CERITA SERU JALAN–JALAN GRATIS KE KL 24-26 APRIL 2009 (Bag. 2)
Hari Kedua, Sabtu 25 April 2009
Genting Highlands & Belanja Cinderamata Mur-Mer di ChinaTown
Berpose Di Genting Highlands
Hari ini rencananya kami hendak ke Genting Highlands. Namun lantaran ada diantara peserta yang sudah pernah ke tempat ini sebelumnya, maka rombongan terpisah menjadi 3. Ibu Francisca dan suami memilih untuk berkeliling KL. Saya menyarankan beliau untuk ikut dalam program tur KL Hop-On-Hop-Off di mana kita bakal diajak untuk berputar-putar keliling kota KL menumpang bus double decker (mirip dengan yang ada di Sydney dan London) mengunjungi 26 object wisata penting yang ada di KL selama seharian penuh.
Sementara itu, Bapak JS. Wibisono dan istri yang juga sudah pernah ke Genting Highlands, memilih untuk berjalan-jalan sendiri dan menemui teman mereka yang ada di KL.
Akhirnya, hanya kami ber-4 saja yang berangkat ke Genting Highlands, yakni saya sendiri, Ibu Eva dan suami, serta Bapak Herie.
Perjalanan menuju Genting Highlands ditempuh dalam waktu 75 menit dengan menumpang Bus Genting Express dari pelataran parkir stasiun KL Sentral.
Tiba di stasiun bus Genting Highlands, perjalanan disambung lagi dengan menggunakan cable car (gondola) untuk mencapai pusat hiburan keluarga paling populer di Malaysia, yang sengaja dibangun di atas ketinggian 1000 meter lebih dari permukaan laut.
Perjalanan menggunakan cable car yang memakan waktu sekitar 30 menit ini merupakan sensasi tersendiri, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melakukannya. Apalagi, pemandangan alam yang terhampar sepanjang perjalanan sungguh indah karena kereta gantung yang kami tumpangi melintasi hutan lebat yang banyak terdapat di lereng Genting Highlands tersebut.
Tak heran apabila Ibu Eva dan Pak Suganda banyak mengabadikan perjalanan tersebut melalui video camera, meski Ibu Eva sendiri mengaku bahwa dia takut akan ketinggian.
Tiba di puncak Genting Highlands, saya segera membawa mereka mengunjungi berbagai komplek hiburan menarik yang ada di sana. Diantaranya: Indoor Theme Park di mana terdapat roller coaster yang memiliki lintasan seru di dalam sebuah gedung besar nan megah, sarat dengan cafe, restoran, museum, shopping mall maupun arena permainan lainnya. Di Indoor Theme Park ini juga bisa disaksikan berbagai miniatur icon berbagai negara seperti Patung Liberty dan Times Square (USA), Menara Eiffel mini (Prancis), bahkan Menara Petronas mini (Malaysia). Ada juga mini canal meniru apa yang terdapat di Venezia (Italy).
Untuk acara makan siang, kami berempat memilih Hainan Restaurant yang terletak di dekat Museum Ripley’s Believe It or Not. Restoran ini memang adalah favorit saya dan setiap kali ke Genting Highlands, saya senantiasa menyempatkan diri untuk bersantap di tempat itu. Makanan unggulan mereka adalah Roeasted dan Steamed Chicken yang disajikan dengan nasi khas Hainan yang terasa gurih. Namun kali ini, saya kelupaan mengorder salah satu makanan penutup favorit, yakni Honey Sago Melon, yang memiliki citarasa luar biasa. Makanan penutup yang satu ini sangat saya rekomendasikan untuk dicoba!
Selesai makan siang, saya menunjukkan kepada teman-teman sekalian pintu masuk ke Casino Genting. Lantaran tidak ada yang pengen mengadu peruntungan di casino, maka kami melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Outdoor Theme Park yang tak kalah serunya dari Indoor Theme Park.
Kira-kira jam 4 sore, kami berempat sepakat untuk mengakhiri kunjungan di Genting Highlands. Dengan mengendarai cable car yang sama, kami kembali ke pelataran parkir bus Genting Express. Namun sebelumnya, kami mengunjungi sebuah outlet penjualan manisan yang terletak di stasiun kedatangan cable car. Di tempat ini Ibu Eva dan Pak Herie sempat membeli beragam jenis manisan yang rata-rata dijual dengan harga MYR 3.00 – 6.00 per 100 gramnya (1 MYR = +/- Rp 3.000).
Icip-Icip Manaisan GRATIS!!
Perjalanan dengan Genting Express kembali membawa kami hingga ke KL Sentral. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan menuju Petaling Street, yang dikenal sebagai pusat belanja murah meriah pernak-pernik khas Malaysia.
Di tempat itu, kami berempat bertemu dengan Ibu Francisca dan suami beserta Bapak JS. Wibisono dan istri. Kami kemudian berbelanja berbagai suvenir yang harganya sungguh murah. Bayangkan, sebuah miniatur menara kembar Petronas berwarna perak yang dibungkus dengan kotak eksklusif, awalnya ditawarkan dengan harga MYR 15.00/biji. Namun dengan sedikit tawar menawar, saya bisa mendapatkan suvenir unik ini dengan harga hanya…. MYR 8.00/biji! Kemudian, saya juga melihat beragam jenis T-Shirt yang kualitasnya bagus banget (dari segi materi kainnya dan juga kualitas gambarnya), ditawarkan hanya dengan harga MYR 5.00/biji.
Sayangnya, untuk membeli T-Shirt tersebut, kami kalah cepat dengan serombongan turis lain (asal Indonesia juga) yang dengan ’gegap gempita’, memborong semua T-Shirt tersebut hingga ludes. Ketika saya tanyakan ke salah satu dari mereka, berapa harga yang mereka dapat…. ehm, untuk 1 buah T-Shirt, mereka mendapatkannya dengan harga MYR 3.50 saja! WOW…. murah sekali ya!
Acara makan malam di restoran lokal sehabis berbelanja merupakan ajang untuk melepas lelah sekaligus merasakan kenikmatan kuliner setempat. Kami memilih sebuah depot di tepi jalan yang menurut Bu Francisca, sangat direkomendasikan oleh temannya yang adalah penduduk KL. Dan memang, apa yang dikatakan oleh teman Bu Francisca tadi benar sekali. Makanan yang kami pilih rata-rata enak, berporsi besar dan harganya pun murah meriah! Untuk 8 orang, biaya makan + minum teh tarik, saya hanya perlu merogoh kocek sebesar MYR 56.00 saja!
Selesai makan malam, kami kembali ke hotel. Sebelumnya Pak JS Wibisono mengusulkan untuk besok pagi kami mengunjungi SkyBridge yang ada di Menara Kembar Petronas.
Kunjungan ke tempat ini sih tidak dipungut biaya apapun. Namun yang menantang menurut beliau adalah, bahwa tidak semua orang bisa berkunjung ke sana. Sudah 2 kali Pak JS Wibisono sekeluarga pernah mencoba untuk mengunjungi SkyBridge, namun selalu gagal. Saya sendiri yang sudah beberapa kali ke KL, belum pernah berkesempatan mengunjungi SkyBridge. Ini juga membuat peserta yang lain jadi penasaran. Apa sih yang membuat kunjungan ke SkyBridge di Menara Petronas jadi sangat istimewa? Ikuti ’perjuangan kami’ di perjalanan Hari Ketiga di KL!
Antre Tiket SkyBridge, Mendaki 272 anak tangga di Batu Caves + Last Minute Shopping di SOGO KL >> Klik Di Sini!







