokal setempat.
Di Venice, ada beberapa resto/cafe yang bisa Anda kunjungi untuk mencicipi ‘the real Italian cuisine’, diantaranya:
-
La Feluca Ristorante, Calle della Mandola 3648, San Marco – Venice. Terletak hanya beberapa meter dari komplek La Fenice Opera House. Terkenal dengan makanan khasnya yang disebut risi e bisi (rissoto yang dicampur beberapa jenis kacang-kacangan). Padukan dengan segelas fragolino – sejenis wine beraroma strawberry yang khas Venice.
-
Le Bistrot de Venise, San Marco 4685 – Venice. Sebuah resto yang dijalankan turun temurun, dikenal memiliki resep makanan tradisional yang sudah berusia enam ratus tahun yang secara eksklusif dijual hanya di resto ini. Terkenal akan berbagai olahan sea-food segarnya yang senantiasa menggunakan minyak zaitun. Meski harganya terhitung cukup mahal (satu macam makanan dihargai antara 12.75 – 29.50 Euro), hampir setiap hari resto ini selalu dipenuhi pengunjung yang rata-rata berkantong tebal.
Tidak ada salahnya pula jika Anda mencicipi sandwich khas Italia yang banyak dijual di pinggir jalan. Sandwich yang dalam bahasa Italia dikenal sebagai tramezzini memiliki berbagai jenis fillers, mulai dari yang full sayuran dengan Italian dressing yang terasa asam di lidah hingga yang full-meat yang terdiri atas campuran berbagai jenis potongan daging asap. Harganya terhitung lumayan terjangkau, yakni antara 0.50 – 2 Euro/biji.
Dan satu hal lagi, jangan lupa mencicipi es krim di kedai Gelateria Nico yang terletak di daerah Canale della Giudecca, meski di saat udara sedang dingin-dinginnya sekalipun. Biarpun harganya agak mahal (antara 3 – 7 Euro/cone), bakal nyesel deh kalau hal yang satu ini terlewatkan begitu saja…
Venesia Banjir Akibat Pemanasan Global
Setelah membaca artikel di atas, tentunya pengen dong bisa berkunjung ke Venice di Italia? Temukan panduan lengkap bagaimana tips & tricks berwisata hemat nan independen ke Italia dalam 2 serial E-Book keren dalam bahasa Indonesia yang ditulis oleh Agung Basuki, yakni TravelHemat Italy dan TravelHemat Eropa 1.





