Surga Wisata Adrenalin di New Zealand
Queenstown adalah sebuah kota kecil berpenduduk tak lebih dari 200.000 jiwa yang terletak di bagian South Island dari jajaran sebuah negeri kepulauan ‘di ujung bumi’ yang bentuknya memanjang ke arah kutub selatan: New Zealand . Kota ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan kota lain di berbagai belahan dunia. Indah, romantis, misterius sekaligus menantang. Sebuah perpaduan yang unik. Agung Basuki ( www.TravelHemat.com & www.TravelHematShop.com) mengajak Anda untuk menikmati perjalanan ke salah satu kota tercantik di negeri kiwi ini.

Queenstown & Danau Wakatipu
Kondisi geografis Queenstown yang berada di tengah-tengah daerah perbukitan dan bergunung-gunung, memang kurang memiliki nilai ekonomis dibanding kota lainnya seperti Auckland maupun Wellington – ibukota New Zealand, yang terletak di tepi pantai. Kota ini ‘hanya’ memiliki sebuah danau yang bentuknya memanjang seperti huruf ‘S’ dan lahan luas yang banyak dipakai untuk menggembalakan domba dan sapi maupun untuk kegiatan bercocok tanam. Selebihnya adalah gugusan pegunungan Alpen yang sambung menyambung satu sama lain termasuk diantaranya adalah The Remarkables yang tampak kokoh menjulang dengan jalanan naik-turun berkelok-kelok, sangat persis dengan situasi alam yang dapat ditemukan di Switzerland .
Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa justru dalam segala keterbatasan, manusia biasanya cenderung lebih kreatif. Hal ini mungkin diaplikasikan dengan baik oleh para penduduk setempat. Menyadari bahwa daerahnya tidak memiliki nilai ekonomis ditinjau dari letak dan kondisi geografisnya, maka penduduk setempat berupaya keras untuk ‘menjual’ pesona Queenstown dengan mengeksplorasi kekayaan unik yang dimilikinya, yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Karena itu, jangan berharap untuk menemukan sebuah kota metropolis yang sarat hingar-bingar kehidupan malam layaknya Paris atau Los Angeles; jangan pula membayangkan sebuah kota surga belanja barang-barang fashion bermerek saat berkunjung ke kota yang pernah dijadikan home-base pembuatan beberapa film terkenal seperti Xena The Warrior Princess, Lord of The Rings dan Vertical Limit ini.
Yang menjadi ‘sajian’ andalan bagi Queenstown untuk menarik minat wisatawan mancanegara adalah atraksi wisata alam yang sifatnya memacu hormon adrenalin. Bagi Anda yang sudah bosan dengan acara traveling yang hanya diisi dengan kegiatan yang itu-itu saja, rasanya perlu untuk sesekali ‘mencicipi’ apa yang ditawarkan oleh tempat ini.

Bunga liar yang tampak indah di area Queenstown
Sebagai ‘sajian’ pembuka, tak ada salahnya untuk melakukan orientasi dari puncak Bob’s Peak sambil bersantap malam di Skyline Restaurant , satu-satunya restoran mewah yang berlokasi di tempat tertinggi di Queenstown. Seraya menikmati menu the real all-you-can-eat buffet dinner yang benar-benar dapat menggugah selera (restoran ini menyediakan lebih dari 50 variasi makanan mulai dari appetizer sampai dessert!), sejauh mata memandang, akan tampak pemandangan yang luar biasa indah dari aerial kota Queenstown berikut danau Wakatipu yang berbentuk huruf ‘S’ tadi. Tidak ada seorangpun akan mengatakan “wah…ketipu , deh” ketika memutuskan untuk merogoh kocek sebesar NZD 120 sebagai ongkos transport (termasuk paket makan malam ala buffet) dengan menggunakan Skyline gondola menuju ke puncak Bob’s Peak yang berketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut. Yang jelas, bagi mereka yang takut ketinggian, perjalanan dengan gondola yang kira-kira memakan waktu 10 menit one-way ini bisa jadi adalah sebuah perjuangan untuk ‘menaklukkan’ diri sendiri. Apalagi, rute yang dijalani memiliki kemiringan hingga 45?, cukup membuat jantung berdetak sedikit lebih cepat.
Di puncak Bob’s Peak, selain Skyline restaurant, pengunjung juga berkesempatan menguji nyali untuk berbungy-jumping yang letaknya tepat berada di puncak tertinggi gedung Skyline Restaurant. Jika hal itu masih dirasa kurang, pada waktu-waktu tertentu pengunjung diizinkan pula untuk mencoba tantangan Tandem Parapente – terjun payung dengan ‘menjatuhkan diri’ dari tebing yang curam di Bob’s Peak.
That’s all?! Tentu saja tidak. Agak ke arah luar kota Queenstown, tepatnya di daerah Kawarau, beberapa atraksi ekstrem disajikan untuk konsumsi wisatawan yang pemberani. Di A.J. Hackett bungy bridge, lagi-lagi diberikan kesempatan untuk melakukan bungy jumping dari atas jembatan yang di bawahnya mengalir sungai berarus deras. Dari ketinggian kira-kira 40 meter, ditambah dengan tiupan angin yang cukup kencang dari arah perbukitan terjal di sekitarnya, rasanya hal ini cukup menantang bagi mereka yang ingin melakukan uji nyali.
Sementara di Kawarau River yang mengalir tepat di bawahnya, terdapat tantangan Shotover-Kawarau Jet- nya –naik speedboat berkekuatan 700 tenaga kuda membelah sungai berarus liar sejauh 40 km diantara tebing-tebing batu di sisi kiri dan kanan.
Masih banyak lagi tantangan adrenalin yang ditawarkan di sekitar Queenstown yang bisa Anda coba. Melakukan white water rafting, mengendarai helicopter untuk berkunjung ke daerah Fox Glacier atau Mount Cook yang senantiasa tertutup salju abadi, dan dari sana melakukan seluncur dengan snowboard, menikmati keindahan Queenstown dari udara dengan menumpang hot-air balloon, ber-paragliding dari antara puncak-puncak gunung berbatu terjal, atau bahkan melakukan skydiving dari sebuah pesawat terbang di ketinggian 6000 kaki. Yang jelas, semuanya menjanjikan sensasi yang berbeda.
Jangan lewatkan membaca petunjuk dan panduan lengkap berwisata hemat ke New Zealand yang bisa Anda dapatkan di e-book TravelHemat New Zealand << klik!

A.J. Hacket Bungy Bridge yang terkenal itu!
Petunjuk Cara Hemat Transport Haneda Airport (HND) <–> Tokyo
Dibukanya jalur penerbangan murah (low-fare) AirAsia sektor Kuala Lumpur (KUL) ke Tokyo di bandara Haneda mulai 9 Desember 2010, membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana dengan urusan transportasi dari/ke pusat kota Tokyo setelah kita tiba di Haneda Airport ? Ini lantaran kebanyakan penerbangan internasional selalu mendarat di Bandara Narita – Tokyo.
Nah, di bawah ini saya sengaja buatkan panduannya agar perjalanan dari Bandara Haneda (HND) ke pusat kota Tokyo bisa dilakukan dengan cara lebih hemat, cepat, namun tetap nyaman.
Peta Rute Transportasi dari/ke Haneda Airport – Tokyo
Dengan Tokyo Monorail
1x transfer, durasi perjalanan 30 menit, harga tiket 620 yen.
· Dari Tokyo : Naik JR Yamanote (jalur warna hijau muda ) atau JR Keihin-Tohoku Line dari Tokyo Station berhenti di Hamamatsucho Station (5 menit, 150 yen), kemudian transfer ke Tokyo Monorail (jalur warna merah ) ke Haneda Airport (20 menit, 470 yen).
· Dari Bandara Haneda : Dari International Terminal, Terminal 1 atau Terminal 2 Haneda Airport, naik Tokyo Monorail (jalur warna merah ) berhenti di Hamamatsucho Station (20 menit, 470 yen), kemudian transfer dengan JR Yamanote Line (jalur warna hijau muda ) menuju Tokyo Station (5 menit, 150 yen).
Dengan Keikyu Railways
1x transfer, durasi perjalanan 35 menit, 560 yen.
· Dari Tokyo: Naik JR Yamanote (jalur warna hijau muda ) atau JR Keihin-Tohoku Line dari Tokyo Station berhenti di Shinagawa Station (10 menit, 160 yen) dan transfer menggunakan Keikyu Airport Line (jalur warna orange ) ke Haneda Airport (20 menit, 400 yen).
· Dari Bandara Haneda: Naik Keikyu Airport Line (jalur warna orange ) dari Dari International Terminal, Terminal 1 atau Terminal 2 Haneda Airport, naik Keikyu Airport Line (jalur warna orange ) (20 menit, 400 yen) hingga tiba di Shinagawa Station, kemudian transfer ke JR Yamanote (jalur warna hijau muda ) dan berhenti di Tokyo Station.
Dengan limousine bus
Durasi perjalanan 40 menit, biaya 900 yen, 1-2 keberangkatan setiap jam.
Limousine bus dari/ke Haneda Airport menghubungkan bandara Haneda dengan Tokyo Station dengan interval keberangkatan setiap 30 menit (atau 60 menit).
Agar perjalanan Anda ke Jepang lebih nyaman dan hemat, silakan baca petunjuk detilnya dalam bahasa Indonesia di serial ebook TravelHemat Jepang <<< KLIK!!
Di Incheon Airport - Seoul
By Burhanuddin Hamid
(RS. Yasmin - Banyuwangi)
Perjalanan kemarin sangat menarik buat saya, utamanya karena ini adalah kesempatan pertama travelling sekaligus ber wisata liburan saya yang agak jauh dan langsung tidak ikut dalam grup travel , dengan bekal petunjuk dan e-book " travelhemat korea " dari pak Agung…saya mem-pede-kan diri aja.
Saya berangkat bersama seorang teman dari kantor (rumah sakit). Hotel yang direkomendasikan pak Agung (Best Western Premier Garden Seoul ) lumayan murah dan letaknya strategis di pusat kota (daerah Mapo-Gu), dengan jenis semi-double, tempat tidurnya memang agak sempit, tapi kami bisa pakai berdua tanpa memesan extra bed, dengan sedikit modifikasi tentunya
Di Depan Deoksigung Palace - Seoul
Kesan saya buat Korea, orangnya ramah-ramah, kalaupun mereka menghindar saat kita bertanya, lebih karena mereka tidak pede dengan bahasa inggrisnya, biasanya hal tersebut terjadi pada orang-orang tua (diatas 40-an). Jadi, kalau ingin bertanya sesuatu sebaiknya pilih anak muda, bahasa inggris mereka relatif lebih baik.
Sebenarnya, saya relatif jarang bertanya karena petunjuk arah di Seoul sangat jelas, ditambah panduan dari travelhemat korea yang cukup detail.
Thanks to pak Agung, kami bisa memanfaatkan waktu dengan efisien karena dari e-book travelhemat korea kami mendapatkan informasi tempat yang menarik di Seoul dan bagaimana cara transportasinya. Waktu yang kami miliki memang sangat sempit, jadi praktis kami hanya punya satu hari untuk melihat-lihat Seoul, yang sempat kami kunjungi adalah World Cup Stadium, Deoksigung Palace & Namdaemun market . Seharian muter-muter Seoul kami menggunakan subway, disamping karena petunjuknya sangat jelas, juga karena di tanah air belum ada hehe….
Kendala makanan halal…tidak begitu terasa, karena kami sedang puasa :), jadi pengeluaran untuk makanan relatif kecil, disamping itu kami memang sudah prepare beberapa makanan dari tanah air.
Dan yang paling mengesankan adalah…RS.Yasmin Banyuwangi mendapatkan Excellence Award (runner up) dari Asian Hospital Management Award 2010 dalam kategori marketing, dimuat di Jawa Pos edisi 28-08-2010
Sekali lagi, thanks to pak Agung dan travelhemat ….memang betul pak…perjalanan hemat ke luar negeri berawal di sini
Perjalanan berikutnya, tentulah referensinya dari travelhemat ….
Catatan:
· Untuk yang belum baca ebook TravelHemat Korea , bisa didapatkan DI SINI!
· Mau pesan HOTEL murah di Korea, silakan pesan online DI SINI!
· Mau pesan HOSTEL murah di Korea, silakan pesan online DI SINI!
Petunjuk Subway di Seoul - Udah ada bahasa Inggrisnya tuh…





