Cuple Work 250 x 306







 

Archive for July, 2009

Dalam penyusunan budget perjalanan, akomodasi atau penginapan (baik di hotel, apartemen maupun hostel) adalah salah satu unsur biaya yang memegang peranan cukup besar saat traveling. Hampir 30% biaya traveling terserap oleh faktor biaya yang satu ini.

Nah, saat ini untuk mereka yang ingin traveling ke luar negeri dengan cara hemat, ada satu cara baru yang bakal membantu Anda menghemat biaya akomodasi hingga ke titik NOL alias GRATIS!

Budget traveler mancanegara sudah banyak yang memanfaatkan fasilitas Home Exchange atau kalau di-Indonesia-kan berarti program pertukaran rumah. Program ini memang hanya berlaku untuk para anggotanya saja dan bersifat non komersial alias organisasi nirlaba. Anggota Home Exchange saat ini sudah tersebar di seluruh dunia, meliputi 100 negara lebih di 5 benua. Terdapat lebih dari 10,000 rumah di seluruh dunia yang siap menampung Anda saat traveling ke luar negeri dengan GRATIS!

Untuk menjadi anggota program home exchange relatif mudah dan murah. Anda tinggal mendaftarkan diri (dan rumah Anda) ke situs resmi mereka di sini. Murah, karena memang dikenakan biaya iuran keanggotaan yang dibayarkan setiap tahun sekali. Jumlahnya relatif sangat ringan, yakni hanya U$59 untuk keanggotaan 1 tahun, U$88 untuk keanggotaan 2 tahun dan U$110 untuk keanggotaan 3 tahun.

Saat ini, sedang diberlakukan masa promosi. Kalau Anda mendaftarkan diri sekarang (sebelum masa promosi berakhir) maka Anda akan mendapatkan bonus perpanjangan keanggotaan selama 6 bulan. Jadi jika Anda mendaftar untuk keanggotaan selama setahun dengan membayar U$59 saat masa promosi, maka otomatis masa keanggotaan Anda akan menjadi 18 bulan. Nah, karena masa promosi ini bisa berakhir kapan saja, maka saya sarankan Anda untuk segera mendaftarkan diri.

Apa yang harus Anda lakukan saat pendaftaran? Karena organisasi ini sifatnya melakukan pertukaran rumah untuk para anggotanya, maka Anda wajib mendaftarkan rumah Anda yang bisa dikunjungi oleh sesama anggota Home Exchange. Jadi, Anda bisa menginap di rumah salah satu member saat traveling ke luar negeri, namun Anda juga berkewajiban memberikan tumpangan di rumah Anda saat ada member home exchange lain yang hendak menginap di rumah Anda saat berkunjung ke kota Anda. Simpel sekali prinsipnya.

Nah, Anda bisa menuliskan profil Anda dan juga profil tamu seperti apa yang Anda kehendaki untuk tinggal di rumah Anda. Misalnya, Anda tidak ingin menerima tamu yang membawa hewan peliharaan, maka Anda bisa menuliskan ‘No Pets’ di profil Anda. Sebisa mungkin, tuliskan pula kondisi rumah Anda. Sertakan foto rumah dan juga foto-foto bagian rumah lainnya. Berapa kamar yang Anda miliki, berapa banyak tamu yang bisa Anda tampung, di mana lokasi rumah Anda (di tengah kota-kah, pinggiran kota-kah, dll), apakah ada koneksi internet di rumah Anda, dan informasi penting lain yang bisa dilihat oleh sesama member.

Saat Anda hendak bepergian ke suatu tempat di negara lain, Anda tinggal mencari informasi dari daftar rumah para anggota yang ada di kota tujuan. Setelah itu, Anda tinggal melakukan kontak dengan anggota yang Anda pikir memiliki kriteria tempat tinggal yang sesuai dengan yang Anda harapkan.

Manfaat dari keikutsertaan dalam organisasi ini sangat banyak. Disamping bisa menghemat biaya tempat tinggal selama melakukan perjalanan ke luar negeri, Anda sekaligus juga memiliki banyak teman di negara tujuan. Ini bakal sangat berguna lantaran Anda akan merasa tidak sendirian (atau asing) saat di luar negeri. Seringkali para host yang sesama anggota tersebut bahkan memberikan banyak hal yang lebih dari seharusnya, misalnya menyediakan makan pagi dan malam untuk kita, mengajak jalan-jalan keliling kota sehingga biaya untuk berwisata jadi berkurang lantaran kita tidak usah ikutan dalam program city tour.

Dan sungguh, seringkali bahkan kita diajak berkunjung ke berbagai objek wisata di kota tujuan yang seringkali tidak dikunjungi oleh rombongan turis yang ikut serta dalam grup tur, yang sesungguhnya bahkan lebih indah (atau lebih menarik).

Nah, jika selama ini impian Anda untuk traveling ke luar negeri terkendala oleh image biaya perjalanan yang besar, inilah salah satu solusi paling pas. Dengan mengikuti berbagai tips di situs JeVoyager.com ini Anda bisa bepergian ke luar negeri dengan biaya seminimal mungkin (salah satunya berhemat dalam hal penginapan). Meski dalam waktu dekat Anda belum berencana bepergian ke luar negeri, tidak ada salahnya kan menambah teman baru dari mancanegara? Karena itu, kunjungi situs resmi mereka dan mendaftarlah sekarang juga sebelum masa promosi berakhir sewaktu-waktu.

Untuk berkunjung dan mendaftar ke situs resmi Home Exchange, silakan klik di sini!

Jangan Sampai Hal Ini Terjadi Pada Anda, Deh!

Oleh Agung Basuki

macau, travelhemat, travel hemat gratis

Seorang teman baru saja kembali dari jalan-jalan bersama keluarganya ke beberapa negara di Eropa selama 16 hari, mengunjungi Italia, Swiss, Prancis dan Inggris. Dia melakukan sendiri semua prosesnya, mulai dari perencanaan perjalanan, membeli tiket pesawat online, memesan penginapan online yang murah meriah, hingga pengurusan visa. Boleh sedikit bangga saya karena dia melakukan semua itu dengan menggunakan panduan ebook serial TravelHemat Eropa 1 plus beberapa kali berkonsultasi dengan saya via email.

Selama perjalanan tersebut, dia merasa seneng banget karena bisa mengunjungi Eropa, tempat yang dia impi-impikan sejak remaja, dengan biaya hemat. Menurut dia sih, biaya yang dikeluarkan seluruhnya untuk perjalanan tersebut (rombongan mereka terdiri atas 4 orang, dua dewasa + dua remaja usia 11 dan 14 tahun) nggak sampai 40 juta rupiah! Jika mereka ikutan tur dari Indonesia, mungkin biaya yang harus mereka keluarkan bisa mencapai 100 juta rupiah lebih…

Yang menarik pula, dia juga bercerita bahwa saat di Paris - Prancis, dia mengalami kejadian yang mendebarkan yang katanya akan sulit terlupakan seumur hidup.

Saat malam hari, seusai menonton pertunjukan kabaret ’khusus dewasa’ di Moulin Rouge yang berada di daerah Place Pigalle, dia dan istrinya (kebetulan mereka cuma berdua saja karena kedua anak mereka tidak ikut serta) berjalan kaki hendak menuju stasiun metro terdekat untuk kembali ke penginapan. Saat itu sih katanya memang hari sudah hampir tengah malam dan jalanan agak sepi.

Mendadak, istri teman saya tersebut menjerit. Ternyata, dari belakang, tas tangan yang dibawa oleh istrinya ditarik oleh seseorang. Ada dua orang yang ternyata telah membuntuti mereka sedari keluar dari gedung pertunjukan kabaret. Si istri teman saya tersebut ditarik masuk ke dalam sebuah jalan sempit nan gelap oleh salah satu dari orang asing tersebut. Tampaknya sih mereka membawa senjata tajam pula. Teman saya tersebut nggak bisa berbuat banyak kecuali ikut menyusul sang istri ke jalan yang gelap tadi.

Di tempat itu, kedua penjahat tadi mengaduk-aduk isi tas tangan yang dibawa istri teman saya tersebut dan akhirnya mereka mengambil dompet suami istri tersebut. Nggak cuma itu saja, jam tangan yang dikenakan teman saya juga ikutan dirampas, begitu pula dengan gelang emas yang dikenakan oleh istrinya.

Peristiwa yang terjadi nggak sampai 5 menit itu membuat kedua pasang teman saya ini jadi lemas dan tertegun untuk sesaat. Ada uang sekitar 300 Euro di dompet amblas, berikut juga jam tangan dan gelang, kalung dan cincin emas yang dikenakan istrinya.

Mereka lantas segera pulang ke penginapan dengan menggunakan taksi.

Beruntungnya, sang istri tidak menyimpan paspor dan dokumen penting lainnya di dalam tas tangannya. Mereka mengikuti petunjuk yang saya berikan di dalam ebook serial TravelHemat dengan menaruh barang berharga di tempat terpisah dan tersembunyi. Dia menyimpan paspor, kartu kredit cadangan dan juga polis asuransi perjalanan di dalam secret waist money belt (dompet rahasia) yang mereka beli dari saya beberapa waktu sebelum memulai perjalanan.

THS01 - 300

Secret Waist Money Belt dari www.TravelHematShop.com

Pesan penting yang bisa diambil dari kisah di atas adalah:

  • Hindari berkeliaran di jalanan dan di daerah yang rawan saat di luar negeri, terutama saat malam tiba.
  • Senantiasa waspada terhadap daerah sekitar kita. Di Paris, Place Pigalle adalah daerah ’lampu merah’ di mana angka kejahatan cenderung tinggi. Saya sendiri juga pernah mengalami kejadian menjadi korban pemerasan di daerah tersebut beberapa tahun yang lalu (kisahnya saya tuliskan di serial TravelHemat Paris).
  • Jangan mengenakan perhiasan yang berlebihan karena Anda akan tampak menyolok di mata pelaku kejahatan.
  • Kalaupun toh Anda sudah berhati-hati dan tetap menjadi korban perilaku kejahatan di luar negeri, ada satu hal yang harus Anda camkan: JANGAN PERNAH MELAKUKAN PERLAWANAN! Biarkan barang berharga Anda dirampas oleh mereka, yang penting nyawa Anda selamat. Lantaran waktu beraksi yang singkat dan terburu-buru, pelaku kejahatan biasanya akan bertambah agresif melakukan apabila Anda melawan. Bisa jadi akibat perlawanan tersebut, Anda bakal mengalami luka parah… atau bahkan yang terburuk, bisa kehilangan nyawa.
  • Simpan barang-barang berharga (paspor, uang, kartu kredit cadangan, polis asuransi) di tempat yang tersembunyi di tubuh kita yang tidak terlihat oleh mata. Menggunakan secret waist money belt (dompet rahasia) bisa menjadi salah satu solusinya.
  • Selalu lindungi diri dengan asuransi perjalanan ke negara mana pun Anda pergi. Bukannya lantaran saya menjual asuransi perjalanan, maka saya menyarankan Anda untuk membeli asuransi saat hendak traveling, namun yang pasti jangan pernah meremehkan peran asuransi perjalanan atau travel insurance jika Anda hendak bepergian ke luar negeri.

Asuransi perjalanan tidak hanya melindungi Anda dari pengeluaran mendadak jika Anda jatuh sakit di luar negeri, namun juga mengganti kerugian untuk kehilangan barang dan dokumen berharga saat di perjalanan, kehilangan bagasi, keterlambatan pengiriman bagasi maupun penundaan pesawat terbang.

Bahkan, lebih dari itu, jika Anda meninggalkan rumah dalam keadaan kosong karena seluruh penghuninya sedang ikutan traveling semua, maka rumah Anda pun bakal dilindungi dari bahaya kebakaran dan juga dari resiko terjadinya pencurian selama Anda tinggalkan.

Semoga kisah di atas bisa menjadi inspirasi buat Anda agar lebih waspada dan hati-hati saat melakukan perjalanan ke luar negeri (Special thanks to Om WL yang telah mengizinkan kisah perjalanannya dimuat di TravelHemat.com)

Baca juga artikel penting tentang “Asuransi Perjalanan - Cara Efektif Melindungi Diri Selama Perjalanan” DI SINI!

Harap Artikel Ini Dibaca Dengan Seksama

Demi Melindungi Anda Selama Perjalanan

ke Luar Negeri!

Liburan Gratis Australia 468x60

Testi Klaim Asuransi Eka Yani

Klaim Eka - Kehilangan Smartphone di Bandara LCCT KL

Belakangan, sejak maraknya serangan virus flu babi (swine flu, ato istilah medisnya virus H1N1) ke berbagai penjuru dunia dan yang telah memakan banyak sekali korban jiwa, saya kebanjiran email dari rekan-rekan TravelHematers yang menanyakan, seberapa penting sih fungsi asuransi perjalanan atau travel insurance untuk mereka yang ingin traveling? Oleh karena itu, saya kali ini menuliskan kembali tentang pentingnya asuransi perjalanan bagi mereka yang berencana traveling ke negeri orang.

THShop 468X60

Seperti diketahui, saat traveling, tubuh kita cenderung lebih mudah terserang penyakit. Ini bisa terjadi lantaran selama perjalanan, daya tahan tubuh kita cenderung melemah karena kurangnya istirahat, kurangnya asupan gizi dari makanan yang kita makan di perjalanan maupun perbedaan suhu udara di tempat tujuan. Dalam kondisi seperti ini, maka berbagai jenis penyakit bisa dengan mudah menjangkiti tubuh kita.

Saat tubuh kita menjadi sakit, maka besar kemungkinan rencana perjalanan bakal batal, atau paling tidak mengalami penyesuaian. Kebanyakan dari kita, saat traveling ke luar negeri selalu telah mempersiapkan segala hal jauh-jauh hari. Tiket pesawat sudah dibeli, demikian halnya dengan penginapan. Nah, dengan maraknya maskapai penerbangan low-fare, seringkali dalam salah satu persyaratannya, kita nggak diizinkan merubah tanggal penerbangan dengan alasan apapun. Maka, ketika kita jatuh sakit di perjalanan yang mengakibatkan perjalanan harus diubah, tiket pesawat yang sudah kita beli seringkali jadi hangus lantaran tak terpakai. Akibatnya, kita harus membeli tiket pesawat yang baru. Nah, celakanya, jika kita membeli tiket penerbangan internasional secara mendadak, harganya cenderung mahal sekali. Namun, lantaran nggak ada pilihan lagi, maka kita harus membelinya. Tanpa coverage dari asuransi perjalanan atau asuransi traveling , kita sendiri yang akan menanggung kerugian yang diakibatkan dari biaya pembelian tiket pesawat yang baru tersebut.

THS01 - 300

Dapatkan >> Tas Pinggang Rahasia Hanya Rp 65.000 di TravelHematShop.com

Hal lainnya, yang masih berhubungan dengan serangan penyakit di luar negeri. Apabila kita sampai jatuh sakit (bisa diakibatkan oleh penyebab apapun) dan harus opname di rumah sakit setempat, bisa dibayangkan berapa besar biaya yang harus kita keluarkan untuk pengobatan. Apalagi biaya perawatan rumah sakit di luar negeri bisa dipastikan jauh lebih mahal daripada kebanyakan rumah sakit di Indonesia. Lantas, siapa yang bakal menanggung biaya tersebut jika kita tidak tercover oleh asuransi?

Testi Klaim Asuransi Andy W

Klaim Andy W - Kehilangan Bagasi Saat Perjalanan di Eropa

Dengan kacaunya jadwal perjalanan yang diakibatkan oleh hal-hal di atas, efek lainnya yang musti dipikirkan adalah semua penginapan yang sudah kita pesan, bisa jadi akan terkena dampaknya pula. Seringkali, kerugian terbesar bakal kita alami apabila kita traveling dengan jadwal berpindah-pindah kota/negara dengan tenggat waktu yang relatif singkat di tiap kota/negara. Misalnya saja, dalam sebuah perjalanan kita berencana mengunjungi 8 kota selama 10 hari. Nah, saat masih menjalani rute hari ke 4, kita jatuh sakit sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan ke kota/negara lainnya. Sisa hari perjalanan yang 6 hari tersebut akan mengakibatkan kerugian signifikan yang harus kita tanggung.

Biasanya, apabila kita membatalkan penginapan yang sudah kita pesan jauh-jauh hari secara mendadak, ada dua kemungkinan konsekuensi yang harus kita terima, yakni: biaya penginapan yang kita bayar akan dikembalikan dengan biaya ganti rugi yang tinggi, atau bahkan yang terjelek, semua pembayaran kita untuk penginapan menjadi hangus alias tidak ada pengembalian dalam bentuk apapun. Sementara di lain pihak, kita perlu memesan penginapan yang baru sampai tiba waktu kita pulang ke tanah air. Tanpa adanya asuransi perjalanan, semua itu akan menjadi tanggungan kita.

Big Family 300px

Bag Organizer (dengan resleting & kaitan pengaman + penutup)

hanya Rp 65.000 di TravelHematShop.com

Kemungkinan lain yang sering terjadi dalam sebuah perjalanan adalah, terjadinya penundaan penerbangan yang terjadi di luar jadwal tetap dengan penyebab apapun. Nah, jika kebetulan jadwal perjalanan kita padat di mana dalam 1 hari ada kemungkinan kita harus meneruskan perjalanan dengan berganti pesawat beberapa kali, sebuah penundaan bisa berakibat kita ketinggalan pesawat selanjutnya. Jika maskapai yang kita gunakan untuk penerbangan terusan berasal dari perusahaan yang sama, ada kemungkinan kita akan diterbangkan dengan pesawat berikutnya. Yang jadi masalah adalah, apabila pesawat terusan yang kita pakai berasal dari maskapai yang berbeda. Kerugian secara finansial dalam hal ini harus kita tanggung sendiri karena kita harus membeli tiket pesawat yang baru, atau bahkan yang terburuk, sambil menunggu pesawat yang berangkat berikutnya, kita harus menyewa kamar hotel untuk menginap.

Waah, memang hal-hal seperti inilah yang seringkali membuat sebuah perjalanan menjadi ’seru’ ya…

Yang seringkali saya alami sendiri saat traveling adalah, tertundanya pengiriman bagasi yang diakibatkan oleh kesalahan pengiriman. Kedengarannya lucu, tetapi ini kerap terjadi. Pernah dalam perjalanan ke Perth (Western Australia) dari Bali, bagasi saya sempat tertunda selama 4 hari. Bagasi milik saya tersebut ternyata terkirim ke…. Tokyo, Jepang!!! Akibatnya, selama 4 hari tersebut saya harus berbelanja baju dan perlengkapan mandi yang baru. Tanpa perlindungan asuransi perjalanan, tentu saja semua biaya tersebut harus saya tanggung sendiri.

Testimoni Klaim Asuransi Perjalanan Maria

Klaim Maria & Keluarga - Pembatalan Penerbangan di Eropa

Masih banyak manfaat-manfaat lain yang bisa diperoleh dengan membekali diri kita asuransi perjalanan saat traveling. Dibandingkan dengan resiko yang bisa terjadi pada kita saat berperjalanan, biaya polis asuransi perjalanan bisa dibilang relatif murah (harga polis mulai U$4 saja!!! ). Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menghubungi saya via email <klik> supaya bisa saya kirimkan tabel lengkap manfaat perlindungan dari program asuransi perjalanan dalam bentuk pdf file.

Bahkan, salah satu manfaat ’tak tertulis’ yang sering kali tidak kita pikirkan adalah: Jika kita berencana untuk mengunjungi negara-negara yang mensyaratkan warga negara Indonesia untuk mengajukan aplikasi visa sebelum keberangkatan (seperti USA, Canada, Australia , Jepang , Korea , Eropa , dll), ternyata oleh pihak kedutaan besar negara yang bersangkutan, saat kita mengajukan aplikasi permohonan visa dengan menyertakan polis asuransi perjalanan, besar kemungkinan permohonan visa kita akan disetujui. Ini disebabkan lantaran oleh pihak kedutaan, kita dianggap sebagai calon traveller yang serius dan profesional sehingga mereka tidak ragu untuk menerbitkan visa kunjungan ke negaranya buat kita. Stt…. info ini saya dapatkan dari beberapa teman yang bekerja di bagian visa di berbagai kedutaan negara asing.

Nah, jika Anda ingin tahu informasi lebih lanjut tentang program asuransi perjalanan, atau berminat untuk membeli asuransi untuk liburan ke luar negeri, Anda bisa menghubungi saya via email di travelhemat@yahoo.com . Saya akan berikan diskon khusus untuk Anda ;-)

Selamat Ber-TravelHemat dengan cara aman!

Agung Basuki

TravelHemat.com

THS05 - 300

Multipurpose Bag (utk obat-obatan & perangkat make-up)

hanya Rp 89.000 di TravelHematShop.com