Cuple Work 250 x 306







 

Archive for October, 2010

Cover TH03 (255KB)

Oleh Richard B. Setiawan

RBS - Hong Kong Disneyland

Di Depan Pintu Masuk Disneyland Hong Kong

Pergi ke luar negeri adalah impian saya sejak masih kuliah (1970-1973). Namun hal ini tidak pernah bisa terwujud meski saya sudah bekerja keras mengumpulkan duit dari gaji bulanan saya selama 20 tahun.

Akhirnya saya baru sadar, mengapa cita-cita saya itu tidak kunjung terlaksana…. karena ternyata saya tidak memiliki paspor, yaitu dokumen perjalanan yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seseorang yang mau bepergian keluar negeri dan juga informasi yang cukup tentang bagaimana caranya bepergian keluar negeri.

RBS - St Paul Macau

Di Depan St. Paul’s Macau

Akhirnya pada tahun 1991 saya putuskan untuk membuat paspor, sementara saya belum tahu mau pergi ke mana, karena pada waktu itu saya masih terikat aktif bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Pada tahun 1992 saya mendapat penugasan dinas ke Pekan Baru, pucuk dicinta ulam tiba pada saat itulah saya putuskan untuk mewujudkan cita-cita saya. Dengan berbekal paspor yang sudah saya miiki pada pagi hari saya menyeberang ke Singapore dari Pelabuhan Ferry Sekupang di Pulau Batam dan sore harinya kembali lagi ke Batam dari Harbour Front di Singapore. Anda boleh percaya boleh tidak, itulah satu-satunya stempel yang ada dipaspor saya sampai dengan paspor tersebut habis masa berlakunya.

Tahun 1997 saya memutuskan untuk mengundurkan diri dan berhenti dari PNS. Satu-satunya alasan kenapa saya berhenti adalah agar saya cukup punya waktu untuk bisa mewujudkan cita-cita saya melakukan perjalanan keluar negeri dengan bebas kapan saja saya suka.

Awalnya memang tidak mudah, walaupun saya sudah mempunyai paspor. Ini lantaran tidak banyak informasi tentang bagaimana caranya bepergian keluar negeri secara “independent” khususnya yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Maklum bahasa Inggris saya sangat terbatas.

Maka cita-cita saya itu sempat mengendap lagi kurang lebih selama hampir 7 tahun. Baru pada tahun 2004 akhirnya saya bisa mewujudkan lagi cita-cita saya itu dengan bepergian ke Hong Kong , itupun karena saya ketemu dengan teman yang sudah sering bepergian ke sana. Tapi setelah itu hampir setiap tahun bersama istri selalu saya sempatkan untuk jalan keluar negeri.

Perkenalan saya dengan pemilik TravelHemat.com yang sangat produktif dalam menuliskan pengalaman perjalanannya keliling dunia, lebih mengobarkan semangat saya kembali untuk menjelajahi tempat-tempat diluar negeri yang belum pernah saya kunjungi.

Sudah berkali kali mas Agung Basuki meminta saya mensharingkan pengalaman perjalanan independent saya, akan tetapi karena saya selalu berjalan sebelum e-booknya terbit, saya pikir apa yang beliau tulis di TravelHemat.com sudah lebih dari cukup dibandingkan dengan pengalaman saya pribadi.

RBS - Shenzhen

Tapi perjalanan independent saya yang terakhir ke Shenzhen – Hong Kong – Macao pada akhir September sampai dengan awal Oktober 2010 yang baru lalu, yang merupakan perjalanan saya yang ke 33 dari 12 negara, betul-betul berdasarkan apa yang tertulis dalam e-booknya.

Nuri @ Seoul

By Nuri Fitrianti

Pengantar:

Satu lagi kisah ‘keberhasilan’ seorang teman (cewek) yang telah melakukan perjalanan independent SEORANG DIRI (solo traveler) ke Seoul – Korea . Semoga bisa jadi semangat buat teman-teman yang lainnya agar ga usah ragu dan takut untuk bepergian ke Korea tanpa harus ikutan tur…

Berikut kisah Nuri Fitrianti:

Nuri Diapit 2 Cowok Korea

Setelah mengunjungi beberapa negara dengan mengikuti tour dan juga jalan bersama teman-teman saya, berpergian ke Luar Negeri seorang diri menjadi sebuah impian buat saya.

Saya ingin merasakan lika-liku pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel online , serta merancang rencana perjalanan sendiri yang tentunya merupakan suatu keasyikan tersendiri buat saya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk pergi ke Seoul (ibukota Korea Selatan) di bulan September 2010 lalu… seorang diri. Setelah searching di internet akhirnya saya menemukan e-book Travel Hemat Korea . Saya memutuskan untuk membelinya, dan ternyata nggak rugi banget… Dari e-book yang ditulis dalam bahasa Indonesia ini, saya mendapatkan informasi banyak mengenai Korea, mulai dari rute dan peta subway, pembahasan tentang tempat-tempat wisata menarik, makanan khas, serta tempat belanja.

Ternyata jalan sendiri di Korea tidak terlalu menakutkan seperti bayangan saya selama ini. Bahkan teman-teman di branch office yang terletak di Korea sangat kaget begitu tahu saya datang sendiri mengunjungi mereka HANYA berbekal bantuan dari e-book TravelHemat Korea ini.

Karena Petunjuk jalan yang jelas serta orang Korea yang ramah-ramah akhirnya saya bisa menikmati Seoul seorang diri, seperti impian saya selama ini.

Cover TH Korea 200 White Pictures, Images and Photos

Catatan:

Untuk membaca E-Book Panduan Traveling Hemat ke Korea, silakan klik >>> DI SINI!

Di lokasi syuting Winter Sonata

Di lokasi syuting "Winter Sonata"