Didukung oleh:






 

Archive for August, 2009

Nah, disamping persyaratan standard seperti yang tertulis di atas, masing-masing negara Schengen memiliki sedikit perbedaan persyaratan untuk permohonan visa, seperti tertulis di bawah ini :

Kedutaan Italia:

1. Apabila ada anak yang ikut dengan salah satu orang tuanya atau pergi sendiri tanpa ditemani orang tuanya maka kedua orang tuanya diharapkan kehadirannya di kedutaan Italia untuk mengisi dan menandatangani formulir khusus (selain memberikan Surat Izin tertulis).

2. Bukti Keuangan yang diserahkan ke kantor kedutaan Italia harus yang asli, bukan foto copy atau foto copy yang dilegalisir.

3. Kartu Keluarga harus asli.

>> Dapatkan Panduan Lengkap Merencanakan & Melakukan Perjalanan Hemat ke Italia, DI SINI!

Kedutaan Jerman:
1. Untuk mengajukan aplikasi ke kedubes Jerman, minimal harus ada 10 orang yang memiliki route perjalanan yang sama. Untuk aplikasi visa secara individu, belakangan konon agak sulit, kecuali untuk keperluan bisnis atau studi.

2. Apabila penerbangan memakai maskapai Lufthansa, hanya diperlukan surat keterangan dari pihak airlines dan print out tiket saja. Sementara jika menggunakan maskapai yang lain, harus menunjukkan tiket pesawat ASLI.

3. Jika seorang anak (atau yang masih berstatus single) berencana untuk melakukan perjalanan sendiri ke Eropa tanpa didampingi orang tua, selain diharuskan menyertakan surat izin orang tua, salah satu orang tua yang bersangkutan juga diharuskan datang menghadap ke kantor kedubes Jerman.

4. Jika seorang anak hendak bepergian dengan hanya didampingi oleh salah satu orang tua, maka orang tua yang tidak ikut serta dalam perjalanan harus memberikan surat izin yang menyatakan mengizinkan anak dan istri/suaminya untuk pergi ke Jerman/Eropa.

>> Dapatkan Panduan Lengkap Merencanakan & Melakukan Perjalanan Hemat ke berbagai kota utama di Jerman, DI SINI!

Kedutaan Belanda:
1. Pemohon harus melakukan permohonan visa secara langsung ke kantor Kedubes Belanda (boleh diwakili dari agent apabila telah pernah mendapatkan Visa Belanda 2x).
2. Jika ada keluarga yang tinggal/studi/bekerja di Belanda dan akan membuat Surat Undangan, surat tersebut harus disahkan oleh kantor pemerintah setempat di negara tersebut.

>> Dapatkan Panduan Lengkap Merencanakan & Melakukan Perjalanan Hemat ke berbagai kota utama di Belanda, DI SINI!

Kedutaan Belgia:
1. Bukti Keuangan yang diberikan kepada pihak kedubes harus ASLI.
2. Konfirmasi penginapan harus langsung dari Belgia.
3. Pemohon visa diwajibkan datang langsung menghadap saat menyerahkan persyaratan visa.

4. Surat keterangan dari orang tua harus dibuat dalam bahasa Inggris di atas meterai Rp 6000 dan disahkan oleh kantor notaris setempat.

>> Dapatkan Panduan Lengkap Merencanakan & Melakukan Perjalanan Hemat ke berbagai kota utama di BELGIA, DI SINI!

Kedutaan Austria :
1. Bukti Keuangan yang diberikan kepada pihak kedubes harus ASLI.
2. Konfirmasi penginapan harus langsung dari Belgia.
3. Jika seorang anak (atau yang sudah dewasa tapi masih single) ingin bepergian sendiri tanpa didampingi oleh kedua atau salah satu orang tua, hanya diperlukan Surat Keterangan dari orang tua yang tidak ikut di atas materai Rp 6000

>> Dapatkan Panduan Lengkap Merencanakan & Melakukan Perjalanan Hemat ke berbagai kota utama di Austria, DI SINI!

Kedutaan Prancis:
1. Pas foto yang disyaratkan adalah yang terbaru dengan ukuran 3,50 cm x 4,50 cm (2 lembar) dengan background warna putih.
2. Pemohon Visa turis perorangan yang tinggal di wilayah JABOTABEK diharuskan untuk menghadap sendiri. Di luar wilayah tersebut, persyaratan visa bisa dimasukkan via agen perjalanan atau dikirim via pos/kurir.

Dapatkan Panduan Lengkap Merencanakan & Melakukan Perjalanan Hemat ke berbagai kota utama di Prancis, DI SINI!

Khusus Untuk Panduan Merencanakan & Melakukan Perjalanan Hemat ke Paris, Silakan Klik DI SINI!

Kedutaan Swedia, Norwegia dan Finlandia :
1. Pemohon visa harus datang menghadap secara individu, tidak dapat diwakilkan oleh agen perjalanan manapun.
2. Kalau untuk keberangkatan secara group, aplikasi visa boleh diwakilkan oleh pimpinan rombongan.

Kedutaan Denmark & Spanyol:

Jika seorang anak (atau yang sudah dewasa tapi masih berstatus single) hendak bepergian sendiri tanpa didampingi oleh kedua atau salah satu orang tua, hanya diperlukan surat keterangan dari orang tua yang tidak ikut dalam perjalanan di atas meterai Rp 6000.


Sepintas mungkin persyaratan tambahan di atas terlihat cukup rumit. Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut sehubungan dengan persyaratan visa Schengen, silakan hubungi saya via email di: travelhemat@yahoo.com

Artikel Terkait:

Baca ulasan khusus tentang Pentingnya Asuransi Perjalanan DI SINI!

Baca juga tips & tricks menyiasati rumitnya persyaratan visa seputar bukti konfirmasi pemesanan penginapan (hotel/hostel) untuk keperluan kelengkapan persyaratan visa, DI SINI!

CATATAN PENTING I:

Sebaiknya Anda ‘Bookmark’ halaman situs ini supaya bisa kembali mengunjunginya dengan mudah di lain waktu. Ada banyak informasi berguna seputar persyaratan visa Eropa (Schengen) yang bakal saya up-date setiap waktu sesuai perkembangan, berikut tips & tricks bagaimana menyiasatinya agar aplikasi visa Anda bisa GOL dengan resiko kerugian finansial seminimal mungkin.

Lantaran cukup panjang, tulisan ini harus saya bagi dalam 2 bagian. Klik link di bagian bawah halaman ini untuk melanjutkan ke bagian selanjutnya.

***

Akhir-akhir ini, banyak teman member komunitas TravelHemat.com sudah pada berani untuk berencana melakukan perjalanan secara independen ke Eropa.

Banyak yang mengirim email ke saya menanyakan hal-hal seputar tahap-tahap persiapan. Awalnya banyak yang ragu-ragu dengan gimana cara mencari dan memesan tiket pesawat yang murah meriah, cara mencari penginapan murah namun strategis, masalah persyaratan visa yang konon sulitnya minta ampun, dan lain-lain…

Namun, setelah membaca jurus-jurus yang dijabarkan secara detil melalui berbagai serial e-book yang ada di situs TravelHemat.com, sedikit demi sedikit banyak yang teryakinkan dan saat ini ada banyak sekali teman-teman yang ingin menjajal keindahan kota-kota besar di Eropa maupun kecantikan pemandangan alamnya berikut kekayaan budaya dari berbagai negara di benua eksotis tersebut.

Photobucket

Beli E-Book TravelHemat Eropa 1 Sekarang!

Dari segi biaya perjalanan, benar sekali, apabila kita merencanakan perjalanan tersebut dengan cermat, sangat besar kemungkinan kita bisa melakukan penghematan yang kalau dihitung-hitung… bisa mencapai belasan juta rupiah/orangnya. Wah, menarik sekali kan?

Sebagai informasi, biaya tur ke Eropa saat ini jika kita bergabung dalam grup tur melalui travel agent, bisa berkisar antara U$2200 – 4500/orang. Nah, jika Anda bisa menghemat biaya perjalanan tersebut hingga separuhnya, masak sih Anda nggak tertantang untuk melakukan perjalanan ke Eropa secara independen, meskipun mungkin Anda harus sedikit bersusah payah untuk mempersiapkannya :-)

E-Cover TH Switzerland

Beli E-Book TravelHemat Switzerland Di SINI!

Apa itu Visa Schengen?

Negara-negara di Eropa saat ini sebagian besar sudah bergabung menjadi ’satu’ untuk urusan pemberian visa kunjungan bagi para pengunjung dari luar wilayah mereka. Ada lebih dari 25 negara Eropa yang saat ini telah menyatukan sistem pengurusan visa mereka. Jadi, apabila kita masuk dari salah satu negara yang bergabung dalam sistem Schengen, maka secara otomatis kita bisa berkunjung ke negara-negara anggota yang lainnya tanpa perlu mengajukan aplikasi visa secara terpisah ataupun mengalami pemeriksaan imigrasi saat di perbatasan antar negara.

Negara-negara Eropa yang masuk dalam sistem Schengen adalah: Belanda, Belgia, Luxemburg, Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, Austria, Jerman, Republik Ceko, Hungaria, Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, Polandia, Yunani, Estonia, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Slovakia, Slovenia, dan yang terakhir bergabung (akhir Oktober 2008) adalah …. Switzerland.

Photobucket

Persyaratan Umum Visa Schengen

Berikut adalah persyaratan umum Visa Schengen:

1. Paspor yang masih berlaku minimal 8 bulan (baru & lama)
2. Surat Sponsor dari perusahaan tempat bekerja dalam bahasa Inggris
3. Surat Undangan (jika kunjungan dilakukan dalam rangka bisnis)
4. Foto copy SIUP
5. Bukti Keuangan Pribadi 3 bulan terakhir (Bukti Keuangan dari perusahaan jika kunjungan dilakukan untuk keperluan bisnis)
6. Referensi Bank asli sesuai dengan Bukti Keuangan
7. Konfirmasi Pemesanan Hotel/Penginapan.

8. Asuransi Perjalanan

9. Print Out Tiket Perjalanan
10. Foto copy Kartu Keluarga, Surat Nikah, Akte Lahir, Ganti Nama jika ada
11. Foto copy Kartu Pelajar / Surat Keterangan Sekolah
12. Foto terbaru ukuran 4×6 (2 lembar) warna background putih
13. Foto copy Credit Card
14. Isi dan tanda tangan Formulir
15. Tidak menutup kemungkinan untuk diminta menunjukkan Bukti Keuangan asli pada saat pengajuan Visa khususnya untuk Kedutaan Schengen.

Jika ada anggota keluarga yang tinggal di negara tersebut dan dia berminat untuk mengundang Anda ke Eropa, maka Anda wajib melampirkan :
1. Foto copy Paspor dan Visa orang yang tinggal di negara tersebut.
2. Bukti Hubungan (keluarga) seperti Akte Kelahiran.
3. Surat Undangan dari anggota keluarga di Eropa yang disahkan oleh pemerintahan setempat.

Lanjutkan >>

CATATAN PENTING II:

Baca ulasan khusus tentang Pentingnya Asuransi Perjalanan DI SINI!

Baca juga tips & tricks menyiasati rumitnya persyaratan visa seputar bukti konfirmasi pemesanan penginapan (hotel/hostel) untuk keperluan kelengkapan persyaratan visa, DI SINI!

Bukti Pemesanan Penginapan

Untuk Menyiasati Syarat

Visa Eropa

Apabila Anda hendak berencana untuk melakukan perjalanan ke Eropa, saat mengajukan permohonan aplikasi visa Schengen di kantor kedutaan besar salah satu negara Schengen di Jakarta, salah satu persyaratannya adalah Anda harus menyerahkan bukti pemesanan tiket pesawat udara pulang pergi yang sudah dalam status ‘confirmed’ yang biasanya ditandai dengan istilah ‘HK atau OK’.

Disamping itu, Anda juga wajib memiliki polis asuransi perjalanan yang memiliki nilai pertanggungan untuk kerugian dalam hal medical expenses sejumlah minimal 30.000 Euro (catatan: baca artikel khusus tentang Manfaat Asuransi Perjalanan di SINI).

Persyaratan wajib lainnya yang seringkali dirasa memberatkan oleh sebagian besar calon traveler adalah, Anda harus menyerahkan bukti pemesanan penginapan selama perjalanan di Eropa yang statusnya sudah ‘confirmed’.

Banyak orang yang masih berpikiran, bahwa jenis penginapan di luar negeri hanyalah sebatas pada apartemen dan hotel belaka. Masalahnya, jika Anda ingin mendapatkan bukti konfirmasi penginapan di Eropa dengan memesan melalui biro perjalanan, biasanya Anda diharuskan untuk membayar lunas total biaya pemesanan hotel/apartemen tersebut sebelum bisa memperoleh bukti pemesanan dalam status ‘confirmed’.

Pertanyaannya adalah, bagaimana jika aplikasi visa Anda ditolak alias Anda tidak bisa berangkat ke Eropa? Bukankah Anda akan menanggung kerugian yang sangat besar dari sektor biaya ini saja?

Solusi yang ingin saya rekomendasikan pada Anda adalah dengan melakukan pemesanan ‘HOSTEL’ ataupun hotel dan apartemen yang berbasis low-budget secara online melalui LINK INI!

Dengan melakukan pemesanan penginapan secara online melalui situs tersebut, Anda hanya perlu membayar uang muka sebesar 10% saja dari total biaya penginapan yang Anda pesan. Pembayaran dilakukan secara online menggunakan kartu kredit yang masih berlaku. Setelah pembayaran Anda berhasil dilakukan, maka Anda bisa mencetak sendiri bukti pemesanan penginapan dengan status ‘confirmed’ yang dikirim ke alamat e-mail Anda secara otomatis.

Sisa biaya penginapan nantinya bisa Anda bayar secara langsung pada saat check-in pada saat kedatangan Anda, baik dengan cara membayar kontan atau menggunakan kartu kredit.

Dengan menyerahkan bukti pemesanan penginapan dengan status ‘confirmed’ yang Anda cetak sendiri tersebut ke pihak kedutaan, maka salah satu masalah pelik yang sering dihadapi oleh para independent traveler ke Eropa, sudah teratasi.

Dan jika kita bicara kemungkinan terburuk, yakni aplikasi visa Anda ditolak oleh pihak kedutaan besar negara tujuan, kerugian Anda dari sektor biaya pemesanan penginapan bisa ditekan ke titik minimal, yakni hanya 10% saja daripada biaya penginapan seluruhnya.

Semoga informasi di atas, berguna untuk Anda.

Baca Juga Artikel terkait:

Up-date Informasi tentang Visa Eropa (Schengen)

Pentingnya Asuransi Perjalanan

E-Book TravelHemat Eropa 1 (Italy, Switzerland, Prancis, Belgia, Belanda)

E-Book TravelHemat Eropa 2 (Jerman, Austria, Rep. Ceko, Hungary)

E-Book TravelHemat Paris

E-Book TravelHemat Italy

E-Book TravelHemat Switzerland

If Life Is So Short….”

Oleh Agung Basuki TravelHemat.com

Saya pertama kali bertemu dengan Charles dan Linda Graham saat pasangan asal Amerika itu ikut serta dalam rombongan tur ke Eropa Barat yang saya pimpin, kira-kira 14 tahun yang lalu. Ketika itu mereka mengadakan perjalanan dalam rangka memperingati ulangtahun emas perkawinan mereka. Saya banyak berkomunikasi dengan mereka sebab mereka duduk di baris pertama pada bus yang kami kendarai sepanjang perjalanan, tepat di belakang bangku tempat duduk saya.

Selama 14 hari perjalanan mengunjungi 9 kota di 5 negara, pasangan yang sudah berusia lebih dari 70 tahun itu kerap menjadi perhatian saya. Bukan karena saya mengkhawatirkan kondisi fisik mereka yang mungkin kelelahan akibat perjalanan panjang, karena untuk ukuran kebanyakan orang seusianya, mereka tergolong cukup sehat dan lincah. Yang saya perhatikan justru bagaimana mereka tampak begitu menikmati setiap momen dalam perjalanan tersebut.

Pengamatan’ yang saya lakukan secara sembunyi-sembunyi terhadap mereka –entah dengan mencuri pandang melalui kaca spion bus yang kebetulan mengarah langsung pada mereka, atau memperhatikan bagaimana mereka berunding untuk menentukan mau pergi ke mana ketika acara bebas—membuat saya melihat ada sesuatu yang ‘berbeda’ diantara keduanya dibandingkan para peserta lain. Keduanya tampak sangat ceria, yang terpancar jelas dari raut wajah mereka yang sudah dipenuhi keriput.

Rasa penasaran saya atas pasangan Charles dan Linda belum sempat terjawab ketika perjalanan yang kami lakukan sudah harus berakhir. Seluruh rombongan berpisah untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing, sementara saya melanjutkan hidup saya seperti biasa.

Setahun berikutnya, ketika ditugaskan untuk memimpin sebuah rombongan tur ke Eropa Timur, secara tak sengaja saya bertemu lagi dengan Charles dan Linda yang ternyata juga ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin saat itu. Kali ini mereka melakukan perjalanan untuk merayakan ulangtahun perkawinan yang ke-51.

Lantaran sudah saling kenal sebelumnya, kami menjadi cepat akrab. Sebenarnya, saat itu saya hanyalah seorang tur leader pengganti lantaran tur leader yang seharusnya memimpin perjalanan tersebut mendadak jatuh sakit. Di awal perjalanan, saya berterus terang kepada para peserta tur bahwa saya kurang familiar dengan rute perjalanan kali ini.

Di luar dugaan, Charles secara diam-diam berbicara banyak tentang saya kepada para peserta tur lainnya berdasarkan pengalaman yang dialaminya saat ikut serta dalam rombongan tur yang saya pimpin setahun sebelumnya. Tentang bagaimana saya sudah menjadi tur leader yang menurut dia sangat baik dan caring serta berbagai hal-hal positif lainnya.

Berkat dia pulalah, sebagian besar peserta tur jadi memiliki penilaian positif terhadap saya. Konsekuensinya, saya jadi lebih tertantang untuk berbuat semaksimal mungkin, memberikan kualitas layanan yang terbaik dan memuaskan.

macau, travelhemat, travel hemat gratis

Pengalaman memimpin grup tur ke Eropa Timur saat itu adalah awal perjalanan karir saya sebagai seorang tur leader, namun justru di saat saya merasa banyak kemungkinan untuk melakukan kesalahan karena minimnya ‘jam terbang’ dan penguasaan medan, hampir seluruh peserta tur malah memberikan dukungan positif atas apa yang saya lakukan saat itu sehingga saya merasakan situasi yang nyaman sepanjang perjalanan tersebut. Dan semua itu disebabkan karena berbagai pernyataan positif yang disampaikan oleh Charles.

Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, kalau bisa membuatnya lebih indah, kenapa harus dijalani dengan airmata. Kalau bisa memotivasi orang lain dengan pujian, mengapa kita harus menyampaikannya dengan celaan?” demikian kata Linda saat saya menyampaikan terimakasih atas ‘promosi’ yang dilakukan suaminya untuk saya.

Prinsip life is too short yang dianut oleh Charles dan Linda itu membuat saya merenung tentang makna hidup yang sudah saya jalani saat ini. Usia pernikahan yang mereka jalani hingga sanggup mencapai angka di atas 50 tahun adalah suatu hal yang langka, dan menurut saya perjalanan hidup mengarungi kehidupan selama 70 tahun lebih bukanlah waktu yang singkat pula.

Kita tidak pernah tahu kapan hidup ini bakal berakhir, kapan saat terakhir kita bakal bertemu dengan orang yang kita kasihi. Bisa saja besok saya atau kamu dipanggil Tuhan, dan alangkah menyesalnya kita ketika menyadari betapa banyak hal yang sebenarnya ingin kita capai, ternyata tidak pernah terwujudkan.

Jika setiap saat kita berpikir bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, maka kita akan termotivasi untuk memberikan makna terbaik pada hari-hari yang kita jalani saat ini,” demikian ungkap Charles panjang lebar. “Dan jika pada kenyataannya kita diberi anugerah untuk menjalani hidup ini lebih lama, bukankah hari-hari yang sudah kita lalui bakal menjadi rangkaian kenangan nan indah?

Selama kehidupan pernikahan kami, rasanya kami tidak sempat meributkan hal-hal kecil karena waktu kami telah tersita dengan pemikiran bagaimana mengisi hari-hari ‘pendek’ kami dengan sebaik mungkin.”

Perkataan Charles dan Linda itu terus melekat di benak saya hingga kini. Prinsip hidup yang mereka anut telah berhasil mempengaruhi jalan pemikiran saya, sehingga sejak saat itu saya menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat.

THShop 468X60

Ketika menikah beberapa tahun yang lalu, saya bersama istri juga telah bersepakat untuk menjalani kehidupan ini dengan prinsip ‘life is so short’. Setiap saat kami selalu berpikir bagaimana caranya agar mengisi hari-hari kami dengan sebaik mungkin. Peringatan hari ulang tahun saya dan istri, maupun ulangtahun pernikahan, kami menjadi ajang untuk introspeksi tentang hari-hari yang telah kami lewati bersama, sekaligus merencanakan apa yang akan kami lakukan untuk kurun waktu setahun ke depan.

Kami menjadi lebih ekspresif dalam mengungkapkan isi hati dan perasaan masing-masing dan tidak ragu-ragu untuk saling mempersembahkan yang terbaik dan berupaya untuk saling membahagiakan satu sama lain. Setiap kali ada konflik yang terjadi, kami berupaya untuk menyelesaikannya dengan sesegera mungkin.

Banyak orang yang mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga yang kami jalani barulah ‘seumur jagung’, sehingga saat ini kami baru menikmati yang manis-manis saja. Memang benar, selama hampir dua tahun kehidupan pernikahan kami, hampir bisa dipastikan kami jarang bertengkar. Perselisihan memang ada, namun kami berdua senantiasa mengupayakannya agar persoalan yang kami hadapi tidak melebar dan meluas ke mana-mana. “If you can make it simple, why make it hard?”, begitu kata Linda.

Apabila setiap saat kami mempertahankan prinsip yang sama dalam menjalani hidup ini, dan ketika nantinya kami dikaruniakan umur panjang untuk bisa merayakan ulangtahun pernikahan yang ke-10, 20, 30 atau bahkan yang ke-50 seperti Charles dan Linda, wow…. betapa bernilainya hari-hari yang telah kami jalani selama ini, dan betapa banyak kenangan indah yang telah terukir sepanjang kehidupan ini.

Dan kalaupun toh kami tidak dikaruniakan usia yang panjang, setidaknya kami berdua sudah pernah melewati hari-hari yang indah bersama-sama.

Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat kiriman surat dari Linda (kami memang sering saling berkirim surat semenjak pertemuan kami di Eropa bertahun-tahun lalu). Di suratnya Linda menceritakan bahwa Charles telah meninggal dunia, beberapa saat setelah peringatan ulangtahun pernikahan mereka yang ke-62. Herannya, saya tidak menangkap kesan kesedihan di dalam suratnya tersebut.

Bahkan dia mengatakan bahwa mereka berdua sudah sejak lama bersiap menghadapi momen perpisahan yang tak mungkin terelakkan oleh manusia manapun di dunia ini. Linda mengungkapkan bagaimana beruntungnya mereka bisa melewati saat kebersamaan yang panjang, dan bersyukur atas begitu banyak peristiwa yang boleh mereka jalani berdua. Dan ketika memang ‘saat’ itu tiba, yang terungkap justru rasa syukur karena telah diberi banyak kesempatan untuk menjalani hari demi hari bersama dengan orang yang dicintainya.

When you think your life is so short and when you always keep trying to fill up your days with cheers and laughter; someday you’ll be amazed, how many great moments you’ve been through in your lifetime. Itulah kalimat penutup yang ditulis Linda Graham dalam surat terakhir yang dikirimkannya pada saya.

…………

If life is so short

Why don’t you let me love you

Before we run out of time

If love is so strong

Why won’t you take the chance

Before our time has come

If life is so short

………..

(‘If life is so short’ - The Moffats)

Catatan: Jika Anda suka dan terinspirasi dengan tulisan di atas, mohon sharingkan kepada teman-teman Anda lainnya supaya mereka bisa mendapatkan inspirasi yang sama. Silakan copy dan paste kan link situs seperti tertulis di bawah ini dan kirimkan ke teman-teman Anda via email dan/atau FaceBook supaya ada lebih banyak orang lagi yang boleh memanfaatkan waktu yang ada dalam hidupnya untuk lebih mencintai dan berani mengekspresikan perasaannya pada orang yang dia cintai…

Ini link yang bisa Anda copy - paste dan sebarkan >>

http://www.travelhemat.com/wajib-baca-if-life-is-so-short/

Tulisan ini adalah kelanjutan dari bagian sebelumnya mengenai bagaimana cara packing yang benar saat traveling yang diberikan oleh Agung Basuki, pemilik situs TravelHemat.com, TravelHematShop.com dan RentVillaBali.com.

Barang-barang lain yang perlu disiapkan:

· Buku notes kecil untuk mencatat hal-hal penting seperti nomor telepon, alamat ataupun pengeluaran sehari-hari.

· Pulpen cadangan

· Satu atau dua set (lagi) pakaian cadangan

· Kamera, batere serta memory card

Jika Anda menggunakan kamera dengan roll-film, sebaiknya belilah batere dan roll-film di Indonesia karena harga barang-barang tersebut di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia.

· Jika kamera yang anda pakai adalah kamera digital, jangan lupa membawa batere cadangan berikut charger-nya, plus beberapa memory-card yang berkapasitas tinggi.

· Multipurpose International Adapter, terutama yang memiliki berbagai bentuk stop kontak dalam satu kemasan yang bisa dipergunakan di berbagai negara dengan sistem stop kontak yang berbeda.

· Jam tangan (yang memiliki alarm, berfungsi juga untuk membangunkan Anda dari tidur)

· Topi

· Jaket (yang tahan air, biasanya terbuat dari bahan parasut)

· Botol minum plastik

· Kotak PPPK kecil lengkap dengan isinya beserta obat-obatan pribadi

· Lampu senter

· Sepatu dan/atau sandal gunung

· Pisau lipat serbaguna (biasanya bermerek Victorinox karena memiliki berbagai fungsi).

Harap diingat bahwa untuk alasan keamanan, maka peraturan penerbangan saat ini tidak mengizinkan Anda membawa benda tajam ke dalam kabin penumpang. Jadi pastikan pisau lipat Anda tersimpan di dalam tas yang diletakkan pada bagasi sebelum Anda naik ke pesawat terbang.

· Beberapa sachet deterjen untuk mencuci pakaian

· Buku kamus bahasa asing sederhana

· Beberapa kantong plastik untuk memisahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih

· Gembok kecil (beserta kunci pembukanya) untuk mengunci tas selama perjalanan, atau untuk mengunci loker Anda saat menginap di hostel demi memperkecil resiko dibongkarnya isi tas Anda oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Catatan penting: Belakangan ini, karena alasan keamanan, penumpang pesawat antar benua tidak lagi diizinkan membawa produk berupa cairan ke dalam kabin pesawat. Untuk itu, jika Anda berencana membawa produk yang termasuk dalam kategori cairan (parfum, cairan pencuci soft lense, obat batuk cair, dan lain-lain), pastikan Anda meletakkannya di tas yang Anda letakkan di bagasi pesawat.

That’s all you need if you want to travel light. Jika Anda telah mempersiapkan barang yang Anda perlukan, segera buatlah tanda pada ‘Daftar Perlengkapan’ yang Anda buat.

Bicara mengenai ‘traveling light’, saya jadi teringat pada satu peristiwa menggelikan sekaligus memalukan yang saya alami saat melakukan perjalanan keliling Prancis dan Italia selama hampir dua bulan beberapa tahun lalu. Kebiasaaan saya membawa barang bawaan seminimal mungkin dalam sebuah tas ransel kecil, ternyata mengundang rasa ingin tahu dari beberapa petugas yang berjaga di perbatasan Italia – Prancis. Ketika mereka memeriksa isi tas saya, dengan pandangan penuh rasa penasaran salah satu dari petugas tersebut bertanya, “You travel for two months and that’s all you have? Are you a nudist?”  Seketika wajah saya jadi merah padam :-p

(Catatan: Kaum nudist adalah sekelompok masyarakat yang suka bertelanjang bulat saat melakukan aktifitas keseharian mereka).

Jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan selama 14 hari, maka bawalah perlengkapan untuk kebutuhan selama 14 hari saja. Jangan sampai orang mengira bahwa Anda ingin pindah rumah lantaran saking banyaknya barang yang Anda bawa. Pada kenyataannya, seringkali saya melihat orang membawa lebih dari satu tas koper ukuran besar untuk berlibur selama beberapa hari saja.

Kembali Agung Basuki, pemilik situs TravelHemat.com, TravelHematShop.com dan RentVillaBali.com memberikan beberapa tips hasil perjalanannya bertahun-tahun ke berbagai tempat di penjuru dunia.

Dengan sejumlah besar barang yang Anda bawa, hal ini akan sangat membatasi ruang gerak Anda sendiri. Dalam setiap kesempatan Anda akan selalu direpotkan untuk mengurusi barang bawaan Anda tersebut sambil senantiasa dihantui pikiran ‘apakah masih ada barang yang tertinggal atau tidak’. Pada akhirnya, Anda jadi lupa alasan mengapa Anda melakukan perjalanan ini. Disamping itu, dengan sekian banyak barang yang Anda bawa, Anda bisa menjadi sasaran empuk para penjahat.

If you want to travel, travel light!”, begitu kata satu pepatah yang senantiasa saya ingat. Saat memasukkan barang ke dalam tas Anda, bawalah hanya benda-benda yang paling esensial seperti:

· Tas ransel/tas punggung berukuran kecil dan bermodel simpel.

· Money belt, sebuah dompet yang terbuat dari kain yang bisa Anda lilitkan pada pinggang dan menutupinya dengan celana atau pakaian yang Anda kenakan. Karena bentuknya yang tipis dan memanjang, maka money belt ini tidak akan terlihat dari luar saat dikenakan di balik pakaian Anda. Untuk membeli money belt, Anda bisa mencarinya pada toko penjual tas koper untuk keperluan traveling. Kegunaan dari money belt adalah sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang berharga Anda dari incaran penjahat. Benda-benda berharga seperti paspor, tiket, kartu kredit/kartu ATM, polis asuransi perjalanan, uang atau traveler’s cheques, bisa Anda simpan di sini.

THS01 - 300

Secret Waist MoneyBelt yang bisa dibeli online di TravelHematShop.com dengan harga Rp 55.000,-

Saran penting: Agar tidak perlu mengeluarkan dokumen-dokumen asli setiap kali diperlukan seperti saat mengisi formulir imigrasi yang selalu membutuhkan data-data dari paspor, maka tidak ada salahnya jika Anda memfoto copi beberapa kali dokumen-dokumen penting seperti paspor (terutama pada bagian depan tempat foto dan data Anda dicetak dan juga halaman visa negara tujuan), tiket, kartu kredit/kartu ATM, mencatat nomor seri traveler¡¦s cheques dan nomor polis asuransi beserta nomor telepon daruratnya sebelum memulai perjalanan. Simpanlah copy dokumen tersebut secara terpisah, satu set di tempat yang mudah Anda jangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan, dan satu set lagi tinggalkan di rumah pada orang yang bisa Anda percaya dan bisa dihubungi sewaktu-waktu bila dibutuhkan, di mana apabila dokumen asli atau copy yang Anda bawa hilang, maka Anda masih memiliki satu copy dokumen lagi untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Bisa juga Anda memindai dokumen-dokumen tersebut dan menyimpannya pada inbox e-mail Anda sehingga apabila dibutuhkan Anda bisa memperoleh semua copy dokumen tersebut dengan membuka e-mail Anda.

· Pakaian

Siapkan satu set pakaian mulai dari kaos kaki, celana panjang, pakaian dalam, kemeja lengan panjang (untuk udara yang agak dingin) dan T-Shirt.

· Barang keperluan pribadi

Jika memerlukan, siapkan lensa kontak berikut cairan tetes mata dan cairan perendamnya, atau kacamata. Siapkan pula sisir, kacamata hitam, sikat gigi dan pasta gigi, pembalut wanita, pisau cukur. Jika Anda berencana menginap di hostel, sabun mandi, shampoo (sebaiknya dalam kemasan kecil atau sachet) dan handuk perlu juga Anda bawa.

· Buku petunjuk perjalanan

Karena Anda tidak bergabung dalam paket tur, maka buku petunjuk perjalanan adalah sesuatu yang mutlak dibawa. Namun apabila Anda merasa buku tersebut terlalu berat untuk dibawa, copy-lah pada bagian yang Anda perlukan dan tinggalkan yang asli di rumah. Atau jika perjalanan Anda hanya memakan waktu beberapa hari saja, carilah informasi tentang tempat tujuan Anda di internet, kemudian cetaklah di atas kertas. Yang terpenting adalah, informasi yang Anda dapatkan baik dari buku petunjuk perjalanan maupun dari internet haruslah informasi yang paling terkini alias up-to-date, terutama mengenai harga dan alamat serta telepon tempat penginapan, harga makanan dan juga biaya transportasi.

Lanjutkan >>

Dewasa ini sudah banyak dijual di toko-toko buku terkemuka di Indonesia tentang buku panduan traveling. Namun sayangnya SEMUA buku panduan tersebut berbahasa Inggris sehingga seringkali para traveler asal Indonesia mengalami kesulitan untuk mengerti dan memahami isinya. Disamping itu, kerap kali konteks yang ditulis dalam buku panduan terbitan luar negeri tidak cocok dengan kebanyakan selera kebanyakan wisatawan Indonesia.

Wisatawan asal Indonesia umumnya tidak begitu suka akan kunjungan ke museum, dan seringkali justru kunjungan ke tempat ini diberikan porsi bahasan terbanyak dalam buku-buku panduan impor.

Masalah lainnya adalah harga jual yang relatif mahal, rata-rata di atas Rp 200.000 hingga 800.000an.

Ketidaknyamanan lainnya adalah, kebanyakan buku-buku panduan wisata terbitan luar ukurannya sangat tebal dan tulisannya cenderung kecil-kecil sehingga sangat tidak mungkin untuk dibawa serta saat bepergian.

Solusinya, saat ini sudah ada panduan wisata ke berbagai tempat wisata utama (favorit) di seluruh dunia yang ditulis dalam bentuk e-book (electronic book) dalam bahasa Indonesia oleh seorang travel writer asal Indonesia yang telah melanglang buana ke lebih dari 70 negara dan 200+ kota di 5 benua. E-Book-ebook tersebut bisa didapatkan dengan harga relatif murah, yakni antara Rp 65.000 - Rp 180.000 saja yang isinya lebih cocok dengan selera kebanyakan wisatawan Indonesia yang hendak melancong ke luar negeri. Di dalamnya banyak terdapat tips untuk menghemat biaya perjalanan beserta link ke berbagai situs referensi yang bisa dikunjungi oleh para pembacanya dengan satu kali klik. Jenis panduan traveling dalam bahasa Indonesia ini adalah yang pertama dan mungkin baru satu-satunya di Indonesia.

Keistimewaan lain dari ebook yang terdapat di situs TravelHemat.com adalah karena bentuknya yang digital, maka Anda tidak perlu membawanya dalam bentuk cetak ke tujuan wisata yang Anda inginkan. Anda bahkan bisa membaca ebook panduan tersebut dari mana saja secara online dengan menggunakan koneksi internet.

Anda bisa mengunjungi situs tersebut untuk mengetahui produk-produk terbaru yang telah dan akan diterbitkan dengan mengunjungi situs tersebut setiap saat.

Ketika hendak melakukan perjalanan hemat ke luar negeri, kebanyakan orang lebih memperhatikan bagaimana mencari tiket pesawat dan hotel yang murah. Padahal, ada satu elemen penting lainnya yang sering dilupakan, namun justru sebenarnya sering menghabiskan banyak biaya: budget belanja makanan.

Agung Basuki, pemilik situs TravelHemat.com, TravelHematShop.com dan RentVillaBali.com memberikan beberapa tips hasil perjalanannya bertahun-tahun ke berbagai tempat di penjuru dunia – strategi menghemat budget belanja makanan tanpa harus menderita kelaparan atau mengalami malnutrisi namun tetap bisa menikmati citarasa kuliner setempat.

Tips #1: Breakfast is the key

Berbagai tempat di dunia memiliki kebiasaan makan pagi yang berbeda. Di kebanyakan negara Asia, makan pagi cenderung disajikan berlimpah dan mengenyangkan (apalagi kalau kita bermalam di hotel yang menyajikan all you can eat buffet breakfast), sementara di tempat lain (misalnya di Eropa), makan pagi cenderung sangat simpel dan tidak mengenyangkan.

Carilah informasi tentang kebiasaan makan pagi masyarakat setempat sebelum Anda berangkat ke tempat tujuan jika kebetulan tempat penginapan Anda tidak menyediakan makan pagi sebagai bagian yang termasuk dalam biaya penginapan. Misalnya, harga satu set menu American Breakfast di Amerika Serikat atau Continental Breakfast di Inggris biasanya lebih murah daripada harga set menu untuk makan siang atau makan malam, sehingga lebih baik Anda mengeluarkan uang untuk makan pagi daripada melewatkannya begitu saja dengan alasan perut belum lapar.

Usahakan untuk makan sampai kenyang saat pagi hari sebelum memulai aktifitas. Makan pagi dengan porsi besar biasanya cukup memberikan energi buat tubuh Anda hingga tiba saat makan malam. Sementara untuk siang harinya Anda cukup membeli sekedar makanan ringan.

Nah, jika hotel yang Anda tinggali menyajikan all you can eat buffet breakfast, hmm…. jangan sia-siakan kesempatan ini. Makanlah hingga kenyang, dan sempatkan juga untuk membawa beberapa potong roti atau makanan praktis lainnya sebagai ‘bekal’ makan siang ke dalam tas/ransel Anda. Namun demikian, lakukanlah dengan hati-hati (baca: diam-diam) karena kebanyakan hotel tidak mengizinkan para tamunya melakukan hal ini.

Tips #2: Save the best for last

Misalnya, Anda berencana untuk tinggal selama 3 malam di Roma dan berkinginan setiap malam bisa menikmati makanan khas setempat. Anda sudah membudgetkan 20 Euro untuk setiap makan malam, sehingga total budget makan malam selama 3 hari Anda di Roma adalah 60 Euro.

Pada malam pertama, kunjungi penjual makanan di pinggir jalan untuk membeli beberapa potong pizza (biasanya berukuran cukup besar) secara take-away dengan harga total 6-7 Euro (untuk 2-3 potong) atau membeli berbagai jenis Italian Panini seharga 4-6 Euro/biji. Malam kedua, cobalah cicipi sajian makanan di berbagai trattoria (depot/warung) di sekitar tempat Anda tinggal, di mana untuk satu porsi besar lasagna, spaghetti, fettuccini maupun berbagai makanan berbahan pasta lainnya dihargai 8-10 Euro. Nah, dengan demikian, uang Anda masih bersisa 43-46 Euro di malam terakhir, yang bisa Anda pakai untuk menikmati fancy and elegant dinner di sebuah resto kelas menengah-atas tanpa harus merogoh kantong lebih dalam lagi.

Tips #3: Eat like locals

Di Jerman, harga sebotol beer lokal lebih murah daripada sebotol air mineral. Sementara harga sepanci besar mosselen di Belgia (sejenis kerang bercangkang hitam khas perairan Laut Utara) yang biasanya dimasak dengan campuran bawang Bombay dan anggur merah, harganya jauh lebih murah daripada makanan sejenis di Shanghai. Demikian pula, makan pagi di Paris akan lebih murah ketika Anda memesan croissant plus beberapa potong keju Prancis dan segelas jus d’orange daripada dua lembar roti panggang plus mentega dan telur mata sapi yang biasanya Anda konsumsi untuk makan pagi di rumah. Kesimpulannya, upayakan untuk selalu menemukan jenis makanan yang biasa disajikan oleh restoran dan populer dikonsumsi masyarakat setempat yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah daripada memilih jenis makanan kesukaan Anda yang tidak umum disajikan oleh resto setempat.

Makanan yang tampaknya sederhana di kota tempat tinggal Anda bisa jadi merupakan produk ‘mewah’ di negara lain seperti halnya harga semangkuk soto ayam di Jakarta yang mungkin hanya berkisar Rp 5-10 ribu rupiah, bisa dijual dengan harga 7-12 Euro di Belanda.

Strategi simpel ini sangat membantu Anda untuk menekan pengeluaran dalam hal makanan. Lagipula, mencicipi makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat lokal adalah salah satu cara terbaik untuk mempelajari tata cara dan budaya yang berbeda –salah satu dari sekian banyak alasan why people love traveling.

Kelanjutan dari artikel ini bisa Anda baca *GRATIS* dengan berlangganan Newsletter di TravelHemat.com. Anda bahkan bisa mendapat ebook GRATIS ‘My Journey’ hanya dengan mendaftarkan diri berlangganan newsletter sekarang juga.

Toko Online Perangkat Unik

Keamanan & Kenyamanan Saat Traveling

Traveling yang benar selalu berhubungan dengan perangkat travel yang tepat. Di Indonesia, toko yang menjual perangkat travel yang dibutuhkan oleh para traveler terhitung tidak banyak, meski di kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau Medan sekalipun. Kalaupun toh ada, kebanyakan mereka menjual berbagai perlengkapan traveling yang kurang begitu fungsional dan yang tidak kalah penting, harganya mahalnya minta ampun.

Untuk itulah, maka TravelHemat.com kembali mencetuskan ide untuk menjual berbagai produk unik untuk keperluan traveling yang fungsional, berkualitas dan yang tidak kalah penting, harganya relatif terjangkau dengan meluncurkan situs toko online TravelHematShop.com yang menjual berbagai perangkat keperluan traveling berkualitas dengan harga relatif terjangkau.

Produk-produk yang ditawarkan di TravelHematShop.com sengaja dibuat secara khusus untuk menjawab keperluan para traveler dalam hal keamanan selama perjalanan.

Beberapa produk unggulan di TravelHematShop.com seperti Secret Waist Money Belt (THS01) berguna untuk menyimpan berbagai dokumen penting yang dibutuhkan dalam perjalanan seperti paspor, tiket pesawat, polis travel insurance, credit card, uang, traveler’s cheques, hingga perhiasan. Anda bisa memakai Secret Waist Money Belt ini setelah memakai pakaian dalam dan kemudian ditutupi dengan lapisan pakaian terluar sehingga nantinya orang lain tidak bisa melihatnya dari luar. Karena terbuat dari kain katun, maka Anda tidak akan merasa gerah lantaran bahan tekstil yang satu ini dikenal dapat menyerap keringat.


Kegunaan dari produk yang satu ini sudah sangat jelas, yakni untuk menghindari bahaya pencopetan yang sering terjadi di luar negeri. Dengan meletakkan barang-barang berharga senantiasa ‘menempel’ di tubuh Anda dengan cara yang tersembunyi, maka kecil kemungkinan Anda bakal menjadi korban pencopetan.

THS01 - 300

Secret Waist Money Belt (THS01)

Dari segi harga, jelas bahwa produk-produk dari TravelHematShop.com terhitung sangat terjangkau. Lagi-lagi kita ambil contoh produk Secret Waist Money Belt. Untuk produk yang sama dengan merek Samsonite atau Delsey yang banyak dijual di mall, biasanya dipatok dengan harga di atas Rp 100.000. Kalau Anda membeli produk yang sama secara online dari situs seperti Amazon.com harganya bahkan di atas U$15/buah. Nah, produk Secret Waist Money Belt di TravelHematShop.com dijual hanya dengan harga Rp 50.000 saja (catatan: harga promosi, bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu). Jauh lebih murah dibanding produk serupa lainnya yang dijual di toko. Apalagi untuk pembelian total Rp 140.000 yang bisa terdiri atas berbagai ragam produk yang dijual di TravelHematShop.com, Anda dibebaskan dari biaya pengiriman, selama alamat pengiriman terletak di wilayah Indonesia. Pengiriman dilakukan menggunakan jasa perusahaan kurir terkemuka di Indonesia dan barang sudah bisa Anda terima maksimal dalam hitungan 7 hari sejak pembayaran Anda diterima.

Keunggulan lainnya, Anda bisa melakukan penukaran barang (tentunya produk yang serupa) apabila dalam 2 minggu sejak pembelian Anda tidak puas dengan produk yang Anda beli. Ini memberikan jaminan kepuasan tersendiri kepada para konsumen, tentunya.

Produk-produk bagus lainnya yang dijual di TravelHematShop.com adalah Rolled Toileteries Bag (THS02). Produk yang satu ini berguna untuk menyimpan segala keperluan peralatan mandi Anda di satu tempat yang praktis dan fungsional. Jika selama ini kebanyakan orang diributkan dengan mencari berbagai perangkat keperluan mandinya saat traveling yang mungkin lupa ditaruh di mana saat melakukan packing, maka masalah tersebut bisa teratasi dengan keberadaan Rolled Toileteries Bag yang terdiri atas 5 kantong ber-resteling dan terbuat dari bahan tahan air.

Setelah semua produk keperluan mandi Anda taruh di dalam kantong-kantong yang ada di Rolled Toileteries Bag, maka Anda tinggal menggulung tas tersebut dan mengikatnya dengan tali yang tersedia.

THS02 - 300

Rolled Toiletries Bag (THS02)

Dengan cara ini, maka semua perangkat mandi Anda bakal tersimpan rapi di satu tempat yang ukurannya tidak besar sehingga tidak memakan tempat yang banyak di dalam tas koper Anda.

Tidak cuma 2 produk itu saja yang dijual di TravelHematShop.com. Ada beragam produk lain yang dijual dengan harga murah meriah namun berkualitas. Untuk itu, saya sarankan Anda agar berkunjung ke www.TravelHematShop.com sekarang juga

Pemandu Wisata (Tour Guide)

Tour Director Training Guide

Menjadi seorang pemandu wisata boleh jadi merupakan salah satu cara untuk berkeliling dunia, bukan hanya secara gratis, tapi juga dibayar. Potensi penghasilan dari bidang ini sangat besar, namun semuanya juga tergantung dari profesionalitas dan pengalaman seseorang.

Dewasa ini jasa pemandu wisata menjadi sesuatu yang sangat vital karena banyaknya wisatawan yang bepergian secara berkelompok ke suatu daerah atau negara asing, di mana demi keamanan dan kenyamanan, mereka memesan paket perjalanan melalui biro perjalanan wisata. Di Indonesia, pemandu wisata (tour guide) biasanya disediakan oleh biro perjalanan, dan biasanya dia sekaligus menjadi pimpinan rombongan (tour director) berangkat bersama-sama dengan rombongan ke negara yang dituju. Fasilitas yang diberikan oleh biro perjalanan wisata kepada pemimpin rombongan biasanya terdiri atas tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi di tempat yang sama dengan di mana para peserta menginap, fasilitas makan selama perjalanan, dan uang saku yang besarnya bervariasi antara USD 40 – 100/harinya.

Sebenarnya ada perbedaan yang cukup prinsip antara pemandu wisata (tour guide) dengan pemimpin rombongan (tour director). Pemandu wisata biasanya memiliki pengetahuan yang mendalam terhadap suatu obyek wisata tertentu. Tugasnya adalah memberikan penjelasan secara detil kepada anggota rombongan – mulai dari cerita berlatar belakang sejarah, tata cara dan kebiasaan hidup masyarakat setempat, sampai tempat membeli suvenir yang murah-meriah atau yang mahal di tempat tersebut—dan setelah acara kunjungan di tempat tersebut usai, maka usai jugalah tugasnya.

Sedangkan seorang pemimpin rombongan lebih banyak berperan sebagai ‘pengasuh’ bagi anggota rombongan, di mana selama perjalanan dia selalu menyertai dan melayani kepentingan para anggota rombongan, mulai dari pengambilan boarding pass pesawat, pengaturan bagasi, pengaturan transportasi, check-in/out di hotel kota tujuan, pembagian kamar untuk peserta, sampai juga masalah penjadwalan acara. Pendeknya, seorang pemimpin rombongan harus memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang baik.

Penghasilan dari bidang pekerjaan ini cukup besar. Ketika bekerja sebagai pemandu wisata dan pemimpin rombongan paruh waktu di beberapa biro perjalanan wisata di Eropa, penghasilan yang saya dapatkan berkisar pada angka USD 40 – USD 120/hari, tergantung dari durasi dan tingkat kesulitan dari program perjalanan tersebut. Untuk sebuah city tour yang hanya berdurasi tiga – enam jam, biasanya penghasilan yang saya peroleh adalah USD 40-50. Untuk perjalanan selama berhari-hari yang mengharuskan saya menjadi pemandu wisata sekaligus sebagai kepala rombongan (tour director), maka penghasilan yang saya peroleh berkisar pada angka USD 70 – 120/hari.

Jumlah penghasilan ini masih bisa bertambah lagi dengan tips yang diberikan oleh para peserta yang biasanya berkisar pada USD 1 – 2/peserta/hari. Belum termasuk juga potensi penghasilan dari komisi yang diberikan oleh para merchant apabila rombongan yang saya pimpin berbelanja di tempat mereka. Para merchant biasanya memberikan komisi antara 10-15% dari jumlah total penjualan kotor yang didapatnya dari sebuah rombongan. Dan terus terang, untuk rombongan wisatawan dari negara tertentu (Jepang—misalnya), penghasilan dari komisi belanja inilah yang justru jumlahnya lebih banyak daripada pendapatan dari biro perjalanan.

Semakin tinggi ‘jam terbang’ seseorang dalam berkeliling dunia, semakin tinggi kesempatannya untuk bisa menjadi seorang pemandu wisata dan/atau pemimpin rombongan wisata. Dan ketika Anda sekaligus juga menjadi seorang travel writer dan/atau travel photographer, maka semakin lengkaplah persyaratan yang bisa Anda penuhi untuk profesi ini. Alasannya masuk akal, karena biasanya seorang travel writer/photographer tidak hanya sekedar berkunjung ke suatu tempat, tetapi dia juga melakukan eksplorasi yang mendalam di tempat tersebut sebelum bisa menghasilkan suatu karya yang layak untuk dipublikasikan. Hal seperti ini yang biasanya sangat disukai oleh perusahaan agen perjalanan yang hendak mempekerjakan seorang tour guide.

Ada satu ebook yang menceritakan dengan sangat detil tentang bagaimana cara menjadi seorang tour director professional. Ebook ini ditulis oleh bekas rekan kerja sekaligus senior dan sahabat saya, Cherie Anderson. Ebook setebal 200+ halaman ini secara lengkap dan blak-blakan membeberkan berbagai ilmu dahsyat dan tantangan yang perlu dihadapi untuk menjadi tour director. Saya sangat merekomendasikannya untuk Anda terutama jika Anda ingin mendapatkan sumber penghasilan tambahan yang besar dan bisa traveling gratis ke berbagai negara. E-book ini adalah investasi yang akan membuka pintu karir di bidang tur & travel buat Anda. Jika ingin mengetahui secara sepintas isi dari ebook tersebut atau tertarik untuk membelinya (U$99.95), silakan klik di sini.

<< Bekerja di LN sebagai guru bahasa Inggris

« Previous Entries