Ternyata ada cukup banyak email yang masuk ke TravelHemat.com menanyakan gimana cara membandingkan harga hotel yang benar. Banyak diantaranya yang minta diajarin step-by-step nya supaya nggak salah. Nah, maka dari itu kali ini saya putuskan untuk membuat posting tentang langkah Step-By-Step melakukan pembandingan harga hotel yang kita inginkan lengkap dengan screen shot-nya untuk setiap langkah.
OK, ikuti langkah-langkah di bawah ini ya…
1. Klik >> http://www.TravelHematShop.com/hotelmurah.htm
(Catatan: Untuk memudahkan pencarian di lain waktu, sebaiknya Anda Bookmark atau Tandai halaman situs tersebut).
2. Setelah halaman situs terbuka, masuklah ke kotak pencari (search box) dan isikan data-data seperti:
· Destination: kota tujuan kita
· Hotel name: nama hotel yang diinginkan
· Check-in: tanggal check-in
· Check-out: tanggal check-out
· Guests: jumlah orang/tamu yang menginap
· Rooms: jumlah kamar yang akan dipesan
3. Setelah semua informasi di atas terisi, tekan tombol “Search”.
Catatan: Ada kalanya jika Anda menggunakan internet browser IE 8 atau 9 (Internet Explorer) maka setelah Anda menekan tombol “Search” hasil pencarian tidak tampil sempurna. Saran saya, sebaiknya gunakan browser Mozilla Firefox agar bisa menjalankan proses pencarian hotel ini dengan sempurna.
4. Maka Anda akan dibawa ke halaman ini yang akan terbuka di tab (halaman) baru di komputer Anda.
5. Supaya hasil pencarian lebih spesifik, Anda bisa melakukan penyortiran/penyaringan dengan cara mengatur parameter di bagian kiri dan atas halaman, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
6. Pilih hotel yang Anda inginkan, dan tekan tombol “Select”.
7. Setelah menekan tombol “Select”, maka akan muncul deretan harga hotel dari berbagai situs yang berbeda. Ingat, jangan terkecoh dengan harga termurah yang tampak di sana. Saya sarankan Anda klik semua tombol “Go” atau “Select” yang ada di sana untuk langsung membandingkan setiap harga yang ditawarkan oleh masing-masing situs dan mengetahui fitur-fitur apa saja sih yang ditawarkan.
8. Maka selanjutnya akan terbuka tab (halaman) baru di layar komputer Anda seperti terlihat di gambar di bawah ini. Proses ini akan berlangsung beberapa saat tergantung kecepatan koneksi internet Anda.
9. Selanjutnya Anda akan dibawa ke halaman hotel yang bersangkutan dari berbagai situs pemesanan hotel online terkemuka di dunia. Anda tinggal membandingkan harga-harga yang ditawarkan di sana berikut fasilitas yang diberikan oleh berbagai situs pemesanan hotel online tersebut. Juga lihat lokasinya apakah dekat dengan fasilitas transportasi umum atau tidak. Jika Anda sudah merasa sreg dengan salah satu penawaran yang diberikan oleh situs pemesanan hotel online yang ada di sana, maka Anda bisa melanjutkan dengan proses “Booking” seperti biasa. Namun jika Anda ingin mencari pembandingan harga hotel lainnya lagi, Anda bisa mengulangi pencarian dari STEP 1 di atas.
Saya sarankan Anda benar-benar memanfaatkan fasilitas GRATIS ini agar bisa mendapatkan harga termurah untuk hotel yang Anda inginkan. Ada hampir 1 juta hotel, apartment maupun villa di seluruh dunia yang bisa Anda bandingkan harganya secara langsung tanpa dikenakan biaya apapun….
Halooo….
Di tahun 2009 lalu TravelHemat.com telah memberangkatkan para pemenang TravelHemat GRATIS ke Kuala Lumpur – Malaysia.
Di tahun 2010, TravelHemat.com juga telah memberangkatkan para pemenang TravelHemat GRATIS ke Macau.
Dan di tahun 2011 ini, TravelHemat.com melakukan perjalanan bersama para pemenang TravelHemat GRATIS ke Bangkok – Thailand.
Nah, tahun depan (2012), TravelHemat.com berencana melakukan perjalanan bersama para pemenang TravelHemat GRATIS ke AUSTRALIA!! Jangan sampai kali ini pun Anda melewatkannya yaaa… Periode I program Liburan GRATIS ke Australia bakal berakhir 30 APRIL 2011 ini. Silakan baca S&K untuk berpartisipasi dalam program Liburan GRATIS ke AUSTRALIA dengan mengklik banner di bawah ini.
Untuk kuis berhadiah kali ini, tersedia *6 suvenir khas Thailand* yang saya pilih dan beli langsung di Bangkok untuk 6 pemenang (melalui cara diundi) yang akan dikirimkan ke alamat masing-masing pemenang. Jawaban kuis ditunggu paling lambat tanggal 30 April 2011 yaaa. Foto hadiah bisa dilihat di bawah ini…
Pertanyaan Kuis:
1. Ke manakah saya dan 3 orang peserta perjalanan TravelHemat GRATIS Bangkok di hari terakhir (hari ke-4)perjalanan ke Bangkok?
2. Apakah nama pasar tradisional yang hanya buka di akhir minggu yang kami kunjungi di hari ke-2 perjalanan ke Bangkok?
3. Apa nama istana musim panas di Ayutthaya yang kami kunjungi di Hari ke-3 perjalanan ke Bangkok?
4. Apakah nama pertunjukan kesenian yang ditonton oleh Ibu Berthy pada malam hari tanggal 3 April 2011?
5. Di tulisan yang dibuat oleh Ibu Herastuty, terdapat foto sebuah makanan khas Thailand yang sangat terkenal. Foto makanan apakah itu?
Jika bingung menjawab pertanyaan di atas, silakan baca kembali artikel kisah perjalanan teman-teman pemenang untuk menemukan jawabannya di:
http://www.travelhemat.com/ber-11-ke-city-of-angels/
http://www.travelhemat.com/liburan-gratis-ke-bangkok-bersama-travel-hemat/
http://www.travelhemat.com/traveling-gratis-ke-bangkok/
http://www.travelhemat.com/perjalanan-gratis-ke-bangkok/
Nah, jangan lupa pula untuk menuliskan data-data di bawah ini untuk pengiriman hadiah in case Anda menjadi pemenangnya!
Nama Lengkap:…..
Alamat Lengkap (Kota + Kode Pos):…..
No. HP Yang bisa dihubungi (jika kurir nyasar):….
Silakan kirimkan jawaban pertanyaan tersebut di atas + data pengiriman hadiah ke alamat email travelhemat@yahoo.com, ingat… jangan lewat dari tanggal 30 April 2011 yaaa. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 5 Mei 2011. Jadi harap cek email Anda pada hari tersebut.
Saya tunggu yaaa jawaban kuisnya…
Agung Basuki
Oleh Herastuty Sidikirana
Pemenang TravelHemat GRATIS ke Bangkok (2010/2011)
Sekitar bulan September 2010 lalu saya menerima email dari TravelHemat tentang pengumuman undian jalan2 ke Bangkok, setelah saya buka ternyata ada nama saya, karena tidak percaya jadi saya email balik ke mas Agung pemilik travelhemat.com dan ternyata berita itu benar.
Awal mula saya berkenalan dengan travelhemat dikarenakan saya suka jalan-jalan, namun selama ini sering pakai tour travel yang sangat tergantung panduannya dan seringkali tidak sesuai selera saya. Kemudian saya coba cari-cari di internet dan ketemulah dengan situs travelhemat.com ini yang selain membuat panduan jalan-jalan ke hampir seluruh negara tujuan wisata juga memberikan hadiah gratis jalan-jalan ke luar negeri. Dengan kata lain mempraktekkan langsung ebook panduan karya mas Agung.
Kali ini tanggal 1 - 5 April 2011 saya pergi dengan rombongan pemenang ber-10 orang, sebagian berangkat dari Surabaya dan sebagian dari Jakarta, malah 1 orang sempat ketinggalan pesawat dan tetap nyusul keesokan harinya he he he hee …… penasaran gitu.
Selama di Bangkok kami mengunjungi tempat-tempat wisata dan belanja seperti pasar tradisional Chatucak yang hanya buka Sabtu dan Minggu (sorga belanja bagi mereka yang cari barang murah), MBK, Siam Paragon, dll serta yang paling asyik ya jalan kaki serta naik BTS (monorail). Maunya sih pengen naik tuktuk (becak motor khas Thailand), tapi takut dibawa terbang sopirnya karena kelihatannya kalo mereka lagi nyetir ‘sungkan’ nginjak rem.
Soal makanan …….? Thailand memang sorganya, semuanya enak, dari makanan tradisional, seafood, serta buah-buahan yg semuanya besar dan manis.
Yang jelas, asyik sekali membaca ebook panduan travelhemat dan sekaligus mempraktekkan panduan itu, apalagi mas Agung mendampingi dan mempraktekkannya.
Tahun depan mudah-mudahan dapat undian lag dan bisa ikutan praktek lagi, tunggu aku ya mas Agung, tapi jalannya jangan kenceng-kenceng, hehehe….. Terimakasih
Oleh Berthy Wahyu Astuti
Pemenang TravelHemat GRATIS ke Bangkok 2010/2011
Meskipun bukan untuk yang pertama, perjalanan saya ke Bangkok kali ini sungguh sangat menyenangkan. Tak lain dan tak bukan, karena kali ini saya berjalan-jalan bersama rombongan dari Travel Hemat. Dan lebih menyenangkan lagi, biaya perjalanan saya juga ditanggung oleh Travel Hemat, karena saya beruntung memenangkan undian Travel Hemat periode 2010/2011. Terima kasih ya, Pak Agung.

Jumlah pemenang undian Travel Hemat ke Bangkok kali ini sebenarnya ada 6 orang, tapi hanya 4 orang yang akhirnya bisa berangkat, sedangkan 2 orang lainnya berhalangan. Di samping pemenang, ada 6 orang lainnya yang juga ikut tur ke Bangkok kali ini. Sehingga total ada 11 orang, termasuk Pak Agung yang merangkap sebagai tour leader.
1 April 2011
Rombongan kami berangkat dari 2 bandara berbeda, yaitu Jakarta dan Surabaya. Tapi kami sudah diatur oleh Pak Agung untuk bertemu di Suvarnabhumi Airport, Bangkok sebelum bersama-sama naik BTS menuju hotel di daerah Phaya Thai. Hotel tempat kami menginap sangat strategis karena lokasinya dekat sekali dengan stasiun BTS. Dengan berjalan kaki kurang lebih 5 menit dari stasiun BTS, kami sudah sampai di hotel. Karena saat itu kami belum mengantuk, setelah check in di hotel kami sepakat untuk ngobrol-ngobrol dulu sekalian mengatur rencana untuk esok paginya. Dan malam itu kami ditraktir makan malam oleh Pak Agung di salah satu restoran yang ada di dekat hotel.
2 April 2011
Perjalanan hari ini dimulai dengan wisata belanja ke Chatuchak Market. Chatuchak adalah pasar serba ada yang sangat besar dan lengkap. Dari produk fashion, makanan, alat-alat rumah tangga, alat olah raga, suvenir sampai binatang peliharaan semua ada di pasar ini. Harga barang-barangnya juga sangat murah jika dibandingkan dengan harga toko atau mal. Dan yang lebih penting lagi kita bisa menawar harganya. Sayangnya, pasar ini hanya buka di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Karena itulah, kami berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengeksplorasi setiap kios di pasar tersebut. Dan ternyata 3.5 jam yang kami lewatkan rasanya masih belum cukup untuk menuntaskan seluruh hasrat belanja, meskipun kedua tangan telah penuh tentengan berisi hasil perburuan di sepanjang lorong-lorong pasar. Tapi apa daya, kami harus segera melanjutkan program acara berikutnya.
Dari Chatuchak rombongan kembali ke hotel untuk menyimpan barang-barang belanjaan. Dan karena sudah lapar, kami memilih makan siang di dekat hotel. Sebagian besar dari kami memesan padthai (sejenis kwetiau goreng, khas Thailand) yang disajikan bersama sayur-sayuran. Kalau kita sering memberi istilah ”Bangkok” untuk menggambarkan segala sesuatu yang berukuran ekstra besar, tampaknya itu memang tepat. Kali ini kami melihat buktinya. Di Bangkok tidak hanya durian dan buah-buahan lain yang ekstra besar, sayuranpun ikut-ikutan berukuran jumbo, termasuk taoge yang dicampur dalam padthai yang kami pesan. Ukurannya bisa 2 kali lipat dari taoge Indonesia.
Setelah mengisi ”bahan bakar”, kami melanjutkan lagi wisata belanja ke MBK dengan melintas 2 mal besar, Siam Paragon dan Siam Discovery sambil ngadem setelah setengah hari berkeringat. MBK adalah salah satu mal di Bangkok yang katanya paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dari Indonesia. Di MBK kami langsung menuju ke lantai 6, lagi-lagi untuk berburu suvenir. Ternyata, di lantai ini selain suvenir, juga dijual produk-produk fashion, tas-tas ransel dan koper. Sebenarnya saya agak tertarik untuk membeli tas ransel yang ada rodanya, sehingga bisa ditarik. Tapi akhirnya rombongan kami malah membeli beberapa tas ransel warna-warni dengan motif bunga-bunga yang sangat lucu. Dan tentu saja dengan harga yang sangat terjangkau.
Dari MBK, kami naik BTS lagi menuju area di sekitar sungai Chao Phraya. Disambung dengan menggunakan boat kami menuju ke Wat Pho, salah satu Wat terbesar di kota Bangkok. Biasanya di sini ada jasa Thai Massage yang sangat terkenal. Saya juga sudah membayangkan akan dipijat selama 30 sampai 60 menit, sayangnya sore itu tempat pijatnya sudah tutup. Jadi kami hanya melihat-melihat ke dalam wat, di mana ada patung Budha tidur yang sangat besar dan kemudian berfoto di halaman wat. Wat Pho, juga merupakan tempat pendidikan biksu. Makanya di sana-sini kita banyak melihat biksu, mulai dari usia anak-anak sampai dewasa.
Keluar dari Wat Pho, kami duduk di pinggiran sungai Chao Phraya untuk menunggu sunset. Konon bayangan Wat Arun, kuil yang ada di seberang sungai sangat cantik di waktu sunset. Sayangnya, sore itu posisi matahari dari tempat kami tidak tampak tegak lurus di belakang Wat Arun. Sehingga kami agak pesimis dan menduga bayangan yang akan terbentuk juga tidak akan bagus. Karenanya kami memutuskan untuk segera naik boat untuk kembali ke arah kami datang. Tapi ternyata dalam perjalanan dengan boat ini kami malah sempat menangkap bayangan Wat Arun dilatarbelakangi oleh matahari senja yang mulai turun. Tidak sempurna, tapi cukup indah untuk diabadikan kamera.
Acara kami selanjutnya adalah mencari tempat makan malam, sambil berjalan-jalan di sekitar area Ratchadamri. Kami mampir sebentar di Erawan Shrine. Di tempat ini banyak orang berdoa dan melakukan pemujaan. Banyak dupa dibakar, sesaji serta bunga-bungaan di sekitar patung. Di salah satu teras terbuka di area tersebut tampak beberapa orang berdoa, dan diiringi tari-tarian oleh beberapa gadis penari. Sepertinya mereka yang berdoa di sini, juga memberikan persembahan berupa uang.
Dari Erawan Shrine, Pak Agung membawa kami makan di food court salah satu mal. Saya lupa nama malnya, karena sudah sangat lapar dan tidak memperhatikan lagi. Hehehe, Di situ kita harus membeli voucher seharga tertentu sebelum memesan makanan di counter-counter yang tersedia. Masing-masing dari kami diberi Pak Agung voucher bernilai 120THB, bebas dipakai untuk membeli makanan di food court tsb. Dan ternyata setelah kami kenyang, kebanyakan nilai voucher kami belum habis sehingga bisa kami belikan air minum untuk dibawa pulang. Lumayan untuk bekal jalan-jalan besok.
3 April 2011
Program acara kami pada hari ketiga ini adalah tour ke luar kota Bangkok, yaitu mengunjungi Ayutthaya. Ibu kota negara Thailand sebelum Bangkok, yang dahulu hancur karena serangan tentara Burma.
Kami dijemput pagi-pagi di hotel dengan mobil van dan kemudian pindah ke bus pariwisata bergabung dengan peserta tur yang lain. Tujuan pertama kami di Ayutthaya, adalah istana Bang Pa In, sebuah istana musim panas Raja Thailand. Kompleks Istana Bang Pa In terdiri dari beberapa bangunan yang terpisah-pisah di area yang cukup luas. Sehingga sebagian dari kami memilih menyewa mobil – semaca mobil golf – dengan biaya 400THB selama 1 jam, yang bisa dipakai untuk berempat untuk mengelilingi seluruh kompleks istana. Istana Bang Pa In sangat indah, ada perpaduan istana berwarna emas, istana kayu warna pastel, kuil-kuil berwarna terang seperti warna-warna kelenteng, taman air dan hamparan rumput hijau serta taman bunga.
Dari Istana Bang Pa In, kami menuju Wat Mahathat, kompleks yang terdiri dari sisa-sisa runtuhan wat-wat akibat diserang oleh pasukan dari Burma. Salah satu obyek menarik di kompleks Wat Mahathat adalah patung kepala Budha yang terbelit akar pohon. Bagaimana prosesnya sehingga patung kepala Budha ini bisa terbelit di dalam akar pohon, silahkan ditebak sendiri.
Dari kompleks Wat Mahathat kita diajak ke tempat di mana kita bisa naik gajah. Di tempat ini juga ada tempat latihan gajah-gajah muda untuk bisa beratraksi mengikuti musik yang diputar. Beberapa peserta tour menyempatkan diri untuk naik gajah, sebagian lainnya duduk-duduk santai sambil makan minum di restoran atau rumah-rumah istirahat di tepi kolam sambil melihat gajah yang berjalan keliling membawa beberapa orang di punggungnya. Pemandangan yang cukup menarik.
Setelah sekitar 1 jam, kami semua kembali ke bus untuk menuju ke dermaga tempat bersandarnya kapal yang akan membawa kami kembali ke Bangkok. Di kapal ini tersebut sudah disiapkan makan siang yang bisa kami nikmati sepuasnya. Berbagai makanan yang lezat terhidang di atas meja saji dan tinggal kami pilih sesuai selera. Hehehe… kami benar-benar merasa seperti orang kaya, bisa menikmati wisata dengan cruise walaupun hanya sekitar 2 jam, sepanjang Sungai Chao Phraya, dari Ayutthaya menuju Bangkok. Dan tentu saja karena rata-rata kami baru pertama kali naik cruise seperti ini, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto baik di dalam kapal maupun di atas dek terbuka. Benar-benar pengalaman yang luar biasa.
Selain untuk kepentingan wisata, sungai Chao Phraya hingga sekarang masih dimanfaatkan sebagai salah satu jalur transportasi. Banyak kapal-kapal pengangkut material bangunan atau batubara kami lihat berlayar berjajar dengan kapal yang kami tumpangi. Mungkin kalau di Indonesia, sungai Chao Phraya sebesar Sungai Musi di Sumatra.
Kami tiba kembali di Hotel sekitar pukul 16.30. Karena selanjutnya adalah acara bebas, maka masing-masing sudah punya rencana sendiri-sendiri untuk menghabiskan hari itu. Bagi yang belum puas berbelanja, masih bisa menyempatkan diri mengunjungi Pratunam market, di mana suvenir dan barang-barang juga dijual dengan harga yang cukup miring. Saya dan seorang teman akan menonton Siam Niramit show, yang tiketnya sudah saya pesan seminggu sebelumnya lewat internet (dengan harga sekitar 500THB lebih murah dibanding membeli tiket langsung di lokasi).
Menurut saya, Siam Niramit adalah show yang sangat spektakuler, di mana perpaduan tari-tarian dengan tema sejarah Thailand dan beberapa selingan pelajaran baik-buruk serta gambaran surga dan neraka dikemas dengan sangat luar biasa. Kolaborasi musik, setting panggung yang sangat dinamis dan berubah sangat cepat, seperti panggung yang tiba-tiba berubah menjadi aliran sungai atau sawah yang berubah warna dari hijau menjadi kuning dan penuh dengan bulir-bulir padi, bagi saya adalah sesuatu yang luar biasa dan belum pernah saya lihat di Indonesia. Tentu saja faktor penari-penari cantik dengan kostum berwarna-warni yang dengan sangat lincah terbang dan melayang ke sana ke mari di sekitar area panggung juga salah bagian terbaik dari show ini. Tidak sedikit binatang dilibatkan dalam pertunjukan ini, seperti gajah yang tiba-tiba muncul di antara penonton, juga ayam dan kambing yang berlarian melintasi panggung. Sebuah pertunjukan yang sayang untuk dilewatkan ketika sedang berada di Bangkok. Sayangnya, sepanjang pertunjukan kita dilarang mengambil foto ataupun video. Bahkan kamera dan handy cam harus dititipkan di tempat penitipan khusus kamera sebelum masuk ke tempat pertunjukan. Tapi jangan khawatir, sebelum pertunjukan dimulai, kita juga bisa melihat atraksi tari-tarian yang digelar di pelataran terbuka dan di situ kita boleh bebas memotret. Setelah pertunjukan selesaipun, para penari yang cantik-cantik juga berjajar di luar gedung, dan siap difoto dengan siapapun yang berminat, tanpa dikenai biaya.
4 April 2011
Ini adalah hari terakhir di Bangkok. Peserta tur dibebaskan untuk memiliki acara sendiri-sendiri sampai waktunya untuk berangkat ke airport. Saya dan beberapa peserta tur menuju Khaosan Road, salah satu area turis yang suasananya mirip Legian Bali. Sepanjang jalan Khaosan Road dipenuhi dengan toko-toko suvenir, fashion, bar, hotel, guesthouse serta agen-agen tur yang terkenal murah. Khaosan Road lebih meriah di waktu malam, karena pada siang hari para turis lebih banyak mengunjungi obyek-obyek wisata yang hanya buka pada siang hari. Sehingga tidak heran ketika kami datang masih banyak kios-kios dan lapak-lapak yang belum atau baru mulai buka. Buat saya pribadi, salah satu daya tarik Khaosan adalah aneka makanan yang dijajakan di sepanjang jalan. Saya sebenarnya mencari ketan mangga yang biasanya banyak di area tersebut, namun saat itu saya tidak menemukan. Sebagai ganti saya menemukan padthai, spring roll, jus buah dan kue-kue yang mirip jajan pasar Indonesia.
Dari Khaosan Road, saya masih sempat mengunjungi Grand Palace dan National Museum. Di National Museum ini disimpan kereta-kereta dan tandu-tandu yang biasa dipakai untuk arak-arakan keluarga kerajaan, termasuk pada upacara kematian. Mungkin semacam upacara Ngaben kalau di Bali. Sayangnya, saya tidak bisa berlama-lama di kedua tempat ini karena ada sms dari teman yang sudah lebih dulu kembali ke hotel. Katanya jalanan ke arah hotel macet sekali. Akhirnya setelah foto-foto sebentar di luar museum, kami segera memanggil taxi untuk mengantar kami kembali ke hotel. Untungnya kepadatan lalu lintas saat itu tidak terlalu parah dan kami bisa sampai di hotel sejam sebelum waktu yang ditargetkan.
Sekitar jam 14.30 kami bersebelas menuju bandara, lagi-lagi dengan BTS dari stasiun Phaya Thai. Karena tiba awal di bandara, kami masih punya banyak waktu sampai tiba saat check in. Kami manfaatkan saat itu untuk berfoto-foto dan makan malam bersama terakhir di bandara. Selesai makan, kami check in, ke bagian imigrasi serta menuju tempat tunggu masing-masing sampai panggilan boarding tiba. Selamat tinggal Bangkok, sampai ketemu lagi teman-teman, terima kasih Pak Agung dan Travel Hemat untuk liburan gratisnya. Moga-moga kita bisa reuni lagi di acara jalan-jalan lainnya.
By Richard Bambang Setiawan
(Pemenang TravelHemat GRATIS Bangkok 2010/2011)
Perjalanan para pemenang “TravelHemat GRATIS Bangkok Periode 2010-2011” kali ini sungguh sangat spektakuler. Walaupun hanya 4 orang dari 6 pemenang yang akhirnya bisa berangkat tetapi jumlah rombongan keseluruhan meningkat lebih dari 100% menjadi 11 orang. Hal ini disebabkan karena para pemenang sangat bersemangat dan percaya diri untuk mengajak serta orang-orang yang mereka sayangi untuk ikut serta dalam perjalanan ke ‘City of Angels’ kali ini, jumlah tersebut merupakan peningkatan yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan perjalanan para pemenang “undian Travelhemat GRATIS Macao Periode 2009/2010” pada tahun yang lalu.

Rangking tertinggi dan ini patut diacungi jempol diraih oleh saya sendiri, hehehe…. Richardus B. Setiawan karena telah berhasil mengajak 4 orang peserta, rangking berikutnya ditempati bersama-sama oleh ibu Berthi Wahyu Astuti yang mengajak 1 orang temannya dan ibu Herastuty Sidikirana yang mengajak serta suaminya. Rombongan oleh pak Agung dibagi menjadi 2 kloter keberangkatan, yaitu: 8 orang berangkat dari Bandara International Juanda Surabaya dan 3 orang berangkat dari Bandara International Soekarno – Hatta Jakarta.
Ada dua insiden kecil pada saat keberangkatan rombongan kali ini, yaitu : [1] penundaan keberangkatan selama lebih kurang 60 menit untuk kloter Surabaya, akan tetapi insiden ini menghasilkan hikmah yang sangat bagus, karena akhirnya kedua kloter menjadi hampir bersamaan tiba di Bandara Internaional Suvarnabhumi Bangkok dan [2] tidak hadirnya mbak Pipi Pujiani di Cengkareng sampai dengan pesawat Airasia kita tinggal landas. Dari ibu Berthi saya baru tahu bahwa mbak Pipi terjebak kemacetan menjelang tiba di Bandara Soekarno – Hatta, sehingga beliau terlambat 30 menit dari jadwal keberangkatan pesawat dan terpaksa menginap di Hotel Bandara untuk bisa menyusul keesokan harinya dengan pesawat Garuda pukul 09:30 wib.
Perjalanan dari Jakarta ke Bangkok ditempuh dalam waktu 3 jam 30 menit tanpa gangguan yang berarti dan tepat pada pukul 19:50 waktu setempat pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di Suvarnabhumi. Untuk Anda yang pernah pergi ke Bangkok pasti anda sepakat dengan saya, bahwa Suvarnabhumi Airport Terminal adalah bandara dengan lorong paling panjang sedunia, untung saja banyak tersedia eskalator disini yang bisa membantu perjalanan kita sejak keluar dari perut pesawat sampai ke bagian imigrasi. Selesai urusan dengan imigrasi, saya dan ibu Berthi bisa segera bergabung dengan pak Agung di meeting point, selanjutnya perjalanan kila lanjutkan dengan Airport Rail Link yang baru beroperasi sejak awal tahun 2011 yang lalu yang berangkat dari Level 1, menuju ke Phaya Thai Station Terminal di Bangkok.
Kejutan pertama langsung diberikan oleh pak Agung pada hari pertama kita ada di Bangkok yaitu dengan mentraktir kita semua makan malam “Thom Yam” di Sawadhika Thai Sea Food Restaurant yang ada disebelah kiri Hotel Florida di Phaya Thai, tempat kita semua menginap selama kita berada di Bangkok.

Acara kita di Bangkok hari kedua diawali dengan kunjungan ke Chatuchak Market yang buka hanya pada hari Sabtu dan Minggu, dengan menggunakan Sky Train dari BTS Phaya Thai ke Mo Chit. Bagi Anda yang hoby belanja dan ahli menawar disinilah sorganya, anda bisa menemukan barang apa saja di pasar ini dengan harga yang sangat murah (tapi sekali lagi hanya bagi anda yang ahli menawar, karena penawaran awalnya umumnya hampir sama dengan barang-barang yang ditawarkan ditempat lain), mulai dari baju, kaos, jaket, celana, tas, sepatu olah raga, sandal, perhiasan, souvenir, patung, bahkan sampai ke kucing dan anjing, juga sepatu bekas pakai bisa anda jumpai ditempat ini. Dari Chatuchak kita kembali ke hotel untuk menyimpan belanjaan dan makan siang, selanjutnya perjalanan kita lanjutkan ke MBK Center untuk cuci mata dan lagi-lagi belanja, sebelum akhirnya kita melewatkan matahari terbenam di Wat Arun (The Lining Budha) dan makan malam di BC Ratchadamri.
Hari ketiga di Bangkok kita harus bangun pagi-pagi sekali dan sarapan cepat-cepat, karena tepat pukul 06:30 kita sudah dijemput untuk menuju titik kumpul bagi wisatawan manca negara yang akan ke Ayutthaya. Perjalanan ke Ayutthaya dengan menggunakan bus ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam 15 menit. Obyek Wisata pertama yang kita kunjungi di Ayutthaya adalah “The Bang Pa-in Palace” Istana musim panas “Summer Palace” yang dibangun oleh Raja Prasat Thong pada abad ke 17. Seperti istana Thailand pada umumnya, komplek istana ini juga terdiri dari dua bagian, yaitu istana bagian luar yang bisa dikunjungi umum dan istana bagian dalam yang tidak terbuka untuk umum. Istana luar terdiri dari [1] Ho Haem Montien Devaray (Golden Palace of The God King), [2] Sabakarn Rajaprayom (Assembly Hall for Royal Relatives), [3] Aisawan-dhipaya-asana Pavillion (The Divine Seat of Personal Freedom) dan [4] Phra Thinang Varobhas Bimarn, Residential Hall (Excellent a nd Shining Heavenly Abode), sementara Istana dalam dipisahkan oleh jembatan dengan istana luar. Dari Istana ini kita melanjutkan kunjungan ke komplek candi Ayuttaya yang tadinya sudah hancur total dan dicoba dibangun kembali oleh Perdana Menteri Taksin sewaktu dia sedang berkuasa. Dari komplek candi Ayutthaya kita melanjutkan perjalanan ke tempat atraksi gajah.

Perjalanan kembali ke Bangkok kita lakukan dengan menumpang kapal (cruise) menyusuri sungai Chao Phraya sekaligus makan siang di kapal ini. Sungguh pengalaman menarik dan berkesan yang tidak pernah akan saya lupakan, bersantap siang di kapal layaknya “Onnasis”. Tepat pukul 16:00 kapal yang kita tumpangi merapat di dermaga di Bangkok dan dengan kendaraan yang tadi pagi menjemput kita, kita diantar kembali ke hotel. Menjajal menumpang “tuk-tuk” kendaraan khas Bangkok, seperti bajai di Indonesia akan tetapi sedikit agak panjang, sangat memacu adrenalin saya. Acara makan malam kita lewatkan dengan makan bersama di local restourant di Phaya Thai.
Acara hari keempat di Bangkok adalah “free program”. Untuk itu para peserta dibebaskan kemana mereka mau pergi, asal pada pukul 15:00 sudah kembali ke hotel, karena kita akan bersama-sama menuju ke Suvarnabhumi untuk kembali ke Indonesia. Dengan dua buah taxi ibu Bherti, mbak Pipi, ibu Tuty, pak Herman, ibu Reny, pak Sonny dan putranya Dea menuju ke Khaosan, sementara saya, mas Herry, mas Burhan dan pak Agung dengan Sky Train ke Jim Thomson. Tepat pukul 16:00 kita semua sudah tiba kembali di Suvarnabhumi Airport Terminal. Acara kita selama 4 hari 3 malam di ‘City of Angels’ kita akhiri dengan jamuan santap malam bersama di Bandara International Suvarnabhumi Bangkok. Selesai acara makan malam kita langsung menuju ke pasport control. Pesawat menuju ke Surabaya berangkat dari gate E-9, sedangkan pesawat ke Jakarta berangkat dari gate F-2.
Perjalanan yang sangat mengesankan, semoga kita semua bisa bersama-sama lagi dalam program LIBURAN GRATIS KE AUSTRALIA pada tahun 2012 nanti.
Panduan Mendapatkan Harga Hotel Termurah Di Seluruh Dunia >>> KLIK DI SINI!
Oleh Burhanuddin Hamid Darmaji
Pemenang ‘TravelHemat GRATIS ke Bangkok 2010/2011
Ketika sebagian besar orang merasa lebih “save” traveling keluar negeri dalam grup yang well organized oleh travel agent, saya merasakan sebaliknya, lebih “save” traveling sendiri / independent. Haruskah definisi “save“ lebih kita operasionalkan? Boleh, siapa takut! Karena menurut saya, apapun definisinya tetap saja “lebih save” traveling sendiri, entah itu dipandang dari sisi lebih save dana, experience, itinerary and so on, saya ngotot ya? Okelah… kalau anda belum percaya pada saya, silahkan anda buktikan sendiri dari sekian banyak testimoni di situs TravelHemat.com.
TravelHemat.com adalah salah satu yang bertanggung jawab terhadap persepsi saya tentang traveling independent. Lebih lanjut, ternyata traveling independent tidak harus bermakna “alone” (ini persepsi saya dahulu), bisa saja dilakukan dalam grup, ini salah satu pencerahan yang saya dapatkan dari traveling 4 hari 3 malam ke Thailand, tgl 1-4 April 2011, bersama 10 orang kawan dari TravelHemat, yaitu pak Agung (founder TravelHemat), pak Iwan, pak Heri, Keluarga pak Soni (pak Soni, bu Reni & Dea), Pasangan suami-istri (pak Herman & bu Etty), Mbak Berti & Mbak Pipi.
Sebelum lupa, thanks to TravelHemat buat liburan gratisnya.…boleh sering-sering kok.
8 orang berangkat dari Surabaya & 3 orang berangkat dari Jakarta. Dengan flight Airasia dari Surabaya lebih dahulu sekitar 30 menit, rencananya grup surabaya akan menunggu grup Jakarta di Suvarnabhumi Airport. Pada kenyataannya karena Airasia dari Surabaya delayed sekitar 30 menit, maka akhirnya kami tiba berbarengan di sana. Penerbangan dari Surabaya ke Bangkok membutuhkan waktu 3 jam 45 menit, dan tidak ada perbedaan waktu antara Surabaya dengan Bangkok.
Perjalanan kali ini buat saya terasa berbeda…disamping karena dapat gratisan dari TravelHemat, juga baru kali ini saya travelling dengan menggunakan asuransi perjalanan….lagi-lagi gratisan dari travelhemat, rasa kuatir tentang risiko perjalanan tereduksi oleh asuransi, so rasanya lebih enjoylah!.
Perjumpaan dengan grup Jakarta membawa berita yang lumayan mengagetkan, yaitu Mbak Pipi ketinggalan pesawat karena terjebak kemacetan dan rencananya akan menyusul pakai Garuda keesokan harinya. Insya Allah ada hikmah yang baik dibalik kejadian ini.
Target pertama sebelum meninggalkan Suvarnabhumi Airport buat saya adalah ganti sim card dengan sim card lokal, saya sudah lumayan kapok dengan mahalnya biaya roaming. Saya putuskan beli kartu perdana 99 Baht & top up minimal 100 Baht. Biaya komunikasi dari sim card yang saya pakai adalah untuk SMS ke Indonesia 11,51 Baht, dan telepon 4 menit 22,33 Baht permenit. Selama di Bangkok urusan komunikasi dengan keluarga bisa lancar & saya top up sebanyak 3 kali dengan total nominal 300 Baht.
Urusan penukaran mata uang perlu mendapat perhatian, karena ternyata agak sukar untuk exchange rupiah ke baht, sebaiknya siapkan mata uang yang mudah ditukarkan di sana, seperti euro, dollar US, dollar singapura, atau ringgit malaysia. Pamor Rupiah di sana menyedihkan…
Hari pertama diisi dengan menikmati makam malam di Bangkok, tentu saja tidak dilewatkan kesempatan untuk menikmati tomyam di negeri asalnya, dan rasanya memang mantap. Setelah makan malam, saya memilih untuk beristirahat, jaga kondisi yang sebenarnya belum 100% sehat, sedang masa pemulihan dari influenza & batuk. Kami menginap di Hotel Florida di daerah Phaya Thai, lokasinya sangat strategis karena berada sangat dekat dengan BTS/MRT Phaya Thai station, disekitar hotel banyak tempat makan, dan fasilitas hotelnya pun bagus, meskipun tampak sudah “berumur” tapi bersih.
Hari ke-dua diisi dengan travelling seputar Bangkok, pilihan sarana transportasinya adalah BTS, tarif untuk keliling seharian pakai BTS Skytrain (One-Day Pass) adalah 120 Baht. Sasaran pertama adalah Chatuchak Weekend Market, pasar tradisional yang hanya buka hari Sabtu dan Minggu. Segala macam barang dijual disana, mulai dari pakaian dan aksesoris sampai anjing dan burung. Harganya memang lumayan miring, bu Reni sebagai ahli shopping memberikan perbandingan, harga tas yang di Surabaya Rp 250.000,- bisa diperoleh dengan 50 Baht. Selesai dari Chatuchak, kami kembali ke Hotel untuk mengosongkan tas dari hasil buruan. Episode di Chatuchak sempat diwarnai dengan “perpisahan” grup, sehingga grup terpisah menjadi dua, kami yang di grup pertama setelah menunggu selama 1 jam lewat dari waktu yang telah disepakati, memutuskan untuk segera kembali ke Hotel, grup yang tertinggal tentu saja dihuni oleh para ibu dan mbak yang kalau urusan shopping tidak perlu ditanyakan lagi kehebatannya.
Setelah semua anggota grup berkumpul di hotel, perjalanan dilanjutkan dengan sasaran MBK, setelah sebelumnya makan siang disebuah pujasera dekat hotel. MBK adalah shopping mall yang banyak dikunjungi di Bangkok, barang-barang yang ditawarkan relatif sama dengan di Chatuchak, sedikit tips terkait perbandingan harga antara chatuchak dengan MBK, pedagang di MBK relatif menawarkan harga yang lebih tinggi, tentu saja semuanya harus ditawar, give me best price please. Untuk item kaos, jika mau beli kaos ukuran L warna hitam sebaiknya di Chatuchak, tapi kalau ukuran M sebaiknya di MBK (detail banget ya), ada perbedaan sekitar 30 Baht, ini pengalaman pribadi. Mbak Pipi sudah gabung dengan rombongan sejak di MBK, beliau dijemput pak Agung di Airport (ketua rombongan yang berdedikasi tinggi).
Acara dilanjutkan dengan menjelajah kota Bangkok. Kemudian mengunjungi Reclining Budha terbesar yang terbuat dari emas di Wat Pho, perjalanan pulang pergi menggunakan perahu.
Dalam perjalanan untuk makan malam di Big C – Food City Ratchadamri, kami mampir beberapa saat di Erawan Shrine, sebuah kuil ditengah hiruk pikuk mall & shopping centre didaerah Ratchaprasong. Setelah makan malam di Big C, kami kembali ke hotel. Overall hari ini, peserta terpuaskan dengan acara belanja dan walking tour.
Hari ke-tiga berbeda dengan hari sebelumnya, hari ini lebih banyak duduk manis dibanding jalan kaki. Dimulai dengan sarapan early morning, jam 06.15, petugas restoran hotel dengan sabar melayani, bahkan untuk itu mereka harus datang jam 5 dini hari. Dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan bus ke Bang Pa-In Palace di Ayuthaya, menyaksikan keindahan istana yang dibangun pada abad ke-17. Kemudian berlanjut ke Wat Mahathat, masih di Ayuthaya, di kuil ini kita belajar tentang bagaimana pernusuhan & peperangan menghancurkan peradaban, semua patung budha yang ada di kuil ini sudah tidak utuh lagi, khususnya pada bagian kepala dan kedua tangan. Perhentian selanjutnya adalah Elephant Training Center, pusat pelatihan gajah di Ayuthaya, ada kesempatan untuk merasakan sensasi menunggang gajah. Perjalanan pulang ke pusat kota Bangkok dari Ayuthaya ditempuh menggunakan Cruise, sambil makan siang dan menikmati pemandangan Chao Phraya River.
Hari ke-empat adalah “hari bebas”, peserta dipersilahkan untuk memilih destinasinya masing-masing, saya sendiri memilih untuk bergabung dengan pak Agung, pak Herry & pak Iwan mengunjungi Museum Thai Silk Jim Thompson, disana saya belajar bagaimana kepahlawanan sesorang tidak mengenal sekat-sekat wilayah dan ras, Jim Thomson yang seorang Amerika menjadi pahlawan dengan “menduniakan” Thai Silk. Setelah dari Jim Thomson, saya seorang diri menyempatkan mengunjungi Bumrungrad International Hospital (terbang jauh-jauh dalam masa liburan, tetap saja tidak bisa melupakan komunitas profesi J), saya cukup surprise mendapati bahwa banyak sekali warga timur tengah yang berobat ke Bumrungrad, bahkan bahasa yang digunakan oleh mesin pemanggil antrian menggunakan 4 bahasa, yaitu bahasa Thai, Mandarin, Inggris dan Arab. Pemandangan yang tidak saya temui di Singapura dan Malaysia.
Air asia yang membawa kami dari Bangkok mendarat di Juanda sekitar jam 00.
Overall bahasa inggris local citizen memang sukar dikatakan bagus, & banyak juga penunjuk jalan yang menggunakan aksara thai tanpa aksara latin. Tapi itu sama sekali bukan halangan, saya sempat menjumpai seorang turis, yang tidak bisa berbahasa Ingrris, yang join dengan rombongan ke Ayuthaya, ia traveling seorang diri pakai bahasa tarzan, seperti saat dia minta tolong pada saya untuk mengambil gambarnya bersama kepala Buddha yang di “nyembul” di akar pohon di Wat Mahatat. Dia cukup menghampiri saya, bilang “sorry”, nunjuk kamera lalu nunjuk dirinya, saya faham… dan jadi…ya semudah itulah. Lagipula, sebenarnya apa sih yang dibutuhkan terkait komunikasi dengan local citizen? Paling-paling cuma “how much” & “where”, itu kata suhunya travelhemat, pak Agung. Kalo dipikir-pikir… betul juga ya
Jadi, tunggu apa lagi…tentukan anda ingin kemana, baca panduannya lewat ebook travelhemat, segera rencanakan perjalanan anda, manfaatkan fasilitas konsultasi gratis dengan travelhemat, dan…..sampai jumpa dalam trip berikutnya.

























