Didukung oleh:






 

Archive for May, 2010

Oleh Dodiek Arie Setyono



Pertengahan Mei 2010 lalu, kami sekeluarga baru kembali dari Beijing – China . Kami termasuk yang merasakan manfaat ebook TravelHemat China 1 (Shanghai – Beijing – Xian ).

Sudah menjadi cita-cita kami bisa berkunjung ke negeri tirai bambu & memperkenalkan anak-anak ke salah satu keajaiban dunia yaitu Tembok China (Great Wall) , pilihannya memang ingin ke Beijing karena keterbatasan waktu yang kami miliki.

Summer Palace Beijing

Di Summer Palace - Beijing

Awalnya kami bermaksud mengikuti program paket tur China Muslim yg banyak ditawarkan oleh beberapa  travel agent dengan pertimbangan efisiensi waktu & kendala makanan. Setelah melihat beberapa penawaran akhirnya kami putuskan untuk lebih adventurir tanpa ikut program tur manapun.



Sempat rasa ragu & takut menghinggapi nyali kami, tapi beberapa bulan sebelumnya kami coba untuk konsultasi dengan pemilik TravelHemat.com (Mas Agung) dan gayung pun bersambut karena ternyata TravelHemat.com saat itu berencana menerbitkan edisi ebook tentang China . Tanpa pikir panjang & atas dukungan dari Mas Agung yg terus menyemangati, akhirnya kami membeli edisi ebook China 1 & memang terbukti apa yang diulas di edisi tersebut bisa terealisir di lapangan - dari mulai itinenary, akomodasi hemat di China , transportasi hemat di Beijing , tempat-tempat wisata, termasuk yang "wajib" dikunjungi selama di Beijing, semuanya bisa dibaca & dipraktekkan. Kami berhasil mengunjungi Summer Palace, Beijing Olympic Stadium, Tian An Men, Forbidden City, Great Wall, Temple of Heaven, Mesjid Neu Jie dll.

Great Wall Beijing

Di Great Wall - Salah satu dari 7 Keajaiban Dunia!

Mungkin yang perlu disempurnakan di ebook tersebut adalah pencantuman/penulisan dalam huruf Mandarin, karena seperti halnya di Jepang , di Beijing sebagai kota metropolitan (dunia), salah satu kendalanya adalah komunikasi atau bahasa, terutama masih minimnya sekali tulisan latin termasuk di sarana umum (transportasi, tempat wisata dll) sehingga apabila bisa sekalian dituliskan dalam ebook, benar-benar akan sangat membantu.



Hal lain yang biasa menjadi pertanyaan & target saudara kita yg muslim ialah ketersediaan makanan halal di Negara tujuan. Di e-book ini terdapat daftar lengkap restoran muslim , namun beberapa restaurant muslim yang kami kunjungi termasuk yang direkomendasikan dalam ebook ternyata tidak mencantumkan nama restaurantnya dalam tulisan latin sehingga agak sulit untuk mengenalinya.

Untuk rencana pergi ke negara atau kota lain di masa yang akan datang, saya akan konsultasi lagi ke Mas Agung untuk mendapatkan referensi yang jitu sehingga perjalanan kita lebih maksimal & percaya diri tentunya.

Terima kasih ya….TravelHemat yang menjadikan salah satu cita-cita kami yakni berlibur dan berwisata hemat ke China akhirnya terwujud.

Ingin memiliki serial e-book TravelHemat China 1 (Shanghai – Beijing – Xian) , silakan KLIK DI SINI .

By Alan Wintareja Hartono

(Pemenang Jalan-Jalan Gratis Macau 2010)

Alan di Best Western Taipa

Berpose di Papan Nama Hotel Best Western Taipa

Waktu dikabarin oleh Pak Agung Basuki kalo saya menang undian perjalanan gratis ke Macau sempet ragu-ragu, soalnya ditelepon sekitar jam 6 sore hari Minggu, jadi saya sempat tidak percaya (takut kena tipu nich, kan sekarang lagi musim tuh).



Keesokan harinya saya cek di website TravelHemat.com , nama saya muncul sebagai pemenang untuk trip gratis ke Macau dan saya menerima email resmi dari travel hemat untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan, barulah saya jadi percaya.

Berpose dengan 2 Guest Stars from Australia

Bersama 2 ‘guest stars’ dari Australia

Akhirnya tanggal 13-15 Mei 2010 trip tersebut terlaksana, Jalan-jalan nya menyenangkan sekali, dengan jumlah total 7 orang kami berangkat pagi-pagi ke Bandara Soekarno Hatta untuk terbang ke Kuala Lumpur sebelum menuju ke Macau . Capek banget kalo ingat perjalanan perginya… makan waktu seharian.

Tiba di Macau sudah jam 9 malam dan sampai di sana saya sendiri penasaran dengan casinonya. Kebetulan kami  tinggal di Best Western Taipa Hotel yang di lantai bawahnya… ternyata ada kasino-nya. Hmm.. penasaran mau maen roulette atau bacarat nech..

Keesokan harinya kami mengunjungi beberapa tempat wisata yang menarik dan tidak terasa hari sudah kembali malam.

The Venetian & Crown at dusk

Crown & The Venetian di Malam Hari

Untuk jalan-jalan di Macau -nya sendiri, saya merasa waktunya terlalu sempit, cuman punya waktu 1 hari. Belum puas nich saya maen bacarat dan roulette nya…… hehe… Mudah-mudahan di lain waktu saya bisa mendapat kesempatan trip gratis lagi dari travelhemat…:)



Selama ngobrol dengan Pak Agung sendiri, saya mendapatkan banyak masukan agar dapat travelling dengan hemat sesuai dengan budget yang kita miliki antara lain:

· Kalo mau travelling jangan ikut tour atau biro perjalanan. Usahakan untuk untuk merencanakan sendiri perjalanan pribadi.

· Baca serial e-book di www.travelhemat.com destinasi mana yang ingin kita kunjungi agar kita tau lokasi dan tempat-tempat yang bagus.

· Budget untuk merencanakan travelling sangat penting, makanya nanti harus baca serial e-book dari travel hemat agar dapat gamabran untuk merencanakan travelling ke manapun kita mau..



Oleh I Nyoman Suhendra & Arianti

(Pemenang TravelHemat Gratis ke Macau 2010)

Hari 3, 15 Mei 2010: Macau – Kuala Lumpur – Jakarta

Hari 3 merupakan hari terakhir kita di Macau , setelah urusan breakfast dan check out beres kita langsung menuju bandara Macau (MFM) dengan taksi, ternyata benarkan kalo pake argo hanya HKD 15 karna kita pake bagasi tambah deh HKD 5…, oh iya hari ke 3 ini rombongan berpisah, keluarga ibu Farida lanjut ke Hongkong sementara kami ke Jakarta melalui Kuala Lumpur



Perjalanan 3hari 2malam ini memang perjalanan melelahkan… tapi semua itu terbayar dengan pengalaman yang kami dapat… Terima kasih Pak Agung..terima kasih TravelHemat.Com , karna EBook anda…semua menjadi mudah dan gampang….Terus berkarya…Sukses Selalu…kami tunggu promo-promo berikutnya…

Wassalam



Museum de Macau



St. Paul's Cathedral



Macau



<<<< Ke bagian awal artikel ini

Oleh Nyoman Suhendra & Arianti

(Pemenang TravelHemat Gratis ke Macau 2010)

Jujur aja mulanya kami ragu!!! apa iya nih…apa benar nih…kita JALAN-JALAN GRATIS ke Macau..??? hehehe… maaf ya pak Agung kalo sempat kami ragu…namanya aja manusia…! Sampai tiba waktunya…makin deg-degan aja nih…apalagi pak Agung selalu mengingatkan kita, para pemenang, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan perjalanan nanti…seperti jangan lupa bawa npwp, photocopy passport, KK dan juga pesannya sebisa mungkin tukar uang RM dan HKD di Indonesia karna kurs masih lebih bagus ketimbang nanti di Negara tujuan…pokoke gitulah…diingetin terus….



Sebelumnya, saya dan istri, memang sudah pernah ke Macau dan Hongkong, kenekatan ini saya akui karena ulah TravelHemat.Com, tempat membeli E-Book Panduan Travel Hemat Macau, Hongkong dan Shenzhen . Perasaan habis baca tuh buku PD aja, seolah-olah sudah kebayang situasinya kayak gimana….hehehe sok tau yaa…..Pokoke terbukti meskipun pake bahasa Inggris ala Tarzan apalagi Mandarin….@!#$?? Kagak ngerti dehh…tapi yang jelas akhirnya kami bisa keliling Macau dan Hongkong dengan selamat dan kembali lagi ke tanah air…..

Seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya, meskipun hanya sebentar (3 hari) kami selalu mempersiapkan diri dengan membeli perlindungan asuransi perjalanan . Pembeliannya dibantu oleh pak Agung…hehehe.. baikan orangnya… berikut ini adalah cerita singkat perjalanan kami di Macau….

Hari 1, 13 Mei 2010: Jakarta – Kuala Lumpur – Macau

Penerbangan kami jam 06.45 dengan Air Asia, Pak Agung semalam kembali mengingatkan kepada tim pemenang jalan-jalan gratis ke Macau untuk kumpul jam 04.00 WIB di Bandara Soekarno Hatta terminal 2 gate D2. Dengan diantar istri dan anakku meluncurlah kami ke bandara.

Sampai terminal 2 gate D2, kami berjumpa pak Agung dan ibu Farida beserta keluarga setelah itu datang pak Alan. Dari 5 orang pemenang hanya ibu Dini Shanti yang tidak bisa ikut. Sayang yaa … padahal saya sudah mau tanya-tanya masalah Internet Marketing nih…

Jakarta - Kuala Lumpur

Perjalanan dimulai…setelah selesai urusan check in, airport tax Rp.150.000 dan visa bebas fiskal (jangan lupa yaa siapkan photocopy passport, npwp dan KK kalo bawa anggota keluarga), kami menuju ke Kuala Lumpur tepatnya LCCT… setibanya di LCCT kami berpisah dengan keluarga ibu Farida yang hendak turun ke kota…Petronas tepatnya, sedangkan saya dan anak saya beserta pak Agung dan pak Alan menikmati sarapan dulu di KFC LCCT.

Untuk mengisi sisa waktu, karna pesawat tujuan ke Macau jam 16.00, selesai makan kami menuju KLIA dengan menumpang bis LCCT – KLIA, biayanya RM2,5 per orang…. di sana kami hanya keliling-keliling….

Kuala Lumpur - Macau

Perjalanan ke Macau membutuhkan waktu hampir 4 jam sampai di Macau hampir jam 10 an malam, perjalanan dilanjutkan dengan taksi menuju Hotel Taipa (Best Western) tempat kami menginap, karna sampainya malam maka transportasi yang diandalkan hanya taksi. Nah urusan ini kita harus pintar-pintar nawar tuh supir taksi, seperti biasa juru tawarnya pak Agung…kemarin kami dikenakan HKD 70 mahal juga yaaa padahal jaraknya dekat…mungkin normalnya kalo pake argo HKD 15-HKD 20. Sampai deh di hotel setelah urusan check in selesai…saya dan anak langsung tidur….wah ternyata masih ada yang harus keluar lagi untuk mencari minuman karena hotel tidak menyediakan complimentary minuman…hikhikhik… tega euuyy..

best western taipa macau

Di halaman depan + kamar hotel Best Western Taipa (Macau)

Hari 2, 14 Mei 2010: Macau

Setelah mandi dan breakfast kami bersiap-siap mengexplore kota Macau. Tempat-tempat inilah yang kami datangi:

· Senado Square

· St Paul Ruins

· Museu de Macau

· Grand Lisboa

· Macau Maritime Terminal

· City of The Dream

· Hard Rock Hotel

· Venetian Hotel

Dengan bis nomor 33 kami menuju Senado Square, bis itu juga dikasih tahu sama ibu yang baek hati, kayak orang Indonesia yang sudah tinggal di Macau dan beliau berpesan hati-hati sama copet…!!!! Waooo….ngeri juga nih…Nah kalo di Jakarta mah kita tahu tampang-tampang copeet bis….tapi di Macau…??? Tapi bagaimanapun memang tetap harus waspada…seperti yang dikasih tahu dalam EBook TravelHemat.Com. Dari pada saya banyak berkata-kata…kayaklah lebih enak lihat photo-photo kita aja yaa…



Lanjutkan melihat foto-foto kami di Macau >>>

By Faryda Endra Roosmala

(Pemenang Jalan-Jalan GRATIS ke Macau 2010)



Macau – Hong Kong

Menuju Hong Kong dari Macau, kita naik First Ferry yang tiketnya udah dibeli kemarin, Kayaknya ferry paling pagi sih jam 8.30 dan jadwal keberangkatan ferrynya tiap 30 menit. Kita pilih yang berangkat jam 09.00 AM. Harga tiketnya untuk Senin-Jumat 140 MOP, kalo Sabtu & Minggu 155 MOP.

Dari Hotel ke Terminal Maritim (pelabuhan Ferry Macau) ada bis gratis, tapi mulai operasi jam 09.30. Jadi kita naik taksi aja ke pelabuhan dengan 40 MOP. Ternyata di pelabuhan nunggu konter imigrasi dibuka jam 08.00. Untuk ke HK, kita harus lewat konter imigrasi juga. Gak ribet sih. Karena kepagian ternyata kita bisa ikut Ferry yang berangkat jam 08.30. Padahal Ferry ini ada no kursinya. Mungkin karena sepi penumpang ya, jadi gak masalah kita ikut ferry yang bukan jadwal kita.

Perjalanan lewat laut ini selama 1 jam menuju Kowloon, tempat hotel kita menginap di daerah Tsim Sha Tsui (TST). Agak mabuk dikit, karena kapalnya goyang kiri-kanan, atas-bawah dan depan-belakang.

Fara di Hong Kong

Fara di Victoria Peak (kiri) dan Lagi Ngajarin Einstein Belajar…

First ferry ini berlabuh di HongKong China Ferry Terminal yang ada di kompleks pertokoan Harbour City. Dengan berjalan kaki +/- 10 menit kita sampai di Nathan Road, di Hotel Imperial Kowloon , tempat kita menginap. Tadinya aku udah kepikiran gimana kalo voucher hotelnya yang cuma nge print di kertas Folio(yang dikirim travelHemat) ditolak. Soalnya cuma selembar kertas nge print sendiri di rumah. Alhamdulillah check in di Hotel Imperial gak ada masalah. (Besok2 kalo jalan sendiri gak takut ditolak, walau vouchernya kayaknya gak keren). Sekali lagi hotelnya bagus dan nyaman meski kamarnya agak kecil, dan yang asik banget, hotel ini sangat strategis pas di depan stasiun MRT, trus dilewati rute bis ke Bandara, dekat mesjid dan banyak tempat makan Halal di resto Pakistan /India (pilihan TravelHemat emang joss).

Waktu di Macau , Pak Nyoman kasi info bahwa di Kentucky Hong Kong ada yang beda lo menunya, jadi karena Fara udah laper kita berusaha cari Resto Kentucky. Cari2 info ke orang yang berwajah Indo. Eh, kebetulan di dekat Stasiun MTR TST (gak jauh dari hotel Imperial) ada Kowloon Park dan Mesjid. Di Kowloon Park itu ternyata kalo sabtu dan minggu banyak TKW dari Indonesia berkumpul. Tanya info Kentucky ke mbak-mbak yang ada di situ, eh koq salah satunya (Mbak Mimi, 9 tahun menetap di HK) malah jualan Nasi Kotak, yang berisi masakan Indonesia seharga 13 HK. Ya udah batal cari Kentucky, malah ikutan makan di situ sambil wawancara si mbak yang ada di situ.

Terus lanjutin perjalanan ke The Peak yang lokasinya di HongKong Island (lain pulau dengan daerah tempat hotel kita). Bisa lewat laut lagi by Star ferry yang cuma 10 menit, 2,5 HK$. Atau naik MTR (kereta) di Sta.Tsim Sha Tsui (TST), turun di Sta.Central – 8,5 HK$. Karena males jalan lagi ke pelabuhan Harbour City kita putuskan naik MTR aja yang stasiunnya di depan Hotel. Dari Sta. Central jalan kaki agak mendaki kl 10 menit, sampai di the Peak Lower Terminus untuk naik the Peak Tram menuju The Peak. Kita beli tiket untuk naik The Peak Tram (tiket return) yang paket sekalian untuk masuk ke Museum Madame Tussaud’s seharga 180 HK$/adult dan 90 HK$/senior or child. Tram ini (ada sejak tahun 1800 an) nanjak dgn sudut yang cukup nakutin untuk sampai ke puncak.

Sampai di The Peak kita bisa melihat kota Hong Kong dari ketinggian. Tapi karena hari itu agak mendung, jadi kita merasa berada di Negeri di Awan. Di Victoria Peak ini banyak resto, ada toko buku, dan lain-lain. Di dalam museum kita bisa foto2 dengan kamera kita sendiri. Tinggal pilih seleb mana yang minta foto sama kita (eh kebalik ya).

Turun dari the Peak, kita pilih pulang ke hotel lewat laut. Biar bisa ngerasain segala moda transportasi yang ada. Tinggal jalan kaki lagi ke Central Pier dermaga no 7 (dekat Sta MTR Central), untuk naik Star Ferry (transportasi laut yang menghubungkan Pulau Kowloon dan Pulau Hongkong). Tiket Mon-Fri :2,5 HK$,Sat-Sun:3HK$), menuju daerah TST lagi.

Sore jam 5 an kita ke Temple Street yang cuma melewati 1 Sta MTR saja dari Sta TST. Eh ternyata barangnya lebih murah di Ladies market (kalo pake MTR turun di sta Mongkok).

Mendekati jam 7 malem kita cepet2 balik pakai MTR lagi ke TST, menuju ke Avenue of Star, jalanan di pinggir laut yang lokasinya pun deket banget alias jalan kaki aja dari hotel Imperial. Untuk ngeliat pertunjukan Laser Symphony of Light. Pertunjukannya mulai jam 8 malem dan cuma 15 menit. Tapi ya emang unik, boleh deh dikasi tepuk tangan penonton.



Lanjutin window shopping lagi ke Ladies Market naik MTR TST turun di Sta MTR Mongkok, hanya 10 menit.Dan saking asyiknya berbelanja, kita pulang saat waktu menunjukkan jam 10 an malem. Ya udah ke Seven eleven lagi, beli mie instan dan nasi kotak, sekalian buat sarapan besok. Fara beli paket Mc D yang ternyata masih buka (paket 4 paha , 1 kentang dan 1 lemon tea -28 HK$). Makan di kamar deh.

Pagi2 kita menuju bandara jam 07.00 naik bis A 21, yang lokasi nunggu bisnya di dekat Haiphong street di seberang hotel Imperial. Tiketnya seharga 33 HK$. Lama perjalanan ke Bandara sekitar 1 jam. Dengan pesawat Tigerairways, yang transit dulu di Singapura , sampailah kita ke Tanah Air yang tercinta. Dengan hati senang (walau kaki sedikit nyut2an) dan dapat banyak cerita juga pengalaman yang bisa dibagi ke teman dan kerabat

Ok, itu semua cerita travelling kita. Thanks for all dik Agung n Travelhemat.com yang sudah mempernyaman perjalanan keluarga kita. Saving lagi ah buat next trip.

Note :

  • Untuk perjalanan dengan pesawat yang agak lama dan jam-jam penerbangan yang agak-agak aneh, bekali diri dengan sedikit mata uang negara yang akan dituju. Dari pengalaman kemarin, untuk membeli makanan di pesawat, kadang tidak tersedia mesin credit card. Jadi pembayaran harus cash. Kalo laper di pesawat kan repot (karena jajan di luar pesawat gak boleh coz jendelanya gak bisa dibuka). Di penerbangan AirAsia JKT-Macau lewat KL, makanan dibeli dengan Ringgit (RM). Untuk penerbangan Tiger, HKG-JKT lewat Singapura makanan dibeli dengan Sin$.
  • Persiapkan travelling anda dengan info2 dari berbagai sumber (contohnya >> e-book serial travelhemat.com ). Jadi banyak tempat yang bisa dilihat, dengan pengaturan waktu juga transportasi yang tepat.

<<< Ke bagian awal

By Faryda Endra Roosmala

(Pemenang Jalan-Jalan GRATIS ke Macau 2010)

Jalan-jalan untuk mengenal dunia milik Allah adalah hobby n kesenangan tersendiri buat kita. Jalan ke Macau sebenernya gak pernah kebayang di agenda jalan jalan around the world keluarga kita. Dan perjalanan ini terjadi karena, suami saya (Bagus) sering dinas ke luar negeri, n saya pengen ngikut. Jadi karena suami saya dinas, otomatis untuk saya jadwal jalan2nya harus berbekal ilmu, bisa mandiri dan memakai moda transportasi local. Nah untuk mengenal dan tahu moda transportasi yang ada maka saya browsing segala info nya di internet, dan ketemulah dengan webnya TravelHemat.com

Saat suami dinas ke singapura, saya beli e-book Kuala Lumpur-Singapore-Bangkok nya TravelHemat untuk panduan saya n anak saya jalan-jalan disana, mungkin dari sinilah keberuntungan itu datang, saat januari 2010 ada kabar baik dari dik Agung, travelhemat - yang memberi tahu kalau saya dapat rejeki jalan-jalan ke Macau untuk 3h2m. Dan besoknya ada tawaran untuk tambahan jalan ke Hong Kong(HK), yg tinggal nyebrang laut by Ferry, dan obyek yang bisa dikunjungi di HK bikin kita tertarik , jadi kita bertiga (Suami-Bagus, saya-Faryda dan anak saya-Fara) putuskan jalan ke Macau dan HK selama 4h3m. Walaupun di HK kita harus jalan sendiri tanpa dik Agung. Kan udah bekal ilmu dari e book Travelhemat.

Tim TravelHemat di Macau 2010

Para Pemenang TravelHemat Gratis ke Macau 2010

Jakarta – Kuala Lumpur (KL) – Macau

Penerbangan Macau-HK via KL by Air Asia jam 06.20 wib, kita diminta kumpul di Bandara Soetta jam 04.00 pagi. Whehehe..karena jam kumpulnya agak2 ajaib (peace d.Agung..masih ngantuk nih), otomatis bangun harus jam 2 pagi, karena perjalanan dari rumah (BSD) ke Bandara paling cepet 45 menit.

Nah kepikiran juga buat sarapan, gimana nih..terbang jam 6, jadi sarapan di pesawat. Iya kalo menunya cucok. Jadi kemarin udah siap2 bekal Arem2 (lontong) isi daging dan risoles buat makan di perjalanan. La koq, ternyata di pesawat ada yang jual makanan n minuman, tapi koq ya gak menggoda seleraku n mahalnya deh (buat ku) sekitar 15 sd 25 RM) per porsi, belum minumnya, air mineral botol kecil 5 RM. Tapi ada tulisan di buku menu itu, kalo gak boleh makan makanan dari luar, jadi makan bekalnya terpaksa sembunyi2 (daripada laper). Sampai bandara kenalan dengan 3 pemenang lain : pak Nyoman n Putrinya, juga Alan, dan pastinya dik Agung, sponsor kita.

Terbang selama kl 4 jam, dan ternyata pesawat AirAsia ngebut kali ya, jadi mendaratnya lebih awal 20 menitan ( Hore… pilot Air Asia jagoan kan).

Penerbangan lanjutan ke Macau masih jam 16.50 (check in 14.50), jadi kita hitung2 waktunya masih masuk kalo kita mau lihat Menara Kembar Petronas yang jadi salah satu iconnya Malaysia.

Info dari dik Agung kalo naik Ekspress Rail Link, waktunya ontime, jadi kita bisa prediksi waktu , biar gak ketinggalan pesawat lanjutan. Dan rute ke Menara Petronas di KLCC :

KLIA transit (bandara) – KL Sentral : by Ekspress Link ( 12,5 RM, beli pp lebih murah) dengan durasi perjalanan 1 jam.

Moda ini, ada 2 bagian : dari bandara menuju stasiun kereta (kayak MRT) : by bus dari stasiun kereta (Salak Tinggi) ke stasiun MRT KL Sentral : by Train. Kemudian dari KL Sentral –KLCC( menara Petronas : by LRT (kl 1, 6 RM), dengan durasi perjalanan 15 menit.

Dengan itu kita bisa sampai ke Menara Petronas n foto2 dengan si Menara kembar itu.

Karena laper lagi, kita ke supermarket Cold storage yang ada di gedung Suria KLCC (di bawah menara ), beli air mineral n nasi Lemak sama Sushi (Sushinya enak buanget).

Balik ke Bandara dengan transportasi yang sama, on time sampai bandara jam 14.00. Senengnya kalo moda transportasinya predictable seperti itu ya, jadi semua rencana bisa di arrange dengan baik dan nyaman. Akhirnya kita naik Air Asia lagi menuju Macau , terbang kira2 jam 5 an sore. Berhubung udah jam makan malam, dan perbekalan sudah habis, terpaksa beli makan malam di pesawat.. Eh untungnya lumayan sedep nasi Lemaknya, maybe karna berangkat dari Malaysia ya, jadi yang masak orang Malaysia asli (just kidding). Tapi tetep..15 RM

Macau

Mendarat di Macau jam 20.30 malem… selesai urusan imigrasi dan bagai sekitar jam 20:15an. Dari bandara Macau ke Hotel naik taksi. Lo, waktu mau naik, dan menyebut nama hotel, koq taksinya nolak. Ternyata kata d. Agung triknya harus langsung tanya dia mintanya berapa MOP (duit Macau). Eh bener, dengan 70 MOP dia mau anter kita ke hotel (yang ternyata deket buuuuanget, kl 5 menit lah dari bandara). Oalah bang taksi, koq sama aja yah dengan di Indo, mumpung udah malem, n orang butuh dianter. Dan di sini gaya nyetir taksinya gak kalah ama driver Kopaja di Jakarta. Whehehe….. Hotel Best Western Taipa bagus,nyaman dan ditraktir breakfast lagi sama d Agung (Thanks lagi ya).

Pagi2 after breakfast jam 8.30 kita mulai jalan, by bus local (kl 4,2 MOP/org) ke Senado Square. Jam 9 pagi udah di Senado Square, yang belum begitu ramai. Senado Square yang jadi lokasi shooting film drama Korea (BOYS Before Flowers), memang cantik. Jalanan dan suasananya (katanya sih) kayak jalanan di Eropa. Jalan kaki dengan kontur jalanan sedikit mendaki selama +/- 15 menit, akan terlihat ada bekas reruntuhan gereja St.Paul (Ruins of St Paul) yang tinggal dinding depannya saja. Di sekeliling jalan menuju Ruins of St Paul ternyata banyak bakery yang menjual Portuguese Egg Tart (kue khas di sini).

Dari sana, mendaki lagi kita sampai di benteng di atas bukit dan Macau Museum yang tiket masuknya 15 MOP. (gak jadi masuk, karena koleksinya kayaknya gak sekeren harta Karun yang ditemukan di laut Indonesia). Turun dari Macau Museum, baru terasa laper… eh ditraktir lagi sama d. Agung (thanks lagiii..), egg tart di Choi Heong Yuen bakery langganannya (6 MOP/biji). Kata dik Agung, egg tart yang dijual di sini rasanya paling pas di lidah. Tapi aku penasaran sama toko egg tart yang lebih besar yang lokasinya ada di depannya (Pastelaria Koi Kei). Ternyata di Koi Kei agak-agak too sweet buatku. Kata dik Agung lagi, 1 kue ini bahannya butuh 3 telur. Lho, Aku tadi abis berapa ya.. wah gak usah diitung ah… malah bikin sutris…

Faryda & Keluarga di Macau

Faryda & Family di depan Reruntuhan St. Paul - Macau

Nah makan siang ni, yang gak bisa dibarengin, karena beda selera ya.. Pak Nyoman n putrinya pengen Mc.Donald, kalo aku pengen, nyoba menu yang agak-agak beda dan gak ada di Indo tapi tetep halal. Nyoba muter, koq belum ada yang cocok, akhirnya beli nasi kotak di supermarket 7-Eleven, yang langsung dipanaskan di microwavenya. Ada beberapa variasi menu, kayak chicken curry with rice (nasi dengan kari ayam) – harga 18.9 MOP, Soun ala Korea – 18.9 MOP, Kimchi with Rice - 18.9 MOP. Ato Mie instan yang bisa di kasih air panas dari supermarket itu juga. Ternyata enakk (menurutku). Porsinya juga agak gede. Dimakan di depan Senado Square, yang banyak tempat duduk di sekitarnya. Seperti yang dilakukan banyak pengunjung yang lain juga. Abis makan Fara (anakku) pengen es serut yang porsinya semangkok bakso penuh, n ada potongan peach juga jelly leci, harganya 20 MOP.

Dari Senado Square kita jalan kaki, dan masuk ke dalam hotel Grand Lisboa.. yang di dalamnya banyak koleksi benda seni yang bagus-bagus Bahkan ada batu berlian n emerald 200 karat yang dipamerkan di sana.

Dari sana lanjut ke Hotel City of Dreams , di lobby ada pertunjukan putri duyung yang merupakan hasil permainan teknologi pencahayaan. Jadi mirip dengan aslinya. Di seberangnya, ada hotel Venetian (tempat shooting BBF). Kereenn buanget. Lantainya aja dimainkan dengan perhitungan geometris, jadi kayak berundak2 dan 3 dimensi..(hebat bgt ya tukang masangnya). Dan ada Gondola seperti di Venezia, yang lokasinya indoor. Tukang perahunya juga kebanyakan bule-bule keren, ganteng n cuantik. Bayarnya 100 MOP untuk naik gondola.

Sore2 eh mendadak terasa laper lagi, di dalam hotel, ternyata ada food court. Mau makanan apa aja ada. Kita pesen bimbimbap (nasi Korea, 85 MOP), whohoho porsi makanan sana gede2 bgt.

Selesai makan, kami menghabiskan malam di depan hotel Venetian, sambil ngeliat permainan lampu di hotel seberangnya. Ternyata, waktu senja, di lokasi ini banyak pasangan calon pengantin yang lagi foto2 pre wed. Lo, koq gaun pengantinnya pake berbagai gradasi warna ungu semua…(lagi musim ya)… Ok, dah malem pulang deh ke hotel. Perjalanan kita ber tiga besok masih panjang untuk menyeberang pulau menuju Hong Kong.

Lanjutkan >>>

Usai makan siang, dengan berjalan kaki kami menuju Grand Lisboa Hotel & Casino , sebuah gedung yang bentuknya sangat unik dan tampak paling berbeda diantara bangunan tinggi lainnya di pusat kota Macau.



Meski nggak nginep di sana, tapi kami menjelajah areal lobi hotel super mewah ini cukup lama. Dan kami juga ngga mensia-siakan pula kesempatan ini untuk melongok fasilitas toiletnya yang ternyata…. sangat mewah! Semua fasilitas toiletnya menggunakan sensor otomatis, mulai dari air di wastafel yang keluar secara langsung begitu tangan kita didekatkan di moncong kran, atau sabun cair yang otomatis terpompa begitu tangan kita mendekat, hingga pintu masuk ke toilet yang bisa terbuka sendiri tanpa pake didorong atau ditarik…

City of Dreams & Hard Rock Hotel

City Of Dreams & Hard Rock Hotel - Macau

Selesai menjelajah Grand Lisboa Hotel & Casino , kami bermaksud untuk menumpang shuttle bus gratis yang disediakan hotel untuk menuju Terminal Ferry Macau , untuk mengantar keluarga Ibu Faryda membeli tiket ferry menuju Hong Kong untuk keberangkatan esok harinya. Namun, lantaran di dalam rombongan kami terdapat dua ABG yang masih di bawah umur, maka kami tidak diizinkan melintasi kasino yang merupakan pintu masuk pemberangkatan shuttle bus menuju Macau Ferry Terminal .

Akhirnya, kami pun mengambil alternatif dengan menumpang bus kota dari halte di seberang areal Hotel Grand Lisboa & Casino. Nah, di sini pun terjadi ‘kekacauan komunikasi’. Ketika saya bertanya informasi tentang bus menuju Macau Ferry Terminal di konter informasi yang pada saat itu dijaga oleh seorang bapak tua (yang nggak mengerti bahasa Inggris), dia menyebutkan bus nomor 23. Namun ketika kami cek di papan petunjuk bus yang ada di halte, ternyata bus nomor 23 tidak berhenti di Macau Ferry Terminal, melainkan di A-Ma Temple.

Kemudian saya memutuskan bertanya lagi ke petugas yang lain, kali ini saya menggunakan istilah dalam bahasa setempat (yang barusan saya inget ternyata saya simpan catatannya di memori blackberry saya). Dalam bahasa setempat, Macau Ferry Terminal disebut dengan Gang Ao Ma Tou. Ternyata untuk menuju tempat itu kita bisa menumpang bus no. 3 (bukan nomor 23) dengan tiket 3.20 MOP dan durasi perjalanan sekitar 15 menit saja.

Singkat cerita, kami sudah selesai mengantar keluarga Ibu Faryda untuk membeli tiket ferry Macau – Hong Kong. Nah, selanjutnya dari halaman parkir Ferry Terminal Macau ini, kita bisa memanfaatkan fasilitas shuttle bus gratis yang disediakan oleh berbagai perusahaan casino di Macau. Karena tujuan kami adalah hendak menuju The Venetian, City of Dream dan Hard Rock Hotel yang terletak di daerah Taipa; maka kami memilih untuk menumpang shuttle bus gratis dari City of Dream. Lumayan kan, mengirit sekitar 4.20 MOP tiket bus/orangnya, hahahaha…

Perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit sebelum kami tiba di halaman depan dari City Of Dream , sebuah casino, dan mall paling gress yang baru beroperasi di Macau. Mall ini terhubung langsung dengan Hard Rock Hotel yang juga merupakan tempat hiburan terbaru di Macau.

Selanjutnya, kami tinggal menyeberang jalan untuk menuju The Venetian – salah satu icon baru paling terkenal di Macau. Pusat judi kelas atas, mall, hotel dan restoran ini memang mengcopy habis kota terapung Venesia yang ada di Italia sono. Secara detil sih, saya sudah menceritakan hebohnya The Venetian dalam ebook berjudul TravelHemat Macau – Hong Kong – Shenzhen yang bisa didapatkan di situs TravelHemat.com ini.

Beruntungnya saat itu kami bisa menyaksikan atraksi dansa secara live yang diperagakan oleh tiga pasang penari asal Italia, yang menurut saya tampil sangat sempurna dan tanpa cacat. Kereeen abizz pokoknya.



Menghabiskan waktu sambil berkeliling mengagumi keindahan area The Venetian yang memiliki arsitektur ciamik dan super detail tersebut, kami juga sempat duduk-duduk santai di lantai pelataran depan The Venetian sambil menunggu matahari terbenam untuk melihat ‘nyala cahaya pertama’ dari gedung-gedung tinggi yang ada di sekitar The Venetian yang memang tampak sangat indah karena dihiasi beraneka lampu warna-warni saat senja turun.

Nyoman & Arianti di The Venetian

Pak Nyoman & Anaknya - Arianti, berpose di San Marco Square The Venetian

Yang istimewa lagi, kami juga mendapat ‘pertunjukan gratis’ di area halaman The Venetian, berupa pemotretan pre-wedding yang dilakukan setidaknya oleh 3 pasang calon pengantin. Herannya, ketiga calon mempelai wanita yang sedang melangsungkan pre-wedding photo session di sana, semuanya mengenakan pakaian warna ungu! Kita bertujuh sempat bertanya-tanya sendiri, apakah memang warna ungu saat ini lagi ngetrend ya sebagai kostum pernikahan???

Agung Basuki – May 2010

TravelHemat.com

St. Paul Cathedral Macau

+++++

Menangkan 5 suvenir cantik dari MACAU untuk 5 orang pemenang yang menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan kuis di bawah ini.

+++++

Pertanyaan Kuis:

1. Berapa orangkah jumlah rombongan dari TravelHemat.com yang berangkat ke Macau?

2. Apakah nama gedung hotel mewah & casino di pusat kota Macau yang tampak paling berbeda dengan gedung-gedung lainnya di sana?

3. Makanan apakah yang konon disebut-sebut sebagai ‘kue penuh dosa’?

4. Apakah nama objek wisata di Macau yang namanya diambil dari nama sebuah kota di Italia?

Kirimkan jawaban Anda via email ke travelhemat@yahoo.com beserta data diri:

Nama Lengkap: _________________

Alamat Rumah: _________________

Kota: _________________

Kode Pos: _________________

No. HP: _________________

Jawaban Kuis ditunggu sampai 15 Juni 2010 .

Pengumuman pemenang kuis akan diumumkan di situs TravelHemat.com pada 20 Juni 2010 .

Hadiah untuk pemenang akan dikirim ke alamat masing-masing menggunakan jasa kurir professional .



<<< Kembali ke Traveling GRATIS ke Macau 1

Nama Pemenang Kuis Berhadiah Suvenir Khas Macau bisa dilihat di sini!



Tanggal 13 – 15 Mei 2010 yang lalu, bersama dengan para pemenang program promo JALAN-JALAN GRATIS KE MACAU periode 1 Februari 2009 – 31 Januari 2010 , kami berangkat dari Bandara Internasional Sukarno Hatta dengan penerbangan low-fare AirAsia jam 06:25 WIB via Kuala Lumpur, Malaysia.

Meski saya sudah beberapa kali berwisata ke Macau , namun perjalanan dengan teman-teman TravelHematers memberikan sensasi keasyikan tersendiri yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya.

Tim TravelHemat.com

Para Pemenang Traveling Gratis ke Macau

Rata-rata sih, mereka yang menjadi pemenang program promo kali ini adalah kampiun traveling yang sudah mempraktekkan jurus-jurus traveling a la TravelHemat.com sebelumnya ke berbagai negara di dunia. Jadi, mereka sudah paham banget dengan apa yang harus dilakukan saat di perjalanan.

Di Macau, kami menginap di Hotel Best Western Taipa . Dari bandara international Macau kami naik taksi lantaran hari sudah malam ketika kami tiba di sana. Biasanya sih tarif taksi berkisar pada 20-25 MOP (Macao Peseta). Namun lantaran pada saat itu bus yang melayani jalur airport ke kota sudah tidak beroperasi (Bus AP1), maka ketika sang supir meminta ongkos 70 MOP (setelah melalui proses tawar menawar beberapa waktu), kami menyetujuinya meski sesungguhnya, perjalanan ke hotel tidak memakan waktu lama. Nggak lebih dari 10 menit saja.

Esok harinya, seharian penuh kami mengunjungi berbagai objek wisata di pusat kota Macau dan juga di sekitar Taipa. Yang kami kunjungi pertama kali adalah Senado Square di pagi hari. Dalam bahasa setempat, tempat ini disebut San Ma Lo . Kebanyakan orang di sana tidak mengerti istilah Senado Square, jadi kalo pas mau bertanya, sebaiknya pakailah istilah San Ma Lo. Dengan naik bus no. 11 atau 33 dari halte yang terletak di dekat hotel, kami melakukan penjelajahan pertama. Tiket naik bus-nya adalah 4.2 MOP/orang. Kalau tidak punya mata uang MOP, bisa menggunakan mata uang HK$ (Hong Kong Dollar) yang perbandingannya 1:1. 1 HK$ nilai tukarnya sekitar IDR 1.200.-

Senado Square masih sepi di pagi hari. Toko-toko yang ada di sana juga masih tutup. Tempat ini adalah pusat perbelanjaan utama di Macau di mana terdapat deretan pertokoan fashion merek terkenal seperti Giordano, Baleno, Esprit, dan lain-lain. Kalau yang demen sama fast food, Mc. Donald juga punya outletnya di sini.

Lantaran suasana yang masih sepi, kami bisa mencapai icon utama kota Macau yakni Ruins of St. Paul’s Cathedral dalam waktu relatif singkat, dengan melalui jalan-jalan kecil khusus pejalan kaki yang berkelok-kelok. Untungnya, karena di setiap persimpangan jalan tersedia papan penunjuk jalan yang jelas, maka perjalanan menuju reruntuhan gedung gereja tersebut tidak pake acara tersesat segala.



Ternyata, di objek wisata bersejarah paling penting di kota Macau ini, suasana nggak sepi-sepi amat. Kami melihat beberapa rombongan turis sedang berfoto di sana. Dan yang mengherankan lagi, semua rombongan turis yang sudah ‘beredar’ di pagi hari tersebut, kebanyakan didominasi oleh rombongan turis dari INDONESIA! Kalau dilihat dari bendera yang dibawa oleh tur leader-nya, rata-rata mereka berasal dari perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia.

Rombongan kecil kami yang terdiri atas 7 orang (5 dewasa dan 2 ABG) sempat berkunjung ke areal pekuburan yang ada di bagian bawah reruntuhan gereja, dan juga berkunjung ke museum yang ada di bawahnya.

Lantas, ketika sudah puas berada di kawasan gereja St. Paul, kami mendaki ke sebuah bukit kecil yang terletak di sebelah kiri dari St. Paul melalui anak tangga yang terbuat dari bebatuan hingga tiba di sebuah bekas areal benteng kuno yang tepat berdiri di puncak bukit tersebut.

Objek wisata ini termasuk dalam kawasan Museo de Macau , di mana dahulunya digunakan sebagai benteng pertahanan tentara Portugis dari serangan musuh. Hal ini bisa dilihat dari struktur bangunannya yang berdinding tebal dan bertingkat-tingkat dengan deretan meriam di mana-mana.

Dari puncak bukit ini, bisa terlihat dengan jelas pemandangan kota Macau dari ketinggian. Diantara gedung-gedung megah dan mewah yang menjulang tinggi di langit-langit kota Macau, bisa dilihat pula deretan gedung-gedung kumuh pemukiman warga setempat yang sungguh terlihat drastis dibandingkan dengan hotel dan kasino berbintang di sekitarnya.

Penunjuk Jalan di Senado Square

Penunjuk arah di Senado Square area

Ketika dirasa cukup melakukan eksplorasi santai di wilayah St. Paul Cathedral dan Museo de Macao , maka kami kembali menyusuri jalanan sempit untuk kembali menuju ke Senado Square. Namun dalam perjalanan balik kali ini, kami sempat mampir ke salah satu kedai penjual jajanan khas paling lezat di Macau – egg tart - jajanan berbentuk kue pie dengan lapisan atas terbuat dari kuning telur dengan gula karamel. Konon, untuk membuat satu buah kue yang dihargai 6 MOP/biji ini, dibutuhkan 3 butir kuning telur. Bisa dibayangkan bahwa kandungan kolestrol dalam kue kecil ini sangat tinggi. Tak heran jika kemudian egg tart dijuluki sebagai kue penuh dosa, wkwkwkwkwk!

Rombongan kecil kami ini kemudian berbelanja suvenir murah yang ada di daerah sana. Saya juga nggak lupa membeli suvenir yang rencananya akan saya bagikan untuk teman-teman sekalian di komunitas TravelHemat.com. Ntar caranya tinggal menjawab pertanyaan kuis di bagian akhir dari artikel ini… Dan 5 pemenang yang beruntung nantinya akan saya kirimin hadiah khusus yang saya beli dari Macau ini.

Usai berbelanja suvenir, kami kemudian berpencar untuk makan siang di area Senado Square.



Lanjutkan ke Bagian II + Pertanyaan Kuis Berhadiah >>>